
PERHATIAN! part ini mengandung adegan Angelina jolie dengan Brad Pitt. Harap yang belum cukup umur skip saja ya. Takut nanti mamak kalian marah terus nanti kalian nggak dapet uang kuota deh..hehe😁😁✌️✌️🤭
Di sebuah rumah sederhana, tampak sepasang penganti baru bermandikan peluh. Kedua insan itu tengah memainkan peran masing-masing.
Saling berpacu dengan ritme yang pelan bahkan lebih cepat mengikuti keinginan masing-masing untuk segera menuntaskan permainan mereka.
Untuk meredam suaranya, Beauty sampai harus menggigit kain agar suara merdunya tak kedengaran sampai kamar sang ayah.
Setelah cukup lama Juna mengebor sumur Beauty, dengan sekali hentakan pemuda itu muntahankan larva panas dalam rahim istrinya.
"Semoga benih yang aku tanam ini bakal benar-benar jadi kecebong lalu tumbuh menjadi bibit manusia sungguhan. Makasih ya sayank, love you!!"
Beauty hanya tergelak mendengar celotehan Juna yang menurutnya sungguh sangat konyol.
Tanpa melepaskan penyatuan mereka, Juna pun mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut untuk menyalurkan rasa sayang dan cinta yang pemuda itu miliki.
Setelahnya, kecupan itu turun ke dahi lalu turun lagi ke kedua sisi kelopak mata Beauty. Yang terakhir bagian yang sangat membuat Juna sakau.
Bibir nan ranum dan penuh menggoda jika sang istri tengah menggigit bibir bawahnya pada saat penyatuan tadi.
Lalu di lahapnya bibir mungil nan sexy milik sang istri sebagai tanda penutup aktifitas vulkanik mereka.
Meski di awal Juna mengalami kesulitan dan harus di mulai oleh sang istri dan terlebih dahulu. Namun di tengah aktifitas vulkanik mereka, Junalah yang lebih dominan memimpin permainan.
"Untuk seorang pemula, yang tadi itu benar-benar seperti sudah ahli ya," celoteh Beauty.
"Kamu tahu, aku ini masih orisinil sayang masih segel. Dan kamu adalah orang pertama yang merenggut keperjakaanku," sahut Juna membela diri.
"Oh.. iya? lalu aku harus bagaimana?" tanya Beauty sambil bersidekap.
Keduanya masih di atas ranjang yang sama. Dalam satu selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
"Ya kamu harus bertanggung jawab untuk menidurkannya kembali," balas Juna seraya menunjuk kearah belutnya yang tampak berdiri kokoh dibalik selimut.
"Apa kamu belum puas? Tadi kita sudah melakukannya lebih lama sampai ku kelelahan. Aku jadi tak yakin, jika ini baru pertama kali kamu melakukannya?"
Beauty pun menatap skeptis kearah Juna. Meski itu hal yang pertama bagi Juna, namun pemuda itu tampak lihai dalam permainan mereka barusan.
__ADS_1
Padahal Beauty tak tahu, bahwa suami berondongnya sudah mempelajarinya dari modul-modul yang pemuda itu streaming.
"Itu...itu karena aku hanya mengikuti naluri kelelakianku saja yank. Kata orang setiap pria itu memiliki naluri masing-masing bukan?" jawab Juna sambil menggaruk rambut belakangnya yang tidak gatal.
"Benar juga, tapi apa kamu yakin kita akan melakukannya lagi? Lihat ini sudah dini hari, dan yang tadi itu masih terasa sakit," cicit Beauty.
"Apa sakit?!" pekik Juna.
"Sssstt!! jangan berisik nanti bisa mengganggu tidur ayah Junaaa."
"Bagian mana yang sakit sayank? apa kita perlu ke dokter?" tanya Juna dengan memelankan suaranya.
"Tidak perlu, nanti juga sembuh sendiri."
"Tapi yank, aku jadi khawatir. Bagaimana nanti kalau kamu kenapa-kenapa? semisal infeksi atau mengalami pendarahan?"
"Tidak Junaa, sudah lah lebih baik kita tidur saja ya."
"Beneran nggak apa-apa yank?"
"Beneran!!"
Lalu Beauty pun menangkup wajah sang suami berondongnya, dan mengecup singkat bibir pemuda itu.
Cup!
"Sudah hampir pagi, lebih baik kita tidur saja ya," ucap Beauty dengan lembut.
Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya, Juna pun menurut apa yang sang istri ucapkan. Lalu Beauty pun tidur dengan membelakangi suaminya.
Dari belakang Juna pun tampak mengendus-ngendus aroma vanilla yang menguar dari tubuh Beauty.
Setengah berbisik Juna mengucapkan sesuatu tepat di daun telinga wanita berlesung pipi itu.
"Bee, kamu itu kan janda ya?"
"Tentu saja, kamu fikir 4 tahun aku menikah dengan mas Cleo itu cuma main-main saja? kenapa pertanyaanmu aneh sekali Juna?" sahut Beauty dengan tetap membelakangi sang suami.
__ADS_1
"Ya meski pun kamu itu janda, tapi kenapa rasanya masih seperti gadis ya."
Bluussh!
Wajah Beauty nampak memanas, sudah di pastikan kulit putih pada area wajahnya itu merona.
"Kamu ngomong apa sih Junaa?"
"Serius, tadi..tadi aku itu gali punyamu aja susah lo yank!" Juna masih berceloteh dengan pengalaman pertamanya.
Sedangkan wajah Beauty semakin merona memerah bagaikan tomat mengkel serta memanas mendengar celotehan sang suami yang baru saja pertama kali merasakan sensasi indahnya mengarungi samudera rumah tangga.
"Tapi aku menyukainya! Itu jadi sebuah tantangan besar buatku!" ucap Juna lagi bersemangat.
"Sudah malam Junaa tidurlah."
Beauty ingin menyudahi celotehan sang suami yang tampak terdengar vulgar di telinganya.
"Kamu tidak bertanya yank, aku suka bagian yang mana??" tanya Juna seraya mengecup ringan bahu sang istri yang terbuka.
Dan menimbulkan gelanyar yang berhasil membuat wanita berlesung pipi itu merasakan kegelian.
"Junaaa, hentikan! ini sudah malam!" lirih Beauty seraya menahan suara-suara d*sahan merdunya agar tidak lolos begitu saja akibat sentuhan dari Juna.
Juna pun merapatkan pelukannya ke dalam tubuh sang istri. Menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Beauty.
"Apa kamu merasakannya yank? dia bangun lagi!" bisik Juna lagi membuat debaran jantung Beauty meletup-letup.
Tanpa menunggu jawaban sang istri, Juna pun membalikan tubuh langsing wanita itu dengan mudah.
"Apa-apa yang akan kamu lakukan Junaa, ini sudah malam!"
"Aku ingin melakukannya seperti tadi."
Belum sempat menyahuti ucapan sang suami, dengan cepat Juna menyambar bagian yang selalu tampak menggodanya untuk tak hentinya ia menikmati manis madu itu kembali.
"Junaaaa...hmmmp!"
__ADS_1
Dan terjadilah aktifitas vulkanik itu kembali.
...Jujur author merinding nulisnya😵. Ini hanya kehaluan saja ya. Jangan di bayangkan apalagi di praktikan😆 Author kabooorrrr!! 🏃🏃...