
"Tante!" seru seorang gadis berambut shaggy.
Gadis itu adalah Betty Lovanka yang sengaja mami Lola undang ke mansion keluarga Narendra. Karena beliau merasa merindukan gadis yang gagal untuk menjadi mantunya itu.
Deg!
Betty pun terpaku di tempat saat kedua netranya menangkap bayangan Juna. Bayangam pemuda yang sangat ia cintai segenap jiwa dan raganya.
Ingin rasanya Betty berlari dan berhamburan memeluk tubuh tegap pemuda itu. Namun justru bayangan dada bidang Amir melintas begitu saja dalam ingatannya.
S*al!
Betty pun melangkah secara perlahan menuju ranjang Mami Lola untuk salim kepada wanita paruh baya itu.
"Tante, bagaimana kabarnya?maaf Lova jarang main kesini tan." ucap Betty penuh sesal.
Lova adalah nama panggilan kesayangan mami Lila untuk Betty yang mempunyai nama panjang Betty Lovanka. Entah hanya mami Juna yang memanggilnya dengan sebutan Lova.
Ekor matanya menyapu sekitar seperti mencari sesuatu. Sedari tadi Betty nampak tak melihat kehadiran Beauty. Namun ia urungkan bertanya kepada Juna. Jujur hatinya masih merasa sakit jika mengingatnya.
"Lova sayang, kebetulan kamu datang. Juna ingin berbicara sesuatu kepadamu. Benarkan Juna?"
"Heh?"
Sedetik kemudian pria berambut crop messy dan sudah tidak berwarna silver lagi itu menghela nafasnya berat. Sedangkan Betty sudah menatap wajah pemuda yang ia rindukan itu dari samping.
Juna apa aku tidak bisa berharap lagi padamu? Aku harap akan ada keajaiban seperti yang mamaku ucapkan tadi.
"Betty, kita butuh bicara," ungkap Juna mengambang.
"Kalian bicaralah di luar, mami mau istirahat lagi Juna, Lova."
"Baik mi."
"Baik tante."
...💐 💐...
Kini Betty dan Juna tengah di berada di sebuah cafe elit yang di peruntukkan khusus golongan kelas atas.
__ADS_1
Juna sebenarnya enggan duduk hanya berdua dengan Betty. Entah perasaannya mengatakan untuk menjauh dari wanita itu. Tapi untuk apa? Lagian wanita itu juga sudah tahu bahwa ia sudah menikah dengan Beauty.
Namun Juna harus melakukan apa yang mami Lola sarankan. Ia juga tidak ingin terus-terusan di liputi rasa bersalah akan kesalahan yang ia sudah perbuat kepada Betty dan juga keluarga gadis itu.
"Bett, gue minta maaf."
Betty masih mencermati wajah tampan Juna. Menatap pemuda itu dari dekat seperti ini sungguh membuat hatinya berdebar-debar.
Jika saja orang yang berhasil mengambil kegad*sannya adalah Juna. Betty tidak akan pernah menyesal seperti ini.
Menyadari tak ada sahutan dari Betty, Juna pun mengulang kembali ucapannya.
"Bett, gue minta maaf sama lo dan keluarga. Karena gue, keluarga lo harus menanggung malu dari apa yang sudah gue perbuat. Gue harap lo bisa mengerti, karena cinta itu tidak bisa di paksakan," ungkap Juna gamblang.
Hati Betty sedikit tersentil kala Juna menyelesaikan kalimat ungkapan maafnya. Ada rasa perih dan sakit, namun itu tidak terlihat. Betty berusaha untuk tetap tenang, meski dalam hatinya tengah bergemuruh hebat.
Dipaksakan senyumnya di hadapan pria yang ia cintai itu. Sebagai wanita, ia tidak boleh lemah hanya karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.
"Sudahlah, aku sudah memaafkannya. Tapi entah mama bisa menerima maafmu atau tidak."
Suasana kembali berubah canggung. Baik Betty maupun Juna sama-sama terlarut akan fikiran masing-masing.
"Akh! Tunggu sebentar Juna."
Juna pun mengeryit menanggapi kalimat penahanan Betty untuk dirinya.
"Sudah lama kita tidak makan bersama, lebih baik kita makan dulu sebelum kamu pergi Juna," pinta Betty.
"Baiklah."
Oke! Ini hanyalah makan biasa, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan, batin Juna.
Tak lama seorang waitress datang membawa makanan pembuka beserta sebotol mocktail dan juga gelasnya.
Moctail adalah sejenis minuman campuran yang terdiri dari sari gula dan jus buah dengan tambahan minuman sedikit beralkohol.
Seperti halnya cocktail, namun mocktail rasanya lebih manis daripada cocktail yang cenderung agak pahit karena sebagian besar bahannya berbahan lebih banyak campuran alkohol.
"Lo yang mesen?" tanya Juna kearah Betty.
__ADS_1
"Iya memangnya kenapa? Ini hanya alkohol ringan, bukankah kita biasa menikmatinya saat ada pertemuan penting dengan kolega bisnis?" sahut Betty santai.
"Memang sih, tapi gue udah lama berhenti minum minuman berakohol," jujur Juna.
Betty sedikit terkejut akan pengakuan jujur dari Juna. Tentu Betty sendiri sudah sangat hafal dan tahu bagaimana seorang Juna yang suka minum meski jarang.
"Ini hanya alkohol ringan Juna, tidak akan membuat kita mabuk. Percayalah," ucap Betty menyakinkan.
"Hem..baiklah."
Dengan senyum yang merekah, Betty mulai menuangkan minuman berwarna merah itu ke dalam gelas masing-masing sebelum memulai acara makan mereka.
"Bentar Bett, gue mau nyari sinyal sebentar buat hubungi istriku Beauty," pamit Juna kepada Betty yang sedang sibuk menyiapkan minuman mereka.
"Baiklah, santai saja."
Ada nada kecewa dari kalimat yang Betty ucapkan. Ketika ia mendengar kata 'istri' dari mulut Juna.
Juna pun beranjak dari tempat duduknya untuk menghubungi Beauty. Semenjak sampai tadi ia belum sempat memberi kabar kepada sang istri yang kini sedang menunggunya di kampung.
Saat Juna sudah berlalu, dengan buru-buru Betty mengeluarkan sesuatu dalam bentuk bungkusan yang berisi serbuk dan menuangkannya ke dalam minuman mocktail milik Juna.
Setelah di rasa cukup, ia aduk-aduk menggunakan sedotan stainless yang sudah tersedia. Beruntung serbuk itu cepat larut dan tidak berbau atau pun berbuih.
Semoga saja Juna tidak akan curiga denganku. Ya semoga saja!
Tak lama Juna pun kembali, dengan cepat Betty merubah ekpresinya dan pura-pura bermain tablet canggih miliknya.
"Apakah sudah selesai menghubungi Beauty?" tanya Betty basa basi.
"Sinyal disini begitu sulit, entah mungkin cuaca atau apa gue juga nggak ngerti."
"Ya sudah, mending kita minum dulu biar rileks. Yuk..cheerss!"
Cheerss!
Tanpa curiga Juna pun meminum minuman campuran itu dan menyesapinya. Sedangkan Betty menatap Juna dengan smrik yang misterius.
Maafkan aku Juna, jika dengan cara baik-baik aku tidak bisa memilikimu. Maka apapun akan aku lakukan meski harus menggunakan cara kotor sekalipun. Aku tidak ada pilihan lain..
__ADS_1
...Oh..tidak Junaku! Apakah ada yang akan menolong Juna untuk keluar dari perangkap singa betina readers? Jgn lupa giftnya..😘😘...