Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Percecokkan


__ADS_3

“Gue tak percaya itu anak gue, kejadian itu belum ada sebulan kenapa dokter tadi malah bilang janin lo sudah berumur 7 minggu. Itu tidak masuk akal!” Ucap Juna ketus terdengar jelas oleh siapa saja yang ada di ruangan makan itu.


Juna sendiri merasa sangat janggal akan usia kandungan Betty yang menurutnya tak sesuai dengan waktu kejadian mereka.


Deg!


Betty pun mematung di tempat. Gerakan tangannya terhenti seiring kalimat menohok yang Juna lontarkan kepadanya.


Tak hanya Betty yang terdiam terpaku, Mami Lola dan Papi Tulus pun turut menghentikan aktivitas mereka memilih menu makanan yang tersaji di atas meja.


“Apa maksudmu Juna?! Jaga ucapanmu! Jangan bicara sembarangan jelas-jelas kamu sudah menodai kesucian Lova, sekarang kamu malah meragukan janin dalam kandungannya? Mama kecewa sama kamu Juna!” sela Mami Lola membela calon mantu kesayangannya.


“Mami, nggak apa-apa. Lova sudah mengira jika Juna akan berucap seperti barusan,” lirih Betty sambil pura-pura menyeka air matanya.


Di saat ketegangan terjadi di atas meja makan itu, hanya Beauty yang tak terpengaruh sama sekali akan obrolan yang menurut wanita itu tidaklah begitu penting. Karena pada dasarnya, ia sudah mengetahui segalanya daripada yang lain bahkan dari suaminya ketahui sekali pun.


Ia tidak salah memilih Beny untuk membantu menyelesaikan masalah dalam rumah tangganya. Beny begitu cepat dalam bertindak, tak butuh waktu sampai 24 jam lamanya. Semua informasi yang sudah Juna kumpulkan, mampu Beny dapatkan dengan mudah.


Apalagi kini Beauty berhasil memegang kartu As yang akan ia keluarkan nanti saat permainan akan berakhir.


Wanita berlesung pipi itu terus saja makan, karena memang akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat pesat akibat rasa lapar yang mendera. Meski keesokan paginya ia harus memuntahkannya kembali.


Beauty sangat menikmati hasil masakannya sendiri, meski bukan semuanya ia yang masak. Karena semenjak mengetahui kehamilannya, ia merasa sangat tidak menyukai bahan dasar bumbu masakan terutama bawang merah.


Jadi semua bahan, bi Tum lah yang menyiapkan. Beauty hanya tinggal memasak, dan mentaste rasa saja.


“Mi, sampai Juna sudah sebesar ini masa mami belum bisa mengenal siapa Juna? Juna tidak mungkin melakukannya, ini pasti Betty yang sudah menjebak Juna!” ucap Juna yang tiba-tiba lepas kontrol emosinya.

__ADS_1


“Jaga ucapanmu Juna! Yang pantas kamu katakan seperti itu justru istrimu itu! Dia kan janda, bisa jadi dia masih berhubungan dengan mantan suaminya itu! Iya kan? Banyak kok yang melihatnya!” sentak Mami Lola yang sudah terpengaruh oleh kata-kata Betty.


“Mi, sudah jangan marah-marah. Nanti sakit mami kambuh lagi,” lerai Papi Tulus.


“Papi diam saja!”


Mendengar namanya di angkat ke topik utama pembicaraan membuat Beauty menghentikan aktivitasnya.


Tanpa permisi Beauty menegakkan tubuhnya, dan berucap sesuatu yang sukses membuat seisi meja makan terdiam.


“Saya sudah selesai makannya tuan dan nyonya, oh..iya saya lupa bilang. Mungkin awalnya status saya saat menikah dengan Juna memanglah hanya seorang janda, namun saya masih tahu diri. Saya tidak akan pernah merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain. Apalagi menggunakan cara buruk seperti yang nyonya Lola tuduhkan ke saya, bisa jadi mawar yang anda sirami setiap hari itu lebih beracun daripada bisa ular yang mematikan,” ucap Beauty dengan serius seraya melirik singkat kearah Betty.


Entah keberanian darimana, tiba-tiba saja Beauty berani berkata yang sepertinya terlihat sangat lancang.


Deg!


Tidak! Ini tidak mungkin! Tidak mungkin Beauty tahu semua kebohonganku. Aku sudah pastikan semua aman. Bahkan aku memiliki video dan juga foto saat tidur bersama Juna. Tapi dari caranya berkata, sepertinya Beauty memang sudah mengetahui sesuatu. Apa yang harus aku lakukan?


“Maafkan kelancangan ucapan saya, saya permisi!” pamit Beauty yang langsung meninggalkan meja makan tanpa peduli yang lain belum memulai menyantap hidangan makan malam mereka.


Di belakangnya, Juna mulai mengikuti langkah sang istri.


“Papi, mami ! Juna benar-benar kecewa sama kalian! Beauty adalah istri Juna. Terlepas siapa dia? Juna tidak peduli! yang Juna tahu hanya, Juna mencintai Beauty. Tidak ada perempuan lain yang bisa menggantikan Beauty di hati Juna!”


“Juna harap, papi dan mami bisa menerima kehadiran Beauty. Dan untuk lo Bet! pernikahan kita nanti hanya terpaksa karena gue merasa tidak pernah melakukan apapun sama lo! Gue tidak habis fikir, kenapa lo bersikeras meminta laki-laki yang sudah beristri untuk menikahi lo. Padahal laki-laki di luar sana banyak! Tapi lo merusak kebahagiaan hidup gue!” geram Juna seraya menunjuk-nunjuk kearah Betty.


Tanpa menunggu balasan dari siapa pun, Juna meninggalkan meja makan lalu naik ke lantai atas untuk menyusul sang istri.

__ADS_1


Derit kaki kursi yang bergeser menandakan kepergian Juna yang di liputi rasa kecewa yang begitu dalam.


Mami Lola pun meraih sebuah botol yang selalu tersimpan dalam saku piyama tidurnya. Mengambil 2 butir pil lalu meminumnya. Berbicara seperti tadi sungguh mampu membuat seluruh tubuhnya bergetar.


Setelah 2 butir pil sudah tertelan, keadaan Mami Lola sudah kembali normal. Rasa sesak yang wanita paruh baya itu rasakan berangsur menghilang.


Acara makan malam yang seharusnya berjalan dengan kidmat, berakhir berantakan karena kedatangan Betty di tengah-tengah keluarga mereka.


Selepas kepergian Beauty dan juga Juna, Betty pun menangis histeris untuk mencari simpati kedua calon mertuanya.


“Lova sayang, maafkanlah atas ucapan Juna ya? Jangan diambil hati, kasihan nanti janinmu ikut depresi,” ucap Mami Lola mengingatkan.


“Lova sakit mi! Sakit! Bagaimana mungkin Juna tak mengakui keberadaan darah daging kami ini.”


Betty terus menangis agar Mami Lola semakin simpati kepadanya. Sedangkan Papi Tulus bingung harus berbuat apa dan harus membela yang mana.


**Hai kka readers tercinta 🙋


Otor mohon maaf, jika alurnya menurut kalian terbelit-belit, atau bhkan kesan'y lelet. Knpa otor tdk membongkar kbhongan Betty? Jwaban'y krna otor tdak ingin trburu-buru sesuai arahan dri editor..


Pda bab ini otor sngaja munculkan prubahan sikap Beauty yg tdk sprti biasanya. Bgaimana sikap Beauty mnghadapi kbhongan² yg Betty tampilkan ddpan kluarga Juna ? Biar ikutan geregetan..😁


Otor brhrap kalian bsa menikmati alurnya, nanti ada wktunya otor akan kasih apa yg kalian inginkan.


Trima ksih sdh stay di karya receh ini..


Lope u readers 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2