Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Pria Bertopeng


__ADS_3

Beauty berlari tak tentu arah saat seorang pria bertopeng mengejarnya dari belakang. Langkah wanita hamil itu nampak kepayahan karena membawa beban yang menempel erat pada tubuhnya selaku inang.


Deru nafas Beauty pun nampak tak beraturan, saat rasa kram dan lelah datang bersamaan menyergap tubuhnya.


“Akh! Aku harus bertahan! Siapa pun tolonglah aku dan anakku!” ratap Beauty dalam hati.


Beauty meringis tertahan menahan rasa kram yang terasa memeluk erat pada area perutnya. Sebelah tangannya menggenggam erat pistol yang Beauty perkirakan hanya tinggal satu peluru. Karena ia sempat terlibat baku tembak dengan pria bertopeng itu.


Perkiraan Beauty, pria bertopeng itu adalah kekasih dari wanita bertopeng yang sudah ia tembak kakinya. Tentu saja kekasihnya itu tidak akan tinggal diam begitu saja, melihat wanitanya ia lukai dan pasti akan menuntut balas kepadanya.


“Beauty keluarlah! Kita sudahi saja permainan kucing-kucingan ini. Lebih baik kamu menyerah saja dan ikut bersama kami!” teriak pria bertopeng itu lantang.


Lantas Beauty tak langsung menyahuti. Wanita hamil itu terus berlari diantara kontainer-kontainer bekas yang berjajar rapi di dermaga itu.


Keringat membajiri pelipisnya. Rasa haus dan lapar menyekat tenggorokannya membuat bayi dalam kandungannya bergerak menendang-nendang dengan aktif.


Beauty sudah lelah berlari, didudukan bokongnya seraya meluruskan kedua kakinya yang nampak membengkak karena berlari menggunakan sepatu yang tertutup.


“Sayang sabar ya, daddy pasti akan segera menyusul kita kemari,” hibur Beauty pada janin dalam kandungannya yang sangat aktif menendang seolah tengah merasakan kekalutan yang ibunya rasakan.


Sudah beberapa menit berlalu, Beauty tak lagi mendengar suara pria bertopeng itu. Beauty berusaha menggeser duduknya untuk mengintip ke belakang. Untuk memastikan apakah pria bertopeng itu sudah pergi menjauh atau tidak.

__ADS_1


Namun sejauh matanya memandang, Beauty tak melihat pergerakan apapun dari lawannya. Mungkin saja pria itu sudah pergi, pikirnya.


“Syukurlah, akhirnya dia pergi juga,” gumam Beauty lirih.


Namun tanpa di sangka, saat berbalik sosok pria yang tengah dia cari berdiri tepat di sampingnya. Tanpa berucap apapun pria itu langsung menyodorkan sapu tangan yang sepertinya sudah di berikan obat bius.


Beauty tak mampu mengelak lagi, lalu perlahan-lahan kesadarannya mulai menipis efek obat bius yang wanita itu hirup. Di sisa-sisa kesadaran yang ia miliki, Beauty bisa melihat dengan jelas wajah orang di balik topeng itu adalah sosok yang sama yang selama ini menghantui mimpi-mimpi buruknya.


“A..An!” gumam Beauty terbata sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.


#


#


Dan Cleo masih setia mengekori laju mobil Juna dari belakang. Sepanjang jalan Cleo terus menghubungi Beny, berharap mantan anak buahnya itu sudah menemukan keberadaan sang mantan istri.


Sebenarnya keberadaan Cleo tidak beralasan, namun jika benar yang mengganggu Beauty adalah Tere. Maka Cleo jelas harus turut bertanggung jawab. Karena semua masalah yang berkaitan dengan Tere adalah akibat dari perbuatannya di masa lalu sehingga membuat mantan istri ke 2 nya itu menuntut balas dendam terhadap orang di sekitarnya.


Ditto dan anak buahnya lebih dulu tiba di lokasi, tak lama Juna pun sampai memarkir kendaraan roda empatnya secara asal di belakang Ditto.


“Ditto! Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan istriku?!” tanya Juna dengan kalut.

__ADS_1


“Maafkan kami tuan, kami belum menemukan jejak nyonya Beauty di sekitar sini,” ungkap Ditto penuh sesal.


Juna pun merasa frustasi dan mengacak-ngacak surai hitamnya yang mulai memanjang.


“Sabar bro, kita pasti akan menemukannya,” hibur Cleo seraya menepuk pelan bahu Juna. Namun justru di tepis dengan kasar oleh sang empunya.


Sebenarnya yang di rasakan Cleo sama halnya yang di rasakan Juna. Namun Cleo berusaha tidak menunjukkan sikapnya.


Bagaimana pun kedua pria tampan itu merasa khawatir akan keadaan Beauty yang menghilang dalam keadaan mengandung.


“Diam lo! Lo seharusnya tidak perlu ikut campur dalam masalah ini! Karena Beauty itu istri gue! Istri gue!” tekan Juna yang jelas tahu bahwa Cleo masih mencintai istrinya.


“Lo tenang aja, Beauty memang istri lo. Tapi masalah ini berkaitan dengan masa lalu gue. Dan lo itu tidak tahu apa-apa, Gue kesini ingin mengakhiri semua teror yang menimpa keluarga gue dan juga Beauty.” balas Cleo dengan tenang meski dalam hatinya ia ingin sekali menghadiahi pria sok tampan itu dengan bogem mentah miliknya.


Juna pun mendengus kesal, giginya gemerutuk menahan amarah yang tidak jelas harus ia luapkan kepada siapa. Rasa panik dan khawatir akan keselamatan sang istri membuat otaknya tak mampu berfikir jernih.


Tak lama ada sebuah pergerakan menuju kearah mereka dan benar. Dengan cekatan Ditto beserta anak buahnya menodongkan pistol milik mereka kearah gerombolan pria berpakaian serba putih itu.


“Tuan Cleo!” sapa salah satu anggota berpakaian putih itu lalu menginstruksikan kepada anggota lain untuk menurunkan sejata mereka.


“Siapa mereka Cleo! Jangan-jangan kalian ini bersekongkol!” tuding Juna sambil menunjuk kearah Cleo dan komplotan berbaju serba putih itu.

__ADS_1


Sabar ya readers kita sudah masuk sesi menegangkan ini..


Eratkan sabuk pengaman kalian..🤭😅✌️


__ADS_2