Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Aku Bukan Jodohnya


__ADS_3

“Tapi mas, aku gugup."


Beauty mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Semua pasang mata menatap kearahnya menanti jawabannya.


Bayangkan saja penampilannya saja tak seperti pengantin, lagi-lagi Juna mengajaknya menikah disaat dirinya dalam keadaan tidak siap.


Jika tahu akan ada kejadian seperti ini, Beauty pasti menggunakan gaun yang tak kalah cantik dari sang pengantin wanita. Karena nyatanya ia harus menjadi pengantin pengganti. Tapi bukan istri pengganti. Beauty tetap menjadi istri satu-satunya seorang Arjun Narendra.


“Bee, apa yang kamu fikirkan lagi?” tegur Cleo.


“Aku malu, penampilanku tidak seperti seorang pengantin mas.”


Tiba-tiba bi Tum datang membawa headpiece bunga dengan sleyer tile dan juga setangkai bunga edelweis.



Edelweis adalah nama panjang Beauty. Yaitu Beauty Edelweis. Besar harapan mama Beauty dulu memberikan nama itu, agar putrinya selalu dalam kebahagiaan yang selalu abadi. Seperti makna dari bunga Edelweis sendiri yaitu bunga keabadian. Bunga yang hanya bisa tumbuh di puncak pegunungan.


Kenapa bunga Edelweis mendapat julukan bunga ke abadian?


Karena bunga edelweiss mekar dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, bunga ini juga tidak mudah layu atau mati. Bunga yang satu ini memiliki hormon etilen yang berfungsi untuk mencegah kerontokan pada kelopak bunganya.


Adapun keistimewaan dari bunga ini, yaitu selain jadi hiasan Ekstrak dari bunga edelweis dapat dijadikan sebagai obat, dari peradaban kuno untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diare, disentri, TBC dan difteri, karena bunga ini memiliki kandungan anti-oksidan yang cukup banyak, yaitu anti-mikroba yang dapat membunuh jamur dan bakteri.


Namun karena habitatnya yang tidak mudah, yaitu di atas puncak pegunungan. Maka pemerintah mengkatagorikan bunga Edelweis termasuk bunga yang langka dan di lindungi. Tidak boleh asal di petik sembarangan.


Beauty pun terkesiap, sedangkan Cleo hanya tersenyum. Pria berjambang tipis itu tidak mengetahui apa-apa, hanya mengikuti alur yang sudah di tetapkan oleh author dalam kisah hidupnya dan juga hidup mantan istri tercintanya.


“Non pakai ini ya non, udah den Juna nanti kelamaan nungguin non Beauty loh,” ujar bi Tum yang tiba-tiba datang membawa barang-barang yang entah wanita itu dapatkan dari mana.


“Eh...bibi ini dapat darimana? Bunganya bagus bi, Beauty suka,” sahut Beauty.


“Ini den Juna yang milihin buat non, kata den Juna bunga ini cantik seperti nama non Beauty,” jelas bi Tum yang sedang memakaikan headpiece bunga di atas kepala Beauty.


“Benarkah bi?”


Beauty pun langsung melempar pandangannya ke arah suaminya Juna yang membalas dengan senyuman. Beauty pun terharu.


Buliran air dengan rasa asin itu luruh kembali. Bersamaan rasa bahagia yang membuncah yang kini tengah ia rasakan. Pernikahan yang mulanya bukan untuknya, ternyata diam-diam Juna sudah mempersiapkan sebuah kejutan yang tak terlintas sama sekali dalam benaknya.

__ADS_1


Pantas saja, semua dekorasi riasan serta manik-manik yang bertebaran adalah seleranya. Beauty sempat menatap nelangsa, saat Juna mempersiapkan semua itu untuk pernikahannya dengan perempuan lain.


Dalam hati, Cleo bersyukur kini Beauty sudah menemukan sosok yang begitu menyayangi dan bisa menjaga mantan istrinya itu.


Cleo sadar, kini ia hanya masa lalu bagi Beauty. Kisah mereka sudah lama berakhir. Mungkin mulai saat ini Cleo akan belajar move on dari mantan istri pertamanya itu. Tapi entah, pernikahannya bersama Tere sungguh menoreh trauma tersendiri bagi Cleo.


Kali ini Cleo akan bersungguh-sungguh dalam mencari pasangan. Ia tidak akan mudah menerima wanita yang datang hanya untuk merayunya. Cleo masih berharap ia bisa menemukan sosok lain seperti Beauty. Wanita sederhana yang tidak pernah menuntut lebih kepadanya.


“Apa kamu sudah siap Bee?” tanya Cleo seraya menatap intens wajah mantan istri yang nampak berbinar.


Meski tak memakai gaun pengantin formal nyatanya, dress brukat tile yang Beauty kenakan nampak membuat penampilan wanita itu anggun dan cantik.


“Tapi masa aku pakai sepatu kets ini mas? Beauty malu,” cicit Beauty.


“Udah tidak apa-apa non, kalau non Beauty yang makai mah pantes-pantes saja. Udah non kasihan den Juna nunggu lama,” ujar bi Tum.


“Emm...baiklah.”


“Aku akan mengantarmu menuju suamimu Bee.” tawar Cleo.


“Eh??” Beauty terkejut.


Akhirnya Beauty pun membiarkan Cleo mengantarkannya sampai ke tempat Juna. Pemandangan apa ini? Jika para tamu undangan tahu Cleo adalah mantan suaminya. Mungkin mereka akan berasumsi lain tanpa tahu kisah sebenarnya.


Sepanjang red carpet yang ia pijak, membuat tubuh Beauty bergetar. Cleo menyadari rasa gugup yang mendera Beauty. Cleo paham betul dari bahasa tubuh wanita hamil itu.


“Kamu masih gugup Bee?” tanya Cleo dari samping Beauty.


“I..iya, mas tahu?”


“Tentu saja, apa yang tidak aku tahu darimu. Berpeganglah pada lenganku Bee, mas takut kamu pingsan nanti,” gurau Cleo lagi.


Beauty pun mendelik. Ia memang merasa gugup tapi tidak semudah itu gugup bisa membuatnya pingsan di tempat.


Namun akhirnya Beauty mengalungkan tangannya pada Cleo yang merupakan pengganti ayahnya untuk mendampinginya menuju pelaminan.


Dari seberang nafas Juna sudah kembang kempis melihat istrinya mengalungkan tangan ke pria lain. Jika orang bisa melihat, mungkin dari telingan kanan kiri Juna sudah mengeluarkan asap emosi jiwanya yang meronta-ronta.


Cleo menatap Beauty dari samping yang terus tersenyum. Tidak pernah terlintas dalam benaknya, mengantarkan orang yang ia cintai menuju pelaminan untuk menikah dengan pria lain.

__ADS_1


Asalkan kamu bahagia Bee, aku bahagia jika kamu pun bahagia. Meski bahagia itu tak kamu dapatkan dariku.


Tanpa sadar Cleo meneteskan sedikit air matanya. Dengan cekatan Cleo menghapus linangan air mata itu dari permukaan wajahnya, agar Beauty tak menyadari bahwa ia sempat menangis.


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


(lirik Aku bukan Jodohnya by Tri Aji Suaka)


Karya ini hanya ada di dunia novel hasil dari kehaluan otor, jadi mohon maaf bila tak sesuai ekpetasi readers..

__ADS_1


Dukung terus y...🤗😘😘😍


__ADS_2