Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Musuh dari Masa Lalu


__ADS_3

“Bagaimana, apa kamu berhasil?” tanya seorang wanita berambut cranberry red yang sedang mengendalikan kemudinya.


“S*al! gue kepergok mantan suami lo sebelum gue sempat membobol kode keamanan mansion keluarga Narendra!” umpat pria berambut mohawk itu.


“Apa? Mas Cleo juga ada disana?!” pekik sang wanita.


“Iya, gue lihat dengan mata kepala gue sendiri!”


“S*al! Wanita mandul itu kenapa bisa menarik perhatian para pria tampan sih! Mas Cleo saja sampai tidak bisa move on darinya. S*al! Aku tak rela!” umpat wanita itu dengan iri dan dengki menyelimuti hatinya.


Perlu di garis bawahi, di sini Tere belum mengetahui apa pun tentang kehamilan Beauty.


“Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya si pria sambil menyulut nikotin dalam jepitan jemarinya.


“Sesuai rencana, gue pengen wanita mandul itu menderita. Penderitaan kakak gue juga karena wanita itu yang sudah merebut mas Cleo! Dan sekarang gue tahu titik lemah mas Cleo yaitu Beauty sendiri,” ucap si wanita dengan sorot mata tajamnya.


“Gue setuju! apalagi keluarga Narendra terlihat begitu kaya, mansionnya saja sebesar itu. Itu pasti duitnya melimpah,” ungkap si pria.


“Duit aja yang ada di fikiran lo!” si wanita pun menoyor kepala si pria.


“Hei! Itu manusiawi, gue juga butuh duit! Sudah hampir 2 bulan mami Amanda tidak kirim duit. Di tambah perusahaan bokap gue bangkrut! Gue nggak munafik, gue juga butuh duit karena hidup itu tidak ada yang gratis!” sahut si pria merasa jengkel.


“Lo bener! Simpanan hasil penjualan harta mas Cleo juga sudah habis. Gue harus cari lumbung emas lagi! Karena gue juga tidak bisa hidup tanpa duit!”


“Huh! Sama-sama mata duitan aja, belagu!” cemooh si pria.


“Sudahlah, jangan sensian kayak cewek aja! Mending kita nyusun siasat buat nanti gimana!”


“Oke, ke apartemen lo aja sembari celup-celup!” goda si pria seraya menoel dagu wanitanya


“Dasar mesyum! Gue lagi bulanan, ogah ah!”


“Yah! Libur deh.”


Mobil hitam itu pun melesat menuju tempat tujuan mereka selanjutnya. Yaitu apartemen wanita berambut cranberry red.


Tanpa permisi si pria itu pun menerobos masuk dan menelentangkan tubuhnya diatas sofa yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


“Gue capek, gue tidur dulu ya. Nanti sore bangunin gue!” pamit sang pria yang tiba-tiba sudah terlelap sebelum si wanita menyahuti ucapanya.


Tere pun mendengus kesal, baru bertindak segitu saja Anjar sudah kelelahan.


“Dasar anak mami!” cibir Tere sambil menjulurkan lidahnya kearah Anjar yang sudah terlelap.


Ya wanita berambut cranberry red itu adalah Tere dan si pria berambut mohawk itu adalah Anjar. Kedua pria dan wanita itu kini saling bekerja sama dan saling memberi keuntungan satu sama lain.


Karena mempunyai dendam terhadap orang yang sama, mereka pun memilih bekerja sama untuk berusaha menghancurkan Cleo.


Dibalik semua masalah yang di alami perusahaan Cleo, juga termasuk ulah dari Tere yang merupakan mantan istri kedua dari pria berjambang tipis itu.


Wanita berambut cranberry red itu tidak pernah puas, sebelum menyaksikan sendiri Cleo hancur di depan matanya seperti saat ia menyaksikan sang kakak Tirania terbujur kaku karena gantung diri di rumah peninggalan ayah dan ibunya dulu.


“Aku tidak akan pernah berhenti, sebelum Cleo dan Beauty benar-benar menderita untuk menebus kesalahan mereka di masa lalu!”


“Sekarang giliran lo Be! Gue tidak akan biarin lo bisa hidup tenang selepas ini! Lo turut andil atas kematian kak Tirania! Tunggu saja kedatangan gue Be! Gue akan cabut semua kebahagian lo mulai dari sekarang!” geram Tere dengan mata yang melotot tajam.


Tere pun berusaha menyusun rencana, bagaimana agar bisa memasuki mansion Narendra kembali dan menculik Beauty.


Lalu sebuah ide cemerlang muncul dalam otak Tere, dengan segera ia mengambil gunting yang tersimpan di dalam laci nakas.


Entah apa yang akan Tere lakukan, yang jelas kali ini ia harus turun tangan sendiri untuk bisa mendekati keluarga Narendra.


#


#


Di mansion Narendra


2 hari kemudian....


“Apa kamu bahagia sayang?” tanya Juna seraya memeluk Beauty dari belakang.


“Banget! Terima kasih suami sudah mewujudkan pernikahan impianku,” balas Beauty yang tersenyum manis menampilkan lesung pipi dan deretan gigi putihnya.


“Untuk kalian berdua, apa sih yang nggak,” balas Juna yang turut tersenyum bahagia.

__ADS_1


“Tapi aku merasa kasihan kepada Betty Jun, sebenarnya Betty orang baik. Tapi mungkin karena terobsesi jadi seperti itu.”


“Itu sudah takdir yank, bagaimana pun Betty harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia perbuat. Lagian, harusnya kamu bersyukur punya suami yang tampan dan di gilai banyak wanita seperti idol k-pop ini,” ucap Juna dengah pongah.


Beauty hanya tergelak mendengar penuturan suaminya yang selalu saja merasa percaya diri.


Ya Juna selalu bertingkah konyol yang tak jarang berhasil membuatnya tergelak tanpa sadar. Mempunyai suami yang humoris adalah anugerah tersendiri bagi Beauty. Karena saat bersama Juna, Beauty lebih banyak tertawa dan tersenyum.


“Tapi tetap saja, aku tak suka orang lain sudah melihat bentuk tubuhmu!”


“Hei! Itu kan tidak sengaja, mulai sekarang semua orang sudah tahu. Kamu milikku dan aku milikmu.”


Tiba-tiba kemesraan kedua sejoli itu pun harus terurai karena adanya bi Tum yang menginterupsi.


“Maaf den Juna dan non Beauty mengganggu waktunya sebentar, ada tamu yang ingin bertemu tuan dan nyonya den,” ucap bi Tum dengan watados karena sudah mengganggu kemesraan pengantin baru.


“Juna lepaskan! Siapa bi?” tanya Beauty ingin tahu.


“Katanya, suster yang akan merawat nyonya Lola non.”


Semenjak kejadian kemarin mami Lola sering colaps, oleh sebab itu Beauty mencari seorang suster dari panti jompo yang membantunya dalam mengurus kebutuhan mertuanya itu.


“Ya sudah, saya ke depan bi bawa masuk saja ke dalam. Soalnya saya yang minta,” sahut Beauty.


“Baik non Beauty.”


Beauty pun menghampiri orang yang di maksud bi Tum dan menyapanya, sedangkan Juna memilih ke kamar mami Lola untuk melihat keadaannya.


“Kamu suster dari panti jompo xx kan?” tanya Beauty tanpa basa basi.


“Iya nyonya, dengan nyonya Beauty kan?” tanya gadis itu balik.


“Iya, saya sendiri.”


“Perkenalkan nyonya, nama saya Sri.”


Jangan lupa giftnya ya readers...😘😘

__ADS_1


__ADS_2