Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Pengorbanan


__ADS_3

Maaf readers part ini mengandung bawang. Siapakan tisue ya..😭


“Juna,” panggil Beauty lagi.


Buliran air asin itu seketika luruh mengaburkan sebagian pandangannya. Beauty tak pernah melihat Juna sebrutal barusan. Juna bagaikan singa yang kelaparan, yang siap menerkam siapa saja yang ingin melawannya.


“Juna, aku...”


“Ssssstt!!” tanpa menunggu persetujuan dari Beauty, Juna mendekatkan wajah mereka dan langsung mendaratkan sebuah kecupan hangat dan penuh perasaan.


Rasa asin dari darahnya sendiri ia hiraukan. Setidaknya rasa kekhawatirannya terbayarkan sudah dengan melihat istri dan anaknya selamat.


“Kamu jangan minta maaf, ini semua di luar kendali kita sayank. Setidaknya melihatmu dan anak kita selamat itu sudah cukup bagiku. Berarti misiku sudah selesai, dan aku harus pulang,” racau Juna di sela-sela pelukannya bersama Beauty.


“Junaa! Apa..apa maksudmu ?!” sarkas Beauty.


#


#


“Tere benar Beny, lebih baik kamu mengurusi kecoak-kecoak yang lainnya saja. Tere biar jadi urusanku!” sela Cleo yang baru saja masuk lewat pintu belakang Beny.


“Baik tuan.”


Cleo pun menatap intens kearah Tere dengan tersenyum. Senyum yang pernah ia tampakkan dulu kearah wanita di hadapannya. Senyum yang dulu selalu mengharapkan seorang keturunan pada wanita itu.


Namun kini seiiring berjalannya waktu. Senyum itu luntur bersama hilangnya rasa kepercayaan Cleo pada Tere. Ternyata semua yang pernah ia dapat dari wanita itu hanya sebuah kepalsuan semata. Bahkan jika kala itu Tere benar-benar hamil itu bukanlah anaknya. Cleo hanya tersenyum pahit mengingat itu semua.


“Hai mantan istri,” sapa Cleo ramah sambil berjalan pelan menuju Tere yang nampak waspada.


“Mas Cleo! Apa maumu mas?!” tukas Tere dengan waspada.


“Apa mauku? Seharusnya aku yang bertanya apa sebenarnya maumu Tere?!” tanya balik Cleo dengan tatapan menusuk tajam kearah Tere yang ketakutan.


Jika saja Tere bukanlah seorang perempuan, sudah Cleo pastikan ia tidak akan segan-segan menghilangkan nyawanya. Namun akal sehat Cleo masih bekerja, ia tidak akan mungkin berlaku sekasar itu pada Tere.

__ADS_1


Namun Cleo akan memberikan suatu pelajaran, yang tidak akan pernah wanita itu lupakan seumur hidupnya.


“Mauku? Hahaa..mauku? Mauku kamu dan Beauty menderita seumur hidup. Merasakan sakit yang selama ini aku rasakan mas! Kamu jangan lupakan itu!” teriak Tere.


“Aku tidak akan pernah lupa Tere, kesalahanku pada kakakmu memanglah fatal. Maafku pun tak ada gunanya. Oleh sebab itu, disini aku ingin kita mengakhiri dendam ini. Aku ingin kamu menyudahi semua kegilaanmu Tere!” sentak Cleo balik.


Tere pun tersenyum penuh seringai menanggapi ocehan Cleo.


“Kamu fikir semudah itu mas. Tidak akan! Aku tidak akan berhenti sampai aku mendapat apa yang aku mau!”


“Tere, semua masalah ini berawal dariku! Jika kamu menginginkan nyawaku ambillah! Maka lepaskan yang lain, termasuk Beauty. Beauty tidak tahu apa-apa tentang ini! Ambillah nyawaku, jika itu bisa membuatmu merasa puas!” tawar Cleo.


Mendengar tawaran Cleo bukannya membuat Tere senang, melainkan membuat wanita itu menangis tersedu.


“Kamu tahu mas? 2 tahun menjadi selingkuhanmu, dan 1 tahun menjadi istrimu. Apa secercah rasa itu tidak ada untukku?!”


Cleo pun tercenung dan memilih diam, membiarkan Tere menumpahkan segala perasaannya. Sambil menyusun sebuah rencana, menunggu Tere lengah dan mengambil pistol dari tangan wanita itu.


“Aku sakit! Aku sakit ketika harus mendengarmu menyebut nama Beauty di setiap malam atau pun di akhir pergulatan kita! Apa kamu tak pernah memikirkan perasaanku sedikit pun!”


“Jujur, diawal niatku hanya ingin membalaskan dendam kak Tirania dengan membuatmu hancur. Namun rasa itu tiba-tiba muncul begitu saja dalam hati ini! Apa kamu sama sekali tak menyadarinya mas! Aku mencintaimu!” pekik Tere sambil menangis tersedu.


Cleo tak menyangka jika Tere benar-benar mencintainya selama ini. Namun rasa cinta itu sendiri, yang justru merubah wanita manis mantan sekretarisnya dulu itu menjadi seorang monster tanpa hati seperti yang wanita itu lakukan kepada sang adik Sisie.


“Apa kamu tahu mas Cleo bahwa aku mencintaimu?!Apa kamu tahu itu?! Tidak! Di hatimu hanya ada Beauty, Beauty dan Beauty. Cih!”


Tere pun meludah ketika menyebutkan sebuah nama wanita yang sangat ia benci. Wanita yang sama yang merebut hati pria yang ia dan kakaknya cintai.


Tere sendiri tak menyangka, selama ini ia menyimpan perasaan itu. Namun di satu sisi ia harus membalaskan dendam kakaknya.


Membuat Cleo bangkrut dan hancur lantas tak membuat Tere puas. Melihat Cleo masih bisa tersenyum bersama Beauty meski status mereka kini sudah berbeda, membuat hati Tere menjadi berang.


Tere bertekat untuk menghancurkan Beauty, setelah Tere rasa Beauty adalah kelemahan seorang Cleo. Dan benar kini pria berjambang tipis itu, menyerahkan nyawanya secara sukarela demi wanita yang masih Cleo cintai yaitu Beauty.


Tere merasa muak dengan semua itu!

__ADS_1


“Maafkan aku Tere, semua itu sudah berlalu. Beauty juga sudah memiliki suami dan bukan denganku lagi. Aku harap kamu mengampuninya, dan sudahi semua kekacauan ini,” bujuk Cleo sambil terus berjalan mendekat kearah Tere.


“Jangan mendekat! Kamu fikir aku buduh mas! Tidak! Aku bukan wanita yang buduh! Aku tahu apa yang sedang kamu rencanakan!” teriak Tere sambil menodongkan pistolnya tepat di jantung Cleo.


“Tembak saja aku Re, jika itu bisa membuatmu puas! Tembak!” pancing Cleo yang ingin menggoyahkan pendirian Tere.


“Tidak! Jangan mendekat mas! Please!” balas Tere masih setengah menangis.


Dooor!


Tanpa Tere sadari ia sudah menarik pelatuk pistolnya dan mengenaikan tubuh Cleo.


“Akh!” Cleo meringis tertahan saat sebuah peluru berhasil menembus kulitnya. Rasa sakit, panas, perih tak mampu ia jelaskan, seperti sebilah pisau yang mengoyak dagingnya tanpa anestesi.


“Mas!” gumam Tere melotot tak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan.


Mendapati sebuah peluru menembus daging dan kulitnya, tak lantas membuat Cleo tumbang. Cleo masih tetap berjalan dengan tertatih menuju Tere.


“Mas! Jangan mendekat atau aku akan menembakmu lagi!” ancam Tere yang sudah menangis ketakutan.


“Lakukan saja!”


doorr!!


Tembakan kedua berhasil mengenai lengannya. Membuat cairan merah kental itu mengucur deras dari balik jaket yang ia kenakan.


Namun Cleo masih berjalan tertatih kearah Tere. Dan setelah dekat, Cleo pun memeluk tubuh Tere erat.


Tere pun terperajat mendapati pelukan dari Cleo. Pelukan yang selama ini ia rindukan. Tere pun membalas pelukan Cleo sambil menangis meraung.


“Maafkan mas, mas telat menyadarinya Re. Maaf untuk semua perbuatanku di masa lalu. Untuk itu sudahi semua dendam ini Tere. Dan tempat ini yang akan menjadi saksinya,” ucap Cleo dengan suara bergetar.


Cleo pun masih memeluk erat tubuh Tere, dan membawanya ke sisi kapal. Tere sudah menyerah, jika ini waktunya. Ia akan rela, setidaknya ia mati bersama orang yang ia cintai.


Keduanya memejamkan mata, lalu Cleo membawa tubuh Tere melompat dari kapal dan jatuh ke dalam lautan lepas.

__ADS_1


“Semoga kamu bisa hidup bahagia Bee, dan semua luka di masa lalu aku tebus dengan nyawaku.”


Sampainya di dasar laut, Cleo masih memeluk Tere. Dan sebaliknya Tere pun melakukan hal yang sama kepada Cleo. Kini dendam Tere telah hanyut bersama tubuhnya ke dasar laut yang dalam.


__ADS_2