
Dari jauh seorang pemuda mengepalkan buku-buku jarinya hingga memutih.
Lalu memukul-mukul stang kemudinya untuk menyalurkan rasa kesal serta cemburu yang mendera.
"Apa ini artinya kamu akan kembali ke mantan suamimu itu lagi Bee?"
Pandangan matanya menatap nanar kearah laki-laki dan perempuan yang terlihat saling melempar senyuman.
Kebetulan rumah kontrakan Beauty pintunya terbuka karena memang peraturan daerah situ begitu jika ada tamu.
Jadi pemuda itu bisa melihat langsung keadaan di dalam sana dari tempatnya memarkir mobil.
Tiba-tiba suasana diantara Cleo dan Beauty berubah menjadi hening.
Entah keduanya sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
Setelahnya, Cleo mulai memberanikan diri. Pria tampan berbulu halus pada rahangnya itu, terlihat meraih telapak tangan Beauty lalu menggenggamnya.
"Bee, mungkin sikap mas ini terkesan mendadak dan sangat kurang ajar. Tapi mas tidak bisa menahannya. Sebenarnya mas masih mencintaimu Bee, mas berharap hubungan kita bisa seperti dahulu lagi. Jadi maukah kamu kembali bersamaku lagi Bee?" ungkap Cleo dengan tulus dan tatapan penuh iba.
Deg!
Beauty tak tahu harus menjawab apa. Ia sendiri tak menyangka jika Cleo mengajaknya rujuk secepat ini. Padahal pria itu baru saja bercerai dengan istri keduanya.
Dengan perlahan Beauty menarik tangannya kembali dari genggaman Cleo.
Entahlah, Beauty merasa perasaannya kini terhadap pria yang pernah mengisi hari-harinya itu mulai menyurut.
Tak ada rasa mendamba lagi seperti dahulu. Apakah ini artinya ia sudah mulai move on dari mantan suaminya itu?
"Mas, maafkan aku. Untuk saat ini aku hanya ingin sendiri. Jujur saja aku masih merasakan trauma dengan hubungan kita di masa lalu. Rasa sakit itu masih membekas, jadi maafkan aku mas."
Cleo hanya bisa tersenyum hambar. Ia terlalu terburu-buru mengajak Beauty untuk rujuk. Meski hanya sebuah penolakkan yang kini ia dapatkan.
Namun Cleo masih merasa yakin, jika Beauty masih mencintainya. Karena ia begitu mengenal seperti apa seorang Beauty jika sudah mencintai seseorang.
Mungkin, untuk saat Beauty hanya butuh waktu untuk menerimanya kembali. Cleo akan berusaha bersabar.
__ADS_1
"Sudah malam mas, lebih baik mas Cleo pulang? Tapi mas Cleo akan menginap dimana?" tanya Beauty mengalihkan ketegangan yang tercipta diantara mereka.
"Hemm, mas akan menginap dirumah sakit untuk menemani mama. Entah kemana perginya Sisie, anak itu selalu saja bermain sesuka hatinya."
Beauty baru ingat, jika Sisie berada satu kampus dengannya. Tapi memang benar, akhir-akhir ini Beauty tidak menjumpai gadis itu. Hanya temannya Marion yang Beauty sering jumpai.
"Mungkin Sisie lagi sibuk sama skripsinya mas. Kapan-kapan aku akan ke rumah sakit menjenguk mama Dewi."
Meski mama Dewi pernah menorehkan luka di hatinya, namun bagaimana pun wanita paruh baya itu pernah menjadi ibu mertuanya dulu.
"Baiklah, mas pulang. Jaga diri baik-baik ya Bee. Jangan lupa tutup pintu serta jendelanya. Karena kamu hanya tinggal seorang diri disini," pesan Cleo sebelum pria itu beranjak dari tempat duduknya.
"Iya mas, terima kasih perhatiannya."
"Terima kasih untuk teh Rosellanya, aku menyukai teh Rosella buatanmu Bee."
Beauty hanya tersenyum samar.
"Kapan-kapan aku akan membeli stok teh bunga Rosella yang banyak untukmu mas."
"Terima kasih, aku pulang dulu Bee. Jaga-jaga diri baik-baik ya."
"Oh..maaf mas lupa, ya sudah selamat malam."
"Malam juga mas."
Bukan tanpa alasan Beauty menerima mantan suaminya di kehidupannya kembali. Menerima rasa sakitnya yang masih membekas.
Dan bukan berarti pula ia ingin kembali ke dalam pelukan pria tampan itu. Karena Beauty hanya ingin berdamai dengan masa lalunya.
Meski setiap melihat wajah mantan suaminya itu selalu terbayang rasa sakit pengkhianatan yang pernah pria itu lakukan kepadanya.
Bukankah Tuhan mengajarkan kita untuk saling memaafkan? Begitu pun yang kini tengah Beauty coba terapkan pada dirinya sendiri.
Beauty pun menatap kepergian Cleo dari punggung pria tersebut. Sebenarnya Cleo suami yang baik.
Namun karena ujian dalam rumah tangga mereka dahulu membuat pria itu salah arah dan tersesat.
__ADS_1
Saat Beauty akan berbalik untuk masuk ke dalam rumah. Sekilas ia merasa ada mobil yang melaju cepat melintasi depan rumahnya.
Dan sepertinya ia mengenali siapa pemilik mobil tersebut.
"Juna?"
...💐💐...
Pagi-pagi sekali Beauty terbangun. Seperti biasa wanita berlesung pipi itu akan merapikan tempat tidurnya lalu mulai memasak sarapan untuk dirinya sendiri.
Setelah ia selesai memasak, ia putuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memulai aktivitasnya di pagi itu.
Tak lama usai membersihkan diri, Beauty menikmati sarapan bikinannya sendiri. Sebuah sandwich sederhana serta segelas susu.
Saat ia tengah asyik menyatap makanannya, tiba-tiba sebuah mobil alphard berwarna putih terparkir di depan rumah kontrakannya.
Beauty merasa terheran-heran, siapa gerangan pagi-pagi sekali bertamu ke rumahnya?
Tak berselang lama, keluarlah si empu pengendara alphard putih itu. Seorang wanita berumur yang masih terlihat cantik dan bugar.
Sambil menjinjing tas brandednya, wanita itu menghampiri pintu rumah Beauty.
"Permisi, apa ada orang?" teriak wanita itu.
Tak lama pintu pun terbuka menampilkan Beauty yang memakai baju rumahan sederhana.
"Ibu Lola, silahkan masuk bu!" seru Beauty yang sangat terkejut dengan kedatangan ibu dari atasannya itu.
"Ini rumahmu?? Kenapa berdebu sekali ?!" celoteh bu Lola sambil terbatuk-batuk.
Rumah yang Beauty tempati memang rumah sederhana, belum pernah renovasi. Dan tampak lubang di sana sini.
"Saya akan ambilkan minum untuk bu Lola, sebentar."
"Tidak perlu!" cegah bu Lola.
"Langsung ke intinya saja, disini saya tidak akan lama. Ini surat pengunduran dirimu dan ini uang pesangonnya," tegas bu Lola seraya menyerahkan selembar kertas yang sudah berstempel perusahaan serta amplop berwarna coklat sedikit tebal.
__ADS_1
"Maksud bu Lola?"
...Jangan lupa dukungannya ya readers.🤭 Maaf nih author maksa banget, habis tanpa dukungan kalian author bagaikan ambulans tanpa iuw...iuw...🤭😆...