Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Malam Berkabut


__ADS_3

"Jangan pegang-pegang gue! Gue nggak mau!" tolak Betty yang masih setengah sadar.


"Jangan munafik kamu honey, daripada sendirian disini mending seneng-seneng lah sama kita!" rayu pria berkelapa plontos seraya menarik pergelangan tangan gadis itu.


"Sudah gue bilang! Gue nggak mau! Gue maunya sama Juna. Titik!" teriak Betty tanpa sadar.


"Wahh! Dia tipe pemberontak guys, gue suka yang beginian. Lain di mulut lain juga di tubuhnya," ucap salah satu pria berkepala plontos seraya mengarahkan tangannya untuk menyentuh bongkahan yang menggiurkan milik Betty.


Kebetulan malam ini Betty memakai atasan yang begitu rendah hingga buah melon miliknya menyebul keluar, serta rok mininya yang menampakan kaki jenjang miliknya yang berwarna kuning langsat.


Belum sempat para pria itu menyentuh anggota tubuh Betty, Tiba-tiba datanglah seorang pemuda dan langsung menepis dengan kasar lengan pria berkepala plontos itu.


"Jauhkan tangan kotormu dari tubuh kekasihku!" ucap pemuda itu dengan tatapan menusuk kearah pria berhidung belang itu.


"Brengs*k ni bocah! Ganggu kesenangan orang saja!" umpat temannya yang lain.


Tanpa aba-aba pria berkepala plontos melayangkan tinjunya kearah pemuda itu. Namun dengan sigap pemuda itu menangkisnya dan membalas dengan sebuah tinju tepat mengenai ulu hati salah satu pria mesum itu.


"S*alan kamu bocah! Tunggu saja pembalasan gue! Yok kita cabut!" ajak pria itu ke temannya yang lain.


"Mending kalian enyah saja dari sini! Sebelum gue panggil petugas keamanan datang dan menonaktifkan member kalian di sini! Dan jangan ganggu kekasih gue lagi!" gertak pemuda itu dengan rahang yang mengeras.


"Ba...baik! Kami akan pergi!" sahut pria yang lain.


Para pria hidung bel*ng itu pun lari kocar kacir setelah mendapat gertakan dari sang pemuda berkulit sawo matang.


Setelah berhasil mengusir para sampah-sampah itu, dengan rasa penuh khawatir pemuda itu menghampiri Betty yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri diatas meja barnya.


"Bett! Kamu baik-baik saja kan?" tanya si pemuda penuh khawatir.


"Kamu siapa? Juna ya? Bukan! Juna itu kulitnya putih kamu suka berjemur apa sekarang Juna?" racau Betty.


"Bukan! Ini aku Amir Narayan Betty. Lebih baik kita pulang ya, aku akan mengantarmu!"


"Ngapain pulang disini saja seru! Kalau pulang aku selalu ingat sakit hatiku!huhuu." racau Betty lagi.


Pemuda berkulit sawo matang itu adalah Amir. Lengkapnya Amir Narayan seorang pemuda keturunan India-Indonesia yang kebetulan sedang berlibur dengan keluarganya ke negara seribu pulau ini.


Meski Amir memiliki kulit sawo matang, namun pemuda itu memiliki garis wajah yang manis khas orang hindia.

__ADS_1


Perawakannya tinggi menjulang. Dengan tubuh tegapnya, tak jarang membuat para gadis mencuri pandang kearahnya.


Namun Amir bersikukuh, bahwa jodohnya bukanlah dari negaranya berkat mimpi yang sering muncul dalam tidurnya.


Karena keteguhan hatinya itu, membuat pemuda berkulit sawo matang sepertinya masih menyendiri hingga sekarang.


Hingga kejadian tak terduga menimpanya, mobil yang ia kendarai mengalami kehabisan bahan bakar karena mengalami kebocoran bahan bakar saat dirinya tengah berlibur di negara ibunya.


Waktu itu, ia berniat membawa sebuah dirigen untuk membeli bahan bakar di sebuah minipom terdekat. Namun tak ia sangka sebuah mobil melaju dengan cepat kearahnya.


Beruntung mobil itu tidak jadi menggiling tubuhnya. Yang membuat Amir lebih terkejut, si pengemudi mobil ugal-ugalan itu adalah seorang gadis bernama Betty Lovanka.


Semenjak kejadian itu, hubungan keduanya menjadi lebih dekat. Betty menganggap Amir hanya sebagai teman barunya.


Namun tidak bagi Amir, dalam hati pemuda berkulit sawo matang itu jatuh hati saat pandangan pertamanya dengan Betty. Gadis berambut shaggy yang gayanya sedikit agak tomboy.


Kembali ke realita yang terjadi antara Amir dan juga Betty.


Akhirnya Amir pun membopong tubuh langsing Betty dan memasukannya ke dalam mobil miliknya. Sementara mobil wanita itu ia titipkan ke petugas parkir bar dan akan ia ambil besok pagi.


"Junaa! Kita mau kemana? Aku masih belum puas dugemnya!" racau Beauty.


Jadi pemuda berkulit sawo matang itu, membiarkan Betty meracau sesuka hatinya.


Jika ia diposisi Betty, pasti ia akan marah dan menuntut pertanggung jawaban akan malu yang sudah pria itu torehkan.


"Junaa! Ternyata kamu manis sekalii aku semakin mencintaimu!"


Seru Betty seraya mencium pipi pemuda itu. Membuat Amir terkejut bahkan hatinya berdesir akan perlakuan Betty yang tiba-tiba.


Cup!


Setelahnya Betty bergelanyut manja di lengan kekar pemuda berkulit sawo matang itu.


"Junaa, aku bahagia bisa berada di dekatmu seperti ini! Aku mohon jangan tinggalkan aku ya Juna, akan aku serahkan seluruh hidupku bahkan keper*wananku hanya untukmu!" celoteh Betty dengan mata terpejam.


Deg!


Amir tak menyangka, cinta Betty kepada pria yang bernama Juna sedalam itu. Bahkan gadis itu rela memberikan keper*wanannya secara cuma-cuma kepada pria yang jelas-jelas sudah menikah dengan perempuan lain.

__ADS_1


"Betty kita sudah sampai, karena aku tidak tahu dimana rumahmu. Jadi aku hanya mengantarkanmu ke apartemenmu ini."


"Gendong aku Juna, aku pengen di gendong kamu," rengek Betty yang terus mengira bahwa Amir itu adalah Juna pemuda yang ia cintainya dengan segenap jiwa dan raga.


Tanpa mengelak, Amir pun menggendong gadis itu menuju apartemennya. Untung saja Amir sempat sekali bertamu ke apartemen gadis itu. Lalu ia mencari keycard apartemen dalam pouch milik Betty.


Setelah masuk, Amir pun menidurkan tubuh Betty di atas ranjang queen size milik gadis itu.


"Aku akan pulang, sekarang tidurlah. Dan jangan nakal lagi seperti tadi," pesan Amir sebelum beranjak.


Grepp!


Tiba-tiba Betty mencengkram pergelangan tangan pemuda itu, dan menariknya dengan cepat hingga Amir kehilangan keseimbangannya dan terjatuh diatas tubuh Betty.


"Junaa! Jangan tinggalkan aku!"


Setelah berucap itu, Betty pun langsung meraup bibir Amir dan mengecupnya dengan kasar. (Ternyata Betty agresif juga ya guys 😲)


C*uman Betty terasa sangat kasar dan kaku karena gadis itu baru saja melakukannya dengan seorang pria. Akibat c*uman kejutan dari Betty membuat darah Amir berdesir.


Sisi lain dalam pemuda berkulit sawo matang itu memberontak ingin keluar. Itu sangat wajar karena Amir memanglah seorang laki-laki normal.


"Jika ini kemauanmu, aku akan melakukannya untukmu Bett. Apapun yang akan terjadi nanti, aku akan bertanggung jawab. Karena aku mencintaimu."


Tak butuh waktu lama, Amir kembali mengulang kecupan kasar Betty dan menggantinya dengan sebuah kecupan lembut penuh perasaan.


Sentuhan panas keduanya terus berlanjut hingga tanpa sadar tak ada sehelai benang pun melekat pada tubuh mereka.


Saat Amir ingin memasuki Betty, pemuda itu terkejut bukan main. Ternyata Betty benar-benar masih gadis. Di era modern seperti ini, jarang ada gadis yang bisa mempertahankan kegadisannya dari pergaulan bebas yang merajarela.


Diam-diam Amir menatap salut kearah Betty yang sudah di selimuti kabut gairah di bawahnya.


"Cepat masukkan Juna! Aku sudah tidak sabar!" rengek Betty lagi.


"Maafkan aku Betty, aku akan bertanggung jawab nanti. Karena aku mencintaimu."


Dan akhirnya Amir melakukan aktivitas panas vulkanik yang pertama bagi dirinya dan juga bagi Betty.


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2