
Juna pun menghampiri sang istri Beauty yang lebih dulu memasuki ruang rindu mereka. Ruangan yang menjadi saksi bisu dimana keduanya memadu kasih bersama. Menumpahkan rasa cinta yang menggelora yang kebanyakan pengantin baru rasakan.
“Bee,” panggil Juna saat tak mendapati sang istri di atas ranjang mereka.
Lalu Juna pun bergegas lari menuju kamar mandi yang ada di kamar mewahnya. Namun sama, hanya kekosongan yang pemuda itu dapatkan.
Namun samar-samar, daun telinga Juna menangkap suara isakan kecil yang hampir tak terdengar. Karena penasaran, Juna pun mengikuti arah suara itu yang ternyata berada di luar balkon kamarnya.
“Fyuhh!” Juna pun merasa lega ternyata istrinya benar ada di balkon kamarnya.
Dengan perlahan, Juna pun membuka pintu kaca yang menghubungkan kamarnya dengan balkon. Saat pintu terbuka, dalam penerangan lampu temaram Juna mampu melihat seorang wanita yang menatap angkasa di atasnya yang di penuhi bintang-bintang malam.
Juna pun secara perlahan mendekat, sudah ia pastikan wanita berlesung pipi itu pasti tengah menangis terlihat dari bahasa tubuh Beauty yang bergetar nampak dari belakang.
“Bee.” panggil Juna lagi.
Beauty pun buru-buru menyeka cairan bening yang sudah lolos membasahi area wajahnya.
“Jangan di hapus! Aku tahu kamu sedang menangis, aku kesini untuk meminjamkan bahuku untuk tempatmu bersandar,” ucap Juna seraya mendekati sang istri yang masih enggan beranjak dari tempatnya.
Juna pun memeluk Beauty dari belakang, menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher sang istri dan menghirup dalam-dalam aroma bayi bercampurkan rasa manis vanilla yang menguar dari tubuh sang istri.
“Juna, kamu kesini? Kamu kan belum makan,” ucap Beauty.
“Rasa cintaku kepadamu mengalahkan rasa laparku Bee.”
“Huh! Gombal!”
Juna tahu istrinya Beauty pasti menangis karena ucapan dari mamanya yang ia sendiri nilai tanpa perasaan. Bagaimana mungkin, istrinya Beauty di tuduh hamil dengan pria lain? Sedangkan sebagai suami, Juna tahu hanya belut perkasanya yang selalu memasuki sarang milik istrinya. Dan sudah di pastikan, anak itu adalah darah dagingnya.
“Bee, maafkan atas ucapan mama barusan ya? Kamu tahu kan kenapa mama bilang begitu? Ini semua karena pengaruh adanya Betty di rumah ini.”
__ADS_1
“Juna, aku hanya ingin bertanya kepadamu,” ucap Beauty yang tiba-tiba membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya Juna.
“Katakan, kamu ingin bertanya apa? Sebisa mungkin aku akan berusaha menjawabnya,” sahut Juna sambil tersenyum manis.
“Apa kamu menyesal menikahiku? Apa kamu menyesal menikahi seorang janda sepertiku? Apa kamu menyesal menikahi wanita miskin.....”
“Sssssttt!! Sudah jangan di teruskan sayank. Bagiku menikah denganmu adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang Juna. Hidupku berwarna setelah aku menemukanmu, bahkan ternyata aku sudah mencintaimu disaat statusmu masih menjadi milik orang lain. Pantesnya aku ini di sebut pebinor saja,” gurau Juna mencoba menghibur kesedihan yang istrinya rasakan.
Beauty pun sedikit tergelak mendengar penuturan dari Juna. Jika ia menyadari perasaan Juna sedari dulu, mungkin ia tidak akan merasakan sakit akibat perselingkuhan yang Cleo lakukan dahulu.
Namun apalah daya, Beauty bukan wanita yang mudah berpaling hati. Baginya mencintai seseorang itu tidak butuh waktu satu menit, tapi justru melupakannya adalah hal yang tersulit.
“Tapi Juna, di bandingkan dengan Betty aku tidak ada apa-apanya. Latar belakang kita sangatlah jauh berbeda, tentu saja mamimu malu untuk mengakuiku sebagai menantu karena latar belakangku yang tidak jelas dan tidak menarik untuk di bahas dalam moment apa pun,” ucap Beauty dengan suara bergetar, cairan bening dengan rasa asin itu kembali luruh membasahi wajahnya yang sudah merona.
Tangan Juna pun terulur untuk menghapus air dengan rasa asin itu dari wajah sang istri.
“Sudah ku bilang, bagiku latar belakang itu tidaklah penting. Bagiku sekarang kamu sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku. Kamu tahu? Pemuda slengekan ini sebentar lagi akan menjadi seorang ayah!” seru Juna seraya mengelus lembut perut Beauty yang nampak menonjol sedikit.
“Dulu waktu kecil aku pernah bermimpi bisa menikah sekali seumur hidup dengan seorang pangeran yang mengendarai kuda putih. Namun aku salah, ternyata aku bukanlah cinderella seperti dalam kisah negeri dongeng.”
“Kehidupan rumah tangga yang aku jalani, tak seindah cerita-cerita para motivator. Menyandang status janda juga bukanlah keinginanku. Bahkan sekarang aku bisa menikah sampai 2 kali juga bukan suatu kebanggaan bagiku Juna. Aku benci statusku ini!”
“Hei! Dengerin aku dulu sayank! Dengerin..statusmu sekarang bukanlah janda lagi tapi sudah menikah. Itu hanya masa lalumu saja, lupakanlah.”
“Lalu bagaimana dengan pernikahanmu bersama Betty minggu depan? Jika kamu sudah menikah bersama Betty, apa kamu juga akhirnya akan menceraikan aku? Jawab Juna!”
”Sayank, aku berjanji pernikahanku bersama Betty itu tidak akan pernah terjadi sampai kapan pun. Hanya kamulah istriku satu-satunya di hidupku. Bukan Betty atau siapapun. Aku akan membuktikan semuanya nanti saat waktunya sudah tiba, jadi bersabarlah” ucap Juna dengan yakin meski tak sepenuhnya.
“Aku pegang janjimu Juna, kalau sampai kamu ingkar dan aku bunuh diri. Kamulah orang yang pertama yang ingin aku bunuh setelah menjadi hantu!” ancam Beauty.
Beauty sengaja menutupi segala yang ia ketahui dari suaminya Juna. Ia hanya ingin melihat, sampai mana Juna akan memperjuangkan dirinya di hadapan keluarga Narendra.
__ADS_1
“Jika hantunya cantik sepertimu, aku rela kok untuk kamu culik bahkan kamu jadikan budak asal bisa terus bersamamu,” balas Juna enteng.
“Juna nggak lucu! Aku serius dengan ucapanku!”
“Aku lebih serius yank.”
Kedua pasangan suami istri itu pun nampak terdiam, saling menatap satu sama lain. Seolah terhipnotis, Juna pun menangkup wajah Beauty dengan kedua tangan dan mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Beauty.
Menyadari apa yang selanjutkan akan terjadi, Beauty pun menutup kedua kelopak matanya. Dan benar, terasa benda yang dingin dan bertekstur kenyal menyapu lembut area sensualnya menimbulkan getaran yang membangkitkan gelora asmara dalam dirinya.
Sapuan lembut yang awalnya berupa kecupan, kini berganti menjadi lum*tan kecil yang menyalurkan getaran listrik yang mampu direspon oleh seluruh tubuh.
Juna pun menarik tengkuk sang istri dan memperdalam cumbuannya. Menggigit sedikit permukaan kenyal itu agar terbuka, dan ia pun mulai bebas mengeksplor area yang selalu membuatnya sakau setiap kali memetik madu dari sarangnya.
Setelah hampir cukup lama keduanya saling bercumbu mesra, Juna pun melepaskan pagutannya setelah di rasa oksigen mulai menipis di antara mereka.
Begitu terlepas, keduanya pun saling berebut oksigen yang berada di sekitar mereka. Nafas keduanya pun nampak tak beraturan.
Juna pun menatap wajah merona sang istri yang begitu menggemaskan.
“Kita teruskan di dalam saja ya yank, di luar udaranya dingin. Aku takut kamu masuk angin nanti,” ujar Juna yang matanya mulai sayu tertutup kabut cinta.
Beauty pun mengangguk patuh mengikuti keinginan sang suami. Dan tanpa di duga, Juna pun membopong tubuh sang istri ala bridal style.
“Juna, turunkan. Aku berat!” pekik Beauty.
“Tidak kok! yang berat itu menahan si Joni untuk tidak memasukimu,” balas Juna asal.
“Ih kamu nakal! Ingat ya pelan-pelan.”
Kedua pasangan suami istri itu pun menikmati waktu malam mereka sebagai suami istri. Tanpa mereka sadari dari kamar yang lain, seseorang tengah memperhatikan keduanya dengan derai penuh air mata yang mengucur deras.
__ADS_1
Lanjut nggak nih?? Jangan lupa dkungannya like, koment dan votenya ya.. 🤭