Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Pelakor? Kamu bukan Aku


__ADS_3

Dari balik pintu kaca koridor kamarnya, Betty mampu melihat betapa mesranya pasangan suami istri itu. Beruntung sekali Beauty bisa memiliki cinta Juna seutuhnya pikir Betty.


Air mata yang tercurah seakan menggambarkan betapa nelangsanya hati seorang Betty. Karena mabuk akibat sakit hati, malah membawanya dalam sebuah insiden yang membuahkan malapetaka untuknya.


Namun justru malapetaka itu, Betty manfaatkan untuk memperoleh apa yang ia inginkan. Meski itu dengan cara kotor sekali pun.


Sempat terlintas dalam benak Betty akan bayangan Amir yang merupakan ayah dari janin yang ia kandung sekarang. Apakabarnya Amir sekarang ya? Tanya Betty dalam hati.


Sebenarnya pemuda itu baik, ia sempat menawarkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun Betty tolak mentah-mentah, karena selain ia tidak mencintai Amir, pasti hubungannya dengan pemuda itu akan membawa bencana sendiri bagi hidupnya.


Betty masih mengingat dengan jelas, bagaimana ancaman sang ayah jika ia sampai melakukan kesalahan yang bisa mencoreng nama baik keluarganya.


Apalagi sampai tahu janin yang ia kandung bukan hasil perbuatan Juna sebagai calon menantu idaman yang sudah terakreditasi keluarganya.


Tiba-tiba perut Betty terasa lapar kembali, padahal ia sudah sempat makan beberapa suap makanan selepas Juna dan Beauty meninggalkan meja makan.


Betty pun merogoh sesuatu dalam pouchnya, lalu ia menemukan 2 potong dadu coklat yang masih terbungkus kertas. Dibukanya bungkus coklat itu dan di makannya secara perlahan.


Sungguh menikmati coklat dari sosok misterius itu membuat rasa nyaman tersendiri bagi Betty dan juga janin dalam kandungannya. Tanpa tahu, sebenarnya coklat-coklat itu adalah pemberian dari Amir secara diam-diam.


Namun akhir-akhir ini Betty tak menemukan lagi bingkisan coklat yang biasa ia terima. Betty juga bertanya kepada kurir yang biasa mengantarkan paket kepadanya, namun kurir itu tidak tahu apa-apa.


Betty juga mengunjungi apartemennya, namun hasilnya sama nihil. Ia tak menemukan lagi bouqet bunga maupun sekotak coklat seperti biasanya.


*


*


Waktu pun terus berlalu tanpa terasa, hari pernikahan Juna bersama Betty pun tiba. Senyum merekah dari bibir Betty tak urung pudar.


Gadis berambut shaggy itu terus tersenyum di hadapan siapapun yang ia temui. Semua orang nampak sibuk mengatur segala sesuatu yang akan di gunakan untuk acara resepsi besok.

__ADS_1


Betty pun menghampiri Beauty yang tengah menyusun bunga plastik dalam vasnya.


“Bagaimana keadaanmu Be? Apa kamu baik-baik saja?” tanya Betty tampak mencermati raut wajah Beauty yang terlihat tenang dari samping.


Setelah sekian lama, Betty baru melontarkan kalimat pertanyaan itu kepadanya. Membuat Beauty merasa aneh dan heran sekaligus.


“Menurutmu?” tanya balik Beauty tanpa menoleh sedikit pun kearah Betty. Karena Beauty tahu, itu hanya kalimat basa-basi yang terselipkan nada ejekan untuknya.


Beauty masih fokus merangkai bunga-bunga itu dalam vasnya. Saat tak merasa cocok di indra penglihatannya, ia bongkar dan di susunnya kembali ke dalam vas serta mengganti busanya yang rusak.


“Aku rasa kamu baik-baik saja, mengingat kamu sudah terbiasa di duakan oleh suamimu bukan? Jadi bukan suatu hal yang perlu di khawatirkan,” ujar Betty meremehkan.


Beauty pun menggenggam kuat tangkai bunga itu. Mendengar penuturan Betty sungguh membuat hatinya gerah. Ingin rasanya ia buka saja aib mantan sahabatnya itu saat ini juga, namun ia juga tidak boleh bertindak gegabah sebelum suaminya bertindak duluan.


Betapa menyesalnya Beauty sekarang, karena dulu sempat menceritakan seluruh masalah tentang kehidupannya kepada orang yang ia anggap sebagai teman kini berubah menjadi lawan.


Membiarkan orang lain mengetahui borok dalam hidupnya, yang akhirnya malah berujung menjadi boomerang bagi dirinya.


Beauty tersenyum manis sampai lesung pipinya menekung ke dalam. Menampilkan raut wajah yang tidak ada kekhawatiran sama sekali.


“Lalu bagaimana perasaanmu sendiri Betty bisa menikahi suami orang? Apa kamu bangga bisa menyandang gelar pelakor seperti perempuan-perempuan tidak tahu malu di luaran sana? Kamu tidak ada bedanya dengan Tere! Kalian sama-sama hama perusak rumah tangga orang!” ucap Beauty dengan tegas.


Betty pun tertegun mendengar penuturan Beauty yang terdengar berani kepadanya. Selama ini ia tak pernah mendengar Beauty berkata tajam seperti itu kepada orang lain.


“Aku tidak mengerti salahku apa sama kalian, tapi kalian tega memasuki rumah tanggaku. Dan berusaha merebut apa yang sudah jadi milikku!”


Betty berusaha untuk tetap tenang mendengarkan penuturan Beauty yang kini menatap intens kearahnya.


“Tapi maaf saja Bet, jika dulu aku bisa menyerah dengan mas Cleo. Tapi tidak dengan Juna, aku akan memperjuangkan hakku sebagai istri pertama. Karena Juna adalah ayah dari janin yang ada dalam kandunganku ini!” tekan Beauty seraya menunjukkan kearah perutnya yang membuncit dibalik jumpsuit yang ia kenakan.


Betty pun membelalakan matanya saat mendengar pengakuan dari calon madunya yang tak lain temannya sendiri Beauty.

__ADS_1


Betty fikir jika pernikahannya bersama Juna terjadi, Beauty akan menyerah dan mengakhiri pernikahan sirinya bersama Juna seperti dulu saat wanita itu masih bersama mantan suaminya Cleo.


Mendapati lawan bicaranya tak merespon apapun, Beauty pun melanjutkan kalimat-kalimat menohoknya kembali.


“Seharusnya kamu sepertiku Betty, memperjuangkan apa yang seharusnya kamu perjuangkan untuk anakmu nanti! Bukan malah mengambil sesuatu hal yang bukan menjadi hakmu!” ungkap Beauty yang berusaha mengontrol emosinya.


Setelah berucap kalimat menohok itu, Beauty pun langsung beranjak pergi meninggalkan Betty yang masih terdiam mematung.


“Jika Juna mencintaimu, lalu apa artinya ini? Kamu bisa lihat sendiri, bagaimana panasnya aktivitas kami di foto ini!” ucap Betty seraya menyerahkan ponselnya yang berisi foto-foto panas Betty bersama Juna tanpa busana.


Hanya selembar selimut yang melekat di kedua tubuh manusia yang berpose saling berpelukan itu. Karena rasa penasaran, Beauty pun mengambil ponsel itu dari Betty.


Beauty memang sudah mengetahui semua kebenarannya. Hanya saja melihat suaminya berpose tanpa busana dengan wanita lain, tetap saja membuat hatinya sakit.


Meski sepenuhnya bukan salah Juna, karena Juna sendiri saat itu dalam keadaan tidak sadar akibat pengaruh obat.


“Kamu mungkin bisa memiliki hati Juna seutuhnya, namun publik akan tahu hanya akulah istri sah seorang Juna. Jika publik tahu keberadaanmu, bukan aku yang mereka anggap sebagai pelakor tapi kamu Beauty !”


Tanpa permisi, Betty merebut kembali ponselnya dari tangan Beauty yang masih termangu. Betty pun tersenyum menyeringai saat berhasil membuat Beauty bungkam dengan foto dirinya bersama Juna.


Setelah Betty pergi menjauh, Beauty pun mengotak atik benda pintarnya, dan mulai mendial sebuah kontak.


“Halo, Ben persiapkan semua buktinya untuk eksekusi kita besok! Jangan sampai ada yang terlewatkan!”


Sampai disini sabar dulu y kak..


Udah dket kok..🤗 jngn lupa giftnya..


Oiya..Otor ngucapin Happy New Year ya.


Semoga kedpannya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Amin. 😊

__ADS_1


__ADS_2