
"Hallo! siapapun itu tolong bukain pintu ini!" teriak Beauty dari dalam toilet.
Hening tak ada seorang pun yang menyahutinya. Toilet yang Beauty masuki memang letaknya begitu dalam dekat bangunan gedung tak terpakai.
Karena dulu bangunan itu memang digunakan aktivitas mahasiswa dan tempat laboraturium, namun karena bangunannya yang sudah agak tua dan perubahan rekontruksi dari pihak yayasan maka ruangan tersebut di pindahkan ke gedung baru.
"Siapapun yang diluar ! tolong bukain pintu ini!" teriak Beauty lagi.
Nafasnya sedikit tercekat karena udara oksigen dalam ruangan yang berukuran 2x2 meter itu semakin menipis.
Belum aroma khas toilet umum yang menyeruak memenuhi indra penciumannya sedikit membuat wanita berlesung pipi itu merasa mual. Dan benar saja tak lama setelah itu, Beauty memuntahkan apa saja yang sudah ia makan tadi pagi karena tiba-tiba rasa mual begitu bergejolak dalam perutnya.
Dari luar tampak terlihat seseorang tersenyum menyeringai.
"Rasain loe! selamat terkunci di toilet busuk itu! Salah loe sendiri nyari masalah sama gue, kak Juna itu cuma milik gue! dasar janda mandul nggak tahu diri!" umpat seseorang itu lalu ia beranjak sambil menutupi wajahnya dengan masker berwarna hitam.
***
"Dimana ya Beauty? kok lama banget sih ke toiletnya apa ia nyasar ya?" gumam Juna saat menunggu wanita itu di depan kelasnya.
"Hei bro! anak mami! lama nggak kelihatan ya makin unyu aja, by the way dimana babybrother yang biasa ngekorin loe kemana-mana kok nggak kelihatan sih?" ejek seorang pemuda yang tengah merangkul pundak Juna seraya menarik pandangan berganti arah seperti tengah mencari sesuatu.
"Lepasin gue brengs*k!" sentak Juna.
"Eleh-eleh..anak mami marah ya? cup-cup jangan nangis ya?" ejek pemuda itu lagi.
Juna pun semakin kesal karena ejekan pemuda itu. Lalu ia menoyor kepala pemuda itu dengan keras.
Ceplakk!
"Astoge! kenapa loe noyor kepala gue beneran? gue kan cuma bercanda kali om!" ucap pemuda yang bernama Darren itu.
"Om! am Om! gundulmu itu! Gue lebih unyu dari loe ya. Loe aja yang udah bangkotan! Harusnya loe kan dah lulus dari tahun-tahun kemarin!" ejek Juna balik.
Darren pun hanya meringis. Memang benar harusnya pemuda itu sudah lulus dari tahun kemarin
Namun karena suatu alasan konyol ia memilih menunda skripsinya hanya karena ingin menemani sang kekasih hati yang berstatus adik kampusnya yang masih beberapa tahun lagi untuk bergelar sarjana.
Pemuda itu merasa takut, jika ia telah lulus maka kekasihnya akan melirik pria lain dan memutuskannya.
Jika ada nominasi pria terbucin, mungkin Darren lah yang akan menjadi juaranya. Pemuda itu rela melakukan apa saja demi sang pujaan hati.
"By the way kenapa kelihatan gelisah begitu bro? bodyguard loe juga kemana?" tanya Darren.
"Gue lagi nunggu seseorang."
__ADS_1
"Siapa? pacar baru loe?" tanya Darren penasaran.
"Bukan, masih gebetan sih. Udah lah loe kepo!" ketus Juna.
"Yey! bukannya loe lagi deket sama Sisie mahasiswi semester 3 itu?"
"Gue nggak tertarik sama dia, lagian dia yang deketin gue duluan bukan gue!"
"Ya..ya terserah loe dah, orang cakep mah bebas!"
"Daripada loe bucin akut! lagian cewek loe siapa tuh namanya gue lupa__?" Juna pun menjeda kalimatnya.
"Valerie!"
"Ya..itu dia Valerie belum tentu jodoh loe juga kali di kemudian hari!" ejek Juna lagi.
"Biarin, orang gue yang bucin daripada loe nggak ada yang dibucinin!" sungut Darren.
"Ada gue tapi nanti! udah gue mau nyari Beauty dulu. Awas loe minggir ngalangin jalan gue!"
"Siapa gebetan loe? Beauty? rasa-rasanya gue kaya kenal nama itu.Tapi dimana ya?" ucap Darren sambil mengingat-ingat.
Juna pun mengabaikan pertanyaan Darren, lalu melewati pemuda itu begitu saja.
***
Langkah Juna pun menelusuri setiap koridor dan toilet di setiap lantai gedung kampus. Namun pemuda berambut silver itu tak kunjung menemukan titik temu dimana wanita berlesung pipi itu berada.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang sepertinya adik kampusnya terlihat dari penampilannya yang cupu datang menghampirinya.
"Permisi kak Juna!"
Juna pun tampak mengerutkan alisnya melihat orang yang menghampirinya. Karena merasa tak mengenalnya Juna pun mengabaikan orang itu.
"Kak! kak Juna! apa kaka sedang mencari kakak cantik yang berangkat bareng kaka tadi?" teriak gadis cupu itu.
Juna pun menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap kearah gadis cupu itu.
"Loe tahu dimana Beauty berada?" tanya Juna dengan tatapan setajam elang.
Glek !
Gadis itu terasa susah untuk menelan salivanya sendiri. Sambil membetulkan letak kacamatanya, gadis itu mencoba menghalau rasa gugup yang mendera akibat tatapan menusuk dari Juna.
"Tadi..saya lihat kaka cantik masuk kearea gedung yang sudah tidak dihuni lagi kak disana kak," jelas gadis itu seraya menunjuk kearah bangun gedung yang berada di area dekat parkiran.
__ADS_1
"Oke, thank!"
"Sama-sama kak Juna," balas gadis itu sambil tersenyum malu-malu.
"Ouwh..kak Juna bilang makasih sama gue! so sweet banget sih. Eh tunggu! nggak yang lihat kan?" gumamnya seraya melirik kearah kanan dan kiri.
"Untung nggak ada fans kak Juna yang lihat bisa-bisa di jadiin ayam geprek nanti aku, cabut ah!"
***
Di Perusahaan CS grup
Hueek! hueeek !
Terdengar seseorang tengah memuntahkan segala isi perutnya di depan westafel. Saat hendak melakukan metting dengan klien yang dari luar kota, tiba-tiba saja pria itu merasakan mual yang bergejolak hebat di dalam perutnya.
Pintu ruangan Ceo pun terbuka, menampilkan wanita dengan perut buncitnya datang tergopoh-gopoh memasuki ruangan.
"Apa yang terjadi Del ? apa bos mu melupakan meminum obat mualnya?" cerca Tere bertubi-tubi kepada asisten suaminya yang bernama Delion.
"Sepertinya tuan Cleo sudah meminum obatnya tadi pagi nyonya, tapi entah kenapa mual tuan Cleo kambuh lagi," tutur pemuda itu dengan menundukkan kepalanya.
"Ya sudah! minta ob buat buatin minuman jahe hangat untuk suamiku. Apa ada jadwal metting hari ini?"
"Ada nyonya, sekitar 1 jam lagi tuan Cleo harus menghadiri metting dengan klien yang berasal dari luar kota," jelas Delion.
"Oke siapkan berkas-berkasnya, aku yang akan menggantikan suamiku."
Cleo yang terlihat lemas tak bertenaga pun tampak menggeleng pelan.
"Kenapa mas?"
"Kamu sedang hamil tua, aku takut kamu kenapa-kenapa sayang," jawab Cleo lemah.
"Mas tidak perlu khawatir, aku dan bayiku kuat kok. Daripada mual mas kambuhan terus begini."
"Hmm...yasudah lah, aku harap kamu berhasil menggarap proyek mereka seperti biasanya."
"Itu pasti mas! ya sudah mas istirahat saja di sini sebentar lagi ob akan datang bawakan minuman hangat buat mas."
"Terima kasih sayang."
Senyum menyeringai terbit dari kedua sudut bibir wanita muda berambut cranberry red itu. Ada maksud tersendiri ia ingin turun tangan langsung menangani masalah perusahaan suami sirinya Cleo.
Sebenarnya keadaan seperti itu sangat memberikan peluang besar untukku sedikit demi sedikit untuk menguasai perusahaan ini. Tapi aku masih penasaran, jika benar sakit mas Cleo ini hanya sindrom couvade. Lalu siapa wanita itu? Sampai saat ini aku belum menemukannya.
__ADS_1