
Tanpa di duga, mami Lola menyiramkan segelas jus orange yang ia genggam ke arah Beauty. Beauty yang tak menyangka akan mendapat serangan mendadak pun tak sempat mengelak.
Wajah, rambut serta dress bunga-bunga yang ia kenakan pun nampak basah kuyup oleh cairan berwarna orange itu.
"Mami! Apa-apaan mami ini?!" bentak Juna yang terkejut akan tindakan mamanya yang kelewat bar-bar.
"Kamu yang apa-apaan Arjun Narendra! Ini hari pertunanganmu bersama Lova. Dan lihat ini! Kamu malah memungut sampah dari jalanan dan membawanya pulang! Bahkan kamu berani membentak mama hanya demi dia! Apa kamu sadar Junaaa?!" cerca mami Lola penuh emosi.
Papi Tulus pun mulai mendekat untuk menenangkan sang istri.
"Sabar ma, malu sama para tamu yang hadir tauk. By the way mami cantik banget sih hari ini," bujuk papi Tulus sambil mengeluarkan jurus rayuan mulut berbisanya.
"Papi, lagi rayu mami?!" gertak mami Lola dengan mata melotot kearah suaminya.
"Tidak mi, papi jujur. Malam ini mami cantik plus sexy loh.."
Papi Tulus tahu jika istrinya itu sangat senang sekali jika di puji terutama di puji tentang penampilannya.
"Emm...masa sih pi? Mami sengaja memakai gaun ini biar terlihat masih muda gitu," balas mami Lola dengan tersipu malu.
Juna yang melihat adegan drama telenovela antara papi dan maminya hanya bisa mendengus serta memijat pelipisnya karena merasa malu sendiri.
"Bentar! papi sengaja ya rayu mami biar mami nggak jadi marah sama Juna?! Iya kan pi!"
"Eh..bukan begitu mama sayang, udah dong marah-marahnya nanti keriputan loh. Upss!" Seketika papi Tulus membungkam mulutnya sendiri karena merasa salah berucap.
"Apa?! papi doain mami keriputan?! Oke, mulai hari ini tidak akan ada acara celup mencelup ya pi. Papi paham!"
Papi Tulus hanya bisa meraup wajahnya yang memerah menahan malu. Memang jika harus berbicara dengan sang istri, harus kudu musti berhati-hati. Karena jika sampai salah bisa fatal akibatnya.
"Dan kamu Juna! Jika kamu tak menghendaki pertunanganmu dengan Lova jangan harap mami akan menerima wanita pilihanmu!" teriak mami Lola lagi.
"Maafkan Juna mi."
__ADS_1
Juna pun menggenggam erat tangan Beauty dan membawanya lebih dekat di sampingnya. Serta merengkuh pinggang Beauty di hadapan kedua orang tuanya dan semua orang yang hadir dalam acara itu.
Mami Lola pun membelalakan kedua matanya tak percaya. Begitu pula dengan Betty dan keluarganya yang nampak shock dengan tindakan tuan muda keluarga Narendra.
"Kedatangan Juna kesini hanya untuk memberitahu kalian dan juga untuk membatalkan pertunangan ini. Karena Juna dan Beauty sudah menikah. Ini lah buktinya!" ucap Juna dengan lantang seraya menunjukkan sepasang cincin yang melingkar di jari manisnya begitu pula cincin di jari manis Beauty.
Semua yang hadir semakin tercengang. Tak menyangka calon pengantin pria ternyata sudah menikahi wanita lain.
"Jeng, apa-apaan ini jeng?!" seru mama Sulis mamanya Betty Lovanka.
"Maafkan kami jeng, ini hanya salah paham."
"Lebih baik kita pergi saja dari sini daripada kita dipermalukan seperti ini! Ayo Lova sayang! Ayah kita tinggalkan keluarga dramatis ini!" ajak mama Sulis seraya keluar mansion menuju mobil mereka.
Mama Sulis pun menarik lengan Betty yang masih terpaku beserta suaminya.
"Jeng. Tunggu jeng! Kamu lihat Juna! Kamu sudah menghancurkan mimpi mami Juna!" kesal mami Lola dengan raut wajah memerah penuh amarah.
"Arjun Narendra!! Sekarang mami tanya padamu, kamu pilih mami atau wanita itu?! Katakan!"
Juna pun menghirup nafas dalam-dalam. Ingin berkata jujur saja rasanya begitu menyesakkan dada. Lalu ia pun memejamkan mata untuk menyakinkan hatinya kembali.
"Maaf mi, Juna memilih Beauty. Jika kebahagiaan Juna tidak ada disini, maka Juna akan mencarinya bersama Beauty istriku."
Setelah berucap itu, Juna pun membalik arah dengan membawa Beauty di sampingnya. Wanita berlesung pipi itu sedari tadi nampak diam tak berucap kata. Hanya air mata yang menyiratkan sebuah ketakutan yang begitu ketara dalam dirinya.
"Junaaa! Jika kamu bersikukuh ingin pergi dari rumah ini, maka tinggalkan semua fasilitas yang pernah mami atau papi berikan kepadamu!" ancam mami Lola kemudian.
"Juna tidak keberatan mi."
Juna pun melangkah menuju papinya untuk mengembalikan kunci mobil sport yang papinya pernah berikan kepadanya sebagai hadiah di ulang tahunnya yang ke 22.
Beauty hanya bisa terdiam bisu. Tubuhnya menggigil serta bergetar hebat melihat serta mendengar langsung perdebatan antara ibu dan anak di depan matanya. Dalam hati wanita itu begitu merasa bersalah.
__ADS_1
Hanya sentuhan Juna yang mampu menguatkan pijakan kakinya. Pemuda itu menggenggam kuat tangan Beauty seraya menyalurkan energi positip untuk memberikan sang istri kekuatan serta keberanian.
"Junaaa!! jika selangkah lagi kamu keluar dari mansion ini, Maka mami tidak akan segan-segan menghapus namamu dari keluarga Narendra! Kamu dengar Juna?!" ancam mami Lola lagi menggema memenuhi ruangan.
Deg!
Juna merasa speechless akan ancaman dari mami Lola. Tapi mau bagaimana lagi, langkahnya bersama Beauty wanita yang sangat ia cintai sudah sejauh ini. Tak mungkin ia melepaskannya begitu saja.
"Maafkan Juna mi, Juna tetap akan memilih Beauty. Karena sekarang Juna tidak bisa hidup tanpa Beauty di sisi Juna."
"Junaaaa." lirih Beauty dengan gelengan pelan.
"Ssssstt! Sudah ku bilang aku akan tetap mempertahankanmu sampai akhir Be," balas Juna seraya mengusap lembut surau wanita itu sambil tersenyum.
"Apaa??! Jadi kamu lebih memilih wanita sampah itu daripada mami yang sudah melahirkan dan membesarkanmu Juna???!" pekik mami Lola penuh amarah.
"Beauty namanya mi! Dan maaf, Juna tetap memilih Beauty."
Tanpa menoleh ke belakang lagi, Juna terus melangkah keluar mansion untuk mencari kendaraan umum untuk mereka pergi.
"Junaaa! Junaaa! Dasar kamu wanita brengs*k sudah meracuni putraku..akh!"
Selepas kepergian Juna dengan Beauty, tiba-tiba saja mami Lola terhuyung kebelakang seraya memegangi dada atas bagian sebelah kiri.
Dan dengan sigap papi Tulus segera menopang tubuh sang istri yang terlihat akan tumbang.
"Mami! Mami tidak apa-apa mi?" tanya papi Tulus penuh khawatir.
"Pi, tolong tutup semua akses kartu milik Juna pi. Mami pengen tahu seberapa kuat anak itu bertahan di luar sana!" ucap mami Lola dengan terbata karena menahan sakit di area dadanya.
"Baik mi, papi akan bekukan semua kartu-kartu milik Juna."
... Silahkan koment waktu dan tempat di persilahkan ya readers..😘😘...
__ADS_1