
“ Baik! Saya akan melakukannya. Namun saya juga punya satu syarat.”
Ruangan itu pun tampak hening, lalu semenit kemudian Papi Tulus mulai membuka suaranya kembali.
“Satu syarat apa yang ingin kamu ajukan Juna?” tanya Papi Tulus dengan menatap lurus kearah putra semata wayangnya.
Betty yang berada di paling sudut pun mulai harap-harap cemas akan syarat yang akan Juna ajukan jika mereka menikah nanti..
“Kalian semua kan sudah tahu sendiri, Juna sudah menikah dengan Beauty sebulan yang lalu. Juna ingin papi, mami, om dan tante bisa menerima kehadiran istri pertama Juna,” tekan Juna kepada semua pihak yang ada di dalam ruangan itu.
“Apa?!” pekik mam Sulis dan juga om Pram bersamaan.
Kedua orang tua Betty pun terkejut bukan main atas ide gila Juna yang barusan pemuda itu cetuskan. Tidak jauh berbeda dengan kedua orang tuanya, Betty pun sampai membelalakan kedua matanya menatap tak percaya kearah Juna.
Saking terkejutnya, hingga tanpa sadar Betty meremas dengan kuat sofa yang ia duduki dan memberikan cakaran dari kukunya yang tajam di sana.
Apa?! Jadi Juna akan membawa Beauty kesini? Ini tidak bisa aku biarin!
“Aku tidak setuju!” sanggah Betty sambil berdiri.
Betty mulai menyuarakan keberatan serta ketidak setujuannya akan syarat yang di ajukan oleh Juna. Hanya karena cinta gadis yang dulunya baik hati kini berubah menjadi egois. Cinta memang membutakan hati siapa saja yang merasakannya.
“Kenapa? loe kan tahu sendiri gue sudah menikah dengan Beauty. Apa loe juga punya niat untuk merebut suami sahabat lo, dan menjebak gue seperti ini?! Gue yakin ada sabotase dalam hal ini," sarkas Juna.
“Juna jaga ucapanmu!” timpal Papi Tulus karena merasa malu sendiri akan sikap anaknya yang seperti tidak ingin mengakui perbuatannya.
Betty pun terpaku mendengar ucapan Juna, mungkinkah Juna sudah mengetahui bahwa ini hanyalah akal-akalannya saja.
Dengan kesal Betty pun kembali duduk di tempat.
__ADS_1
“Sayang yang tenang!” hibur mama Sulis.
“Baik om terima syaratmu itu Juna, tapi kamu juga harus menepatinya dengan menikah Betty putri om," tekan balik om Pram.
Juna sebisa mungkin berusaha untuk tetap tenang dan meredam emosinya. Padahal dalam hatinya, ia ingin sekali berteriak bahwa ia tak melakukan apapun terhadap Betty. Namun siapa yang akan percaya? Semua sudah memergokinya dalam keadaan n*ked bersama Betty di apartemen gadis itu.
“Baik om, tapi ijinkan Juna membicarakan semua hal ini kepada istri Juna Beauty terlebih dahulu. Bagaimana pun Beauty berhak tahu atas apa yang terjadi dengan saya. Dan semua masalah ini, Karena Juna tidak akan melakukannya tanpa restu dari istri Juna, Beauty," tutur Juna lagi.
Semua yang ada di sana pun saling melempar tatapan satu sama lain semenit kemudian mengangguk tanda menyetujui usulan yang Juna berikan.
“Papi yakin, kamu adalah pria yang bertanggung jawab dan bisa adil terhadap istri-istrimu nanti. Kalau kamu sampai tidak bisa, papi akan benar-benar tidak mengakuimu sebagai anak papi," gurau Papi Tulus seraya menepuk bahu putranya pelan dan mengurai senyum di wajah keriputnya yang sempat menegang.
“Oke, jadi masalah ini selesai ya Pram. Maafkan kekurang ajaran anakku sehingga harus berakhir seperti ini. Ini semua terjadi juga di luar skenario kita semua. Kita sebagai orang tua juga harus melakukan hal yang terbaik untuk anak-anak kita, sekali lagi saya dan keluarga memohon maaf kepada kamu dan juga nak Betty. Percayalah Juna adalah laki-laki yang bertanggung jawab,” jelas Papi Tulus panjang.
“Maafkan juga putriku yang tidak bisa menjaga kehormatan keluarga kami mas Tulus. Semoga dengan ini, bisa memberi pelajaran untuk kita semua untuk lebih memperhatikan putra dan putri kita agar tetap hati-hati dalam bertindak,” balas Om Pram dengan senyuman.
Karena sedari awal, Juna memanglah mantu idaman mereka. Mungkin akan jauh berbeda reaksinya jika pasangan suami istri itu tahu fakta yang sebenarnya.
Setelah masalah yang sempat membuat shock sekeluarga, akhirnya berakhir dengan damai secara kekeluargaan.
Tugas Juna hanya satu, bagaimana nanti ia akan menjelaskannya kepada istrinya Beauty. Karena Juna sendiri sudah berjanji kepada wanita berlesung pipi itu untuk tidak meninggalkannya dalam keadaan apapun.
Oleh karena itu Juna mengusulkan untuk mengajak Beauty untuk ikut bersamanya. Dalam senang maupun duka, itulah janji Juna sehidup semati bersama wanita yang begitu ia cintai.
Entah nanti istrinya Beauty itu mampu menerima usulnya yang gila ini atau tidak, namun Juna yakin. Istrinya Beauty adalah perempuan yang bijak dan mampu mengerti posisinya saat ini.
Ada rencana lain dibalik sikap Juna yang dengan mudah mau menerima begitu saja desakan papinya untuk menikahi Betty. Dan itu hanya Juna seorang yang tahu bersama author tentunya. 😁
Selepas kejadian itu, Juna pulang bersama Papi Tulus menggunakan mobil keluarganya. Sedangkan Betty di bawa pulang oleh mama Sulis dan juga ayahnya Pram.
__ADS_1
Namun sampainya di mansion kediaman Handoyo, om Pram langsung menyeret Betty ke dalam kediaman mereka. Dan.....
Plaaaakkk!!!
Sebuah tamparan mendarat mulus ke wajah Betty sampai menyisakan bekas telapak tangan. Betty yang tak menyangka akan tindakan tiba-tiba sang ayah tak mampu menghindar.
“Ayah tak menyangka kamu melakukan hal memalukan seperti ini Betty! Beruntung pria itu adalah Juna, jika bukan maka ayah akan benar-benar memenggal kepalanya dan menggantungnya di menara silent bersamamu!” ucap om Pram dengan bengis.
Deg!
Jantung Betty mendadak berpacu dengan cepat saat mendengar nama menara silent. Sendi-sendi kakinya terasa tak bertulang. Tubuhnya hampir roboh jika saja mama Sulis tak sigap menangkapnya.
“Yah yang sabar yah, semua ini di luar kendali kita,” bujuk mama Sulis menenangkan sang suami yang sudah tersulut amarah.
“Beruntung Juna mau menikahimu! Jika tidak, mau di taruh dimana muka ayah ini Betty! Kamu benar-benar...haah!” kesal om Pram seraya melemparkan tinjunya kearah langit-langit.
Keluarga Betty memang keluarga yang menjunjung tinggi nilai moral serta atittude. Itu sudah menjadi tradisi turun temurun dalam keluarga besar Handoyo.
Jika salah satu yang membakang atau melakukan kesalahan, maka keluarganya akan melakukan hukuman dengan mengangsingkannya ke sebuah menara di tengah laut.
Betty berusaha meneguk salivanya dengan susah payah untuk membasahi kerongkongannya yang terasa tandus.
Semua ini Betty lakukan untuk menyembunyikan statusnya yang tengah berbadan dua. Meski tak mengharapkan kehadiran janin itu, namun hati nurani Betty tak tega untuk menggugurkan janin yang tidak berdosa itu.
...**Maaf ya gaes, akhir² ini part nya bikin kesel. Otor ge jga kesel sendiri. Tpi kalian jgn kabur dlu, dan jgn buru² unsekreb nopel ini y 😂. Krna otor janji slepas ini Bakal ada part mengejutkan yang nanti otor sajikan buat kalian....
...Percayalah, otor tak mungkin membuat kalian kecewa. Ya meski sedikit sih..🤭😅...
...Dan jangn lupa giftnya, kasihini lah otor yg miskin dkungan ini..😓**...
__ADS_1