
Di pagi hari yang cerah, nampak seorang wanita berlesung pipi terlihat duduk di sebuah taman di belakang mansion keluarganya. Di hadapannya, terduduk sebuah Macbook yang menemani aktivitasnya di pagi itu.
Jari jemari wanita itu dengan lincah berseluncur kesana-kemari diatas macbook miliknya. Wanita itu tengah merevisi skripsi miliknya yang sempat tertunda beberapa waktu lalu karena keadaan.
Disamping ia tengah merevisi skripsi, wanita itu juga sibuk dengan naskah novel yang harus segera ia kumpulkan kepada pihak editor untuk segera di terbitkan.
Naskah novel yang terinspirasi dari kisah nyata dari hidupnya sendiri, ternyata menarik perhatian sebagian para pembaca di sebuah aplikasi menulis online yang baru saja ia geluti.
Dan hari itu juga, ia berhasil menamatkan novel karya pertamanya tersebut. Meski hasilnya tak seberapa, setidaknya ia merasa senang bisa membagi kisah hidupnya kepada orang lain.
Wanita itu pun tersenyum puas seperti akhir kisah tokoh protaganis yang ia tulis. Wanita itu adalah Beauty. Dan tokoh dalam novel tersebut menceritakan wanita itu sendiri .
Lalu di tutupnya macbook tersebut. Sebelah tangannya yang lain nampak mengelus perutnya yang sudah membuncit.
Dan atensinya teralihkan oleh suara yang akhir-akhir ini kerap kali mengganggu hari-hari Beauty.
“Dady! Itu es klim Juliyan Dady!” teriak seorang balita kearah pria yang ia panggil Dady.
“No, ini es krim punya Dady. Julian kan masih kecil,” goda pria tersebut.
“Momy! Dady culang momy...culang!” histeris balita berpostur tubuh gembul itu.
Dari tempatnya Beauty pun hanya mengulas senyum, meski setiap hari ia harus mendengar aduan baby Julian akan sikap jahil sang suami. Ini menjadi moment bahagia sendiri bagi Beauty.
Ya kebahagiaan yang tidak mudah ia raih begitu saja. Perlu pengorbanan dan juga kata restu yang tidak mudah ia dapatkan dulu. Kini kehidupannya berbanding kebalik.
Mami Lola yang dulu sempat membencinya, kini semakin menyayangi Beauty seperti anak kandung sendiri.
Mama Dewi mantan mertuanya sudah bisa berjalan kembali. Namun Sisie kembali gila saat mengetahui kakaknya Cleo sudah meninggal. Dan kini anak yang di lahirkan oleh Sisie di urus oleh Beauty.
Untuk menghormati pengorbanan Cleo mantan suaminya, kini keluarga Cleo yang tersisa di urus oleh Beauty termasuk mama Dewi dan juga Sisie.
Dan Juna, semenjak 2 tahun lalu sikap pemuda itu selalu aneh jika berhadapan dengan Beauty. Pemuda itu selalu menangis tidak jelas, terlebih Juna juga menyayangi mama Dewi dan juga Sisie yang jelas-jelas tidak ada hubungan darah dengan pemuda itu.
Kejadian itu berlanjut hingga sekarang, Bahkan disaat keduanya asyik bertempur di atas ranjang pun. Bukan suara des*han atau pun kalimat sayang seperti pasangan lain jika sedang memadu kasih. Melainkan suara tangisan. Mungkin terdengar konyol, tapi itulah kenyataannya.
“Daddy!” panggil Beauty dari tempatnya.
Sesuai perkiraan Beauty, Juna pun menangis haru di hadapannya dan memohon maaf berulang kali.
“Daddy, sudahlah kenapa kamu memohon maaf terus kepadaku?”
__ADS_1
“Entah yank, hatiku terus merasa sedih jika berhadapan denganmu seperti ini.”
“Cup Daddy! Sudah ya, aku sudah memaafkanmu sejak dulu.”
Kata-kata sederhana itu pula yang sukses membuat sang suami berhenti menangis. Entah karena apa Beauty juga tidak paham. Padahal ia yang hamil, tapi malah suaminya Juna yang nampak mudah sekali cengen.
Semenjak kejadian itu, keluarga Narendra mengangkat Beny menjadi orang kepercayaan mereka. Anehnya, Juna tidak merasa cemburu akan keberadaan Beny.
Padahal Beauty tahu sendiri, bagaimana seorang Juna yang mudah sekali cemburu jika melihat pria lain berada di dekat istrinya.
Baby Julian atau biasa di panggil baby J. Bayi gembul yang hobynya suka mengadu kepada momynya. Bayi laki-laki yang hanya bisa tidur jika memainkan rambut momy seperti suaminya Juna.
Beauty pun menatap haru kepada anak pertamanya yang ia lahirkan penuh dengan perjuangan. Yang membuatnya hampir kehilangan nyawa hingga koma selama sehari semalam lamanya, karena mengalami pendarahan porspartum yang biasa terjadi usai melahirkan caesar.
Kini bayi itu tumbuh dengan sehat tanpa kurang apapun. Meski saat lahir baby J harus di inkubator karena terlahir prematur dalam usia kandungan di minggu ke 35 yaitu belum genap 9 bulan. Akibat sistem pernafasan yang belum berfungsi sempurna.
Namun sekarang baby J tumbuh menjadi bayi yang sehat dan aktif.
Dan kini, belum genap 2 tahun saja Juna sudah berhasil memberi baby J seorang adik. Padahal luka caesar itu masih terasa nyeri jika di rasa. Dan Beauty pun masih menyusui baby J hingga nanti bayi gembul itu genap berusia 2 tahun.
Namun Beauty menikmati moment keriwehannya bersama keluarga kecilnya.
Karena menjadi seorang ibu adalah impiannya semenjak menikah dengan Cleo dulu.
”Beny.” panggil Beauty.
Beny pun mendekat kearah Beauty yang masih betah terduduk di kursi taman sambil memperhatikan baby J dan suaminya bermain kejar-kejaran.
Mami Lola dan papi Tulus menyusul, dan ikut bergabung memonopoli anaknya.
“Iya nyonya?”
“Beny, apa kamu sudah memiliki pacar?” tanya Beauty kepada anak buahnya yang sekarang merangkap menjadi asisten pribadinya bersama Juna.
Beny pun merasa nampak salah tingkah. Karena pertanyaan Beauty yang terdengar tidak biasa. Ia pun menggeleng pelan kearah atasan wanitanya itu.
“Belum nyonya.”
“Memang, kriteria wanita idamanmu seperti apa?” tanya Beauty lagi.
Beny pun nampak mengerutkan kedua alisnya dan semakin merasa heran akan pertanyaan Beauty yang terdengar ambigu.
__ADS_1
“Emm..maaf nyonya, saya ingin jujur hanya saya takut nyonya marah.”
“Marah? Untuk apa aku marah Beny, katakanlah saja,” desak Beauty lagi.
“Begini nyonya, jika boleh jujur kriteria idaman saya seperti nyonya Beauty,” ungkap Beny malu-malu.
“Hah? Seperti aku?” Beauty pun melotot tak percaya.
Jadi, apakah selama ini diam-diam Beny menyimpan rasa untuknya? Tapi semenjak kapan?
Beauty pun berusaha menormalkan detak jantung di hadapan Beny. Ya kali dia jadi salting karena pengakuan anak buahnya sendiri.
“Tapi itu dulu nyonya.”
Beauty pun bisa bernafas lega sekarang. Bagaimana pun ia tidak akan merasa nyaman jika tahu ternyata asisten pribadi sendiri menyimpan rasa kepadanya.
“Aku akan memberimu cuti selama 2 bulan mulai hari ini. Jadi, carilah wanita untuk kamu nikahi Beny, jangan terlalu kaku begitu terhadap wanita. Bagaimana pun hidup itu harus terus berkembang. Dan pesanku jangan sampai mencintai istri orang lagi. Mengerti?”
“Siap! Mengerti nyonya Bee. Terima kasih untuk waktu liburnya. Saya permisi!”
Beny pun langsung bergegas untuk pamit kepada keluarga Narendra. Karena Beny ingin segera menemui seorang gadis yang sempat ia tabrak beberapa hari lalu.
Gadis yang memiliki peringai seperti atasannya. Wanita lemah lembut dan juga mempunyai sifat penyabar.
“Momy! Apa kamu memberi cuti kerja, sama Beny?” tanya Juna.
“Iya Daddy, kenapa?”
“Tidak, Daddy hanya bertanya momy. Hemm...Bagaimana kalau kita cup..cup dulu?”
Beauty yang mengerti akan keinginan suaminya pun hanya bisa menarik nafas pasrah.
“Lalu bagaimana dengan baby J dady?”
“Tenang baby J sedang bermain bersama Baby Yuna ada mami dan papi. Dan juga baby sisternya sayank. Ayolah sayank...aku pengen melakukannya siang hari di panas yang terik seperti ini. seperti waktu kita membuat Baby B ini,” rengek Juna sambil menunjuk kearah bayi dalam kandungan sang istri.
Baby Yuna adalah anak Sisie. Karena Sisie masih dalam perawatan, kini Beauty lah yang merawat bayi yang usianya berbeda setengah tahun lebih tua dari baby J itu. Sesuai janjinya dulu kepada Cleo.
Begitulah Juna, pemuda selengekan yang selalu berkata apa adanya. Pemuda yang berhasil meluluh lantahkan hati Beauty yang sempat cinta mati terhadap Cleo.
Untuk mas Cleo, aku akan mengunjungi pusaranmu nanti mas setelah bayi dalam kandunganku ini lahir. Terima kasih atas segala pengorbananmu waktu itu. Sehingga kini aku bisa merasakan apa yang selama ini aku ingin kan. Semoga mas tenang di alam sana.. Miss u ...
__ADS_1
”Baiklah, tapi pelan-pelan ya.”
...~The End~...