
Muskurane ki wajah tum ho 🎶
Kau adalah alasanku untuk tersenyum
🎶Gun gunane ki wajah tum ho
Kau adalah alasanku untuk bernyanyi
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye na 🎶
Ku tak bisa hidup tanpa dirimu
🎶O re piya re
kekasihku
Jiya jaaye na, jaaye na, jaaye na 🎶
Ku tak bisa hidup tanpa dirimu
🎶O re piya re
kekasihku
Terlihat seorang pemuda berkulit sawo matang khas dengan wajah hindianya, tengah fokus memerhatikan sesuatu dari kejauhan.
Pemuda itu adalah Amir Narayan. Meski saat pertemuan terakhirnya bersama Betty yang memintanya untuk menjauh, namun sebenarnya Amir masih tetap bertahan, hanya saja pemuda itu hanya bisa menatap sang pujaan hati dari jauh.
Liburan keluarga Amir di negara seribu pulau sudah usai. Seluruh sanak saudaranya sudah kembali ke negara asal mereka, yaitu negara asal artis Bollywood terkenal yaitu Shah Ruck Khan.
Amir tersenyum, kala mendapati wanita yang ia cintai telah mengambil sebuah bucket bunga yang sengaja ia letakkan di depan pintu apartemen gadis itu.
Namun semenit kemudiannya, senyumnya luntur seketika bersamaan dengan gerakan membuang barang pemberiannya dari gadis yang ia perhatikan sedari tadi.
Rasanya begitu sakit, namun Amir tidak akan menyerah. Pemuda berkulit sawo matang itu tetap berpegang teguh dengan ilham yang ia terima dalam mimpi, yang mengatakan jika jodohnya bukanlah wanita yang berasal dari negaranya.
Hampir 2 bulan sudah berlalu, namun Amir masih mengingat dengan betul bagaimana rasa pengalaman pertamanya bersama Betty.
__ADS_1
Jujur, Amir tak mampu melupakannya begitu saja. Setiap malam Amir selalu bermimpikan wajah Betty, dan itu membuat Amir merasa sangat frustasi.
Apalagi gadis yang ia cintai itu, kini sangat membencinya. Karena mahkota gadis itu yang sudah ia renggut tanpa ijin.
Suatu hari Amir memberi sekotak penuh coklat dengan berbagai rasa. Kotak coklat itu ia kirimkan langsung ke rumah gadis itu. Melalui kurir sebuah jasa pengiriman barang, namun ia meminta sang kurir untuk tidak memberi tahu identitas dirinya kepada Betty.
Amir menarik sudut bibirnya hingga melengkung sempurna, saat Betty menerima sekotak coklat full varian pemberiannya. Dan lebih mengejutkan, Betty memakan coklat-coklat itu dengan riang.
Sungguh Amir merasa bahagia, setidaknya ada salah satu barang darinya yang di terima oleh sang pujaan hati.
“Bet, Aku tak bisa pergi begitu saja sebelum aku bisa memastikan sendiri. Apakah kamu mengandung anakku atau tidak?” gumam Amir dalam kesendirian.
Kemudian pemuda berkulit sawo matang itu mengenakan masker dan juga topi model snapback yang warnanya senada dengan outfit yang pemuda itu kenakan.
Namun saat akan berbalik, tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam dengan cepat terparkir di hadapan pemuda itu. Dan tanpa berbasa-basi membawa paksa tubuh Amir untuk masuk ke dalam mobil hitam itu.
“Siapa kalian? Lepaskan akk_” pekik Amir terputus saat salah satu orang bertopeng itu menempelkan sebuah sapu tangan tepat pada hidungnya.
Dan akhirnya Amir pun di bawa oleh sekelompok orang bertopeng itu tanpa perlawanan akibat obat bius yang sudah bereaksi.
Blam!
“Buruan, cabut!” perintah pemimpin pria bertopeng.
Mobil berwarna hitam itu pun segera tancap gas lalu melesat ke jalan raya dan berbaur dengan pengemudi jalan raya lainnya.
“Brengs*k kita kalah cepat sama pria bertopeng itu!” umpat Ditto yang merupakan orang suruhan Juna.
Pria berkaca mata itu nampak menekan-nekan benda pipih miliknya lalu tak lama kemudian, menempelkannya pada daun telinganya.
“Halo bos Juna! Maaf bos kami kehilangan jejak pemuda itu. Sekelompok orang bertopeng hitam berhasil membawa kabur pemuda itu, apa perlu kita kejar saja?” tanya Ditto kepada Juna dalam saluran telepon mereka.
“Jangan sampai kehilangan jejaknya! Ikuti mobil itu segera! Dan tinggalkan beberapa anak buahmu yang lain untuk berjaga di sekitar area!” perintah Juna dari saluran seberang.
“Baik bos!”
Tut!
__ADS_1
Sambungan telepon pun terputus, Ditto beserta beberapa anak buahnya segera memasuki mobil alphard mereka dan melesat mengejar mobil hitam yang lebih dulu berada di depan.
#
#
Di kediaman keluarga Handoyo
Betty nampak tersenyum riang saat setelah berhasil menguyah habis beberapa bungkus coklat manis itu. Entah mengapa moodnya tiba-tiba membaik jika sudah memakan bola-bola coklat yang tampak menggiurkan itu.
“Betty! apa yang sedang kamu makan itu?!” tanya mama Sulis penuh selidik.
“Oh..ini bola-bola coklat dari Juna ma,” jawab Betty asal. Tidak mungkin jika Betty menjelaskan asal-usul bola-bola coklat itu, jika kenyataannya ia peroleh dari seorang pengagum rahasianya.
Sebenarnya Betty sendiri masih bertanya-tanya, siapa gerangan yang sering mengiriminya bouqet bunga beserta sekotak bola-bola coklat yang menggiurkan.
Semenjak tahu hamil, Betty jadi tak menyukai bunga. Oleh sebab itu, gadis berambut shaggy itu lebih memilih mengambil coklatnya saja. Karena menurut Betty sendiri, rasa mual yang ia alami menghilang saat ia sudah memakan bola-bola coklat itu.
“Apa Juna sudah mulai membuka hatinya untukmu? Tumben ia memberimu barang seperti ini?” tanya mama Sulis lagi.
“Entah, Betty juga tidak tahu ma,” sahut Betty mengendikan bahunya.
Dalam hati Betty membenarkan, semoga saja bola-bola coklat itu memang benar pemberian dari Juna. Itu sangat membuatnya bahagia meski ia hanya menerima sedikit perhatian kecil dari seorang Juna.
“Jangan terlalu banyak memakan yang manis, tapi perbanyaklah makan buah-buahan serta sayuran. Ini demi kesehatan janin dalam kandunganmu Betty,” nasihat mama Sulis.
“Baik ma."
“Keluarga Juna sudah menyetujui untuk mempercepat pernikahanmu bersama Juna, jadi mama harap jaga kesehatanmu dan juga kandunganmu.”
“Beruntung kamu hamil dengan Juna dan Juna mau bertanggung jawab. Jika orang itu bukan Juna, Mama tidak bisa membantumu lagi Betty. Kamu tahu sendiri papa Pram seperti apa? Baginya kejujuran dalam keluarga ini adalah harga mati! Dan Noda setitik apa pun harus ada hukumannya. Jadi jaga sikapmu selama masih ingin tinggal bersama kami Betty!” tekan mama Sulis mengingatkan.
Deg!
Entah kata-kata mama Sulis sukses menyentil hati terdalamnya. Bagaimana jika mama dan papanya sampai tahu? Jika anak yang ia kandung ternyata bukanlah anak dari Juna, mungkinkah ia akan menerima hukuman seperti apa yang pernah papanya ucapkan kepadanya? Atau itu hanyalah sebuah kalimat menakut-nakuti saja?
Sejauh ini Betty memang belum mendengar adanya salah satu kerabatnya yang mendapat hukuman dari tradisi turun temurun keluarga papanya itu.
__ADS_1
Sepupunya Alex yang sudah menghamili pacarnya saja malah di kirim ke luar negeri dan bersekolah di sana oleh keluarga. Dan tahun ini sudah tahun ke tiga, Betty juga tak mendengar apa pun kabar dari sepupunya Alex itu.
Bersambung....