Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Jelaskan Padaku!


__ADS_3

Keesok paginya mami Lola datang ke perusahaan untuk memastikan sekretaris putranya itu benar-benar berhenti dari pekerjaannya.


Ternyata perempuan itu benar-benar menepati ucapannya untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini!


Batin mami Lola seraya menarik sudut bibirnya saat melewati meja kerja Beauty.


Lalu ia masuk begitu saja ke dalam ruangan putranya. Begitu sampai di dalam, ia dapati wajah Juna yang tampak murung dan ditekuk.


"Kenapa wajahmu tampak murung begitu Juna? Apa ada masalah?" tanya mami Lola pura-pura tidak tahu apa-apa.


Padahal ia sendiri tahu apa yang menyebabkan sang putra menekukan wajahnya dan berekpresi semurung itu.


Bagaimana mungkin ia berkata jujur kepada mamanya, jika hatinya kini tengah risau karena sampai siang hari ini Beauty belum juga nampak batang hidungnya.


Bahkan nomor ponselnya pun tidak aktif. Hati Juna merasakan khawatir jika terjadi sesuatu kepada wanita berlesung pipi itu.


"Oh..tidak mam, tidak ada masalah. Semuanya aman dan baik-baik saja," balas Juna diiringi senyum terpaksa.


Bukan masalah perusahaan melainkan hati Juna yang sedang tidak baik-baik saja mam.


Lanjut Juna dalam hati.


"Oh..iya ini untukmu Juna."


"Apa ini mam?"


"Baca lah!" titah mami Lola.


Juna pun membolakan mata dengan sempurna, seraya menutup mulutnya untuk menutupi rasa keterkejutan.


"Mam.. apa ini benar? mami dapat surat ini dari mana?"


"Dari satpam, mungkin wanita itu sudah sadar diri akan posisinya. Makanya ia mengundurkan diri dari perusahaan ini."


"Tidak mungkin ma, kenapa Beauty tidak berbicara dulu dengan Juna. Juna inikan atasannya," protes Juna.


"Mana mama tahu Juna! Sudah lupakan perempuan itu, mama akan carikan kamu sekretaris baru yang lebih berpendidikan dan berkompeten dalam bekerja. Tidak hanya modal cantik saja seperti sekretarismu itu!"


"Mam, Beauty itu cekatan dalam bekerja. Buktinya perusahaan kita baik-baik saja selama ini."


"Halah! mami nggak ingin tahu apapun tentang perempuan itu! Yang terpenting saat ini kamu harus fokus sama Betty. 5 hari lagi kalian akan bertunangan. titik!"


"What?? bertunangan? Secepat itu ma?!"

__ADS_1


"Iya, maka dari itu kamu harus persiapkan mentalmu untuk meminang anak orang. Mami nggak pengen kamu mikirin yang lainnya. Urusan siapa sekretarismu nanti biar mami yang urus. Mami punya kadidat banyak yang cocok jadi sekretarismu!"


"Mam, nggak bisa gitu dong mam. Kenapa harus di percepat? Juna belum siap!"


"Siap atau tidak siapnya. Kamu harus siap Juna!"


"Tapi mam!"


"Tidak ada tapi-tapian! Semuanya sudah mami atur. Kamu tinggal duduk manis saja. Oke!"


Setelah berucap itu, mama Lola pun berlalu meninggalkan ruangan Juna.


"S*al! aarrgh!"


Juna pun hanya bisa mengepalkan tangan dan meninjunya ke langit-langit untuk menyalurkan rasa kekesalan di hatinya.


...💐💐...


Sepulangnya bekerja Juna berencana mampir ke rumah kontrakan Beauty. Juna merasa tak terima akan alasan Beauty yang berhenti bekerja, karena sudah tidak membutuhkan pekerjaan sesuai isi surat pengunduran diri yang Juna terima .


Padahal Juna tahu betul, bagaimana kehidupan Beauty selepas perceraiannya dengan mantan suaminya Cleo.


Tiba-tiba Juna teringat akan pertemuan antara Beauty dengan Cleo. Api cemburu seakan berkobar dalam dirinya. Membuat Juna mempercepat laju roda empatnya.


"Beauty..." lirih Juna.


Tak membuang waktu lama, Juna pun menarik pedalnya untuk menambah kecepatan. Juna pun membunyikan klakson mobilnya agar wanita itu berhenti.


Beauty yang mulanya berjalan dengan santai, fokusnya teralihkan akan bunyi klakson mobil yang berada di belakangnya.


Namun betapa terkejutnya Beauty, ternyata pengemudi mobil itu adalah teman sekaligus atasannya.


Orang yang sangat harus wajib ia hindari.


"Beauty! tolong berhenti Beauty! Kita perlu bicara!" panggil Juna sedikit agak keras.


Beauty pun tampak mengacuhkan kehadiran Juna. Ia terus berjalan bahkan sedikit mempercepat jalannya dengan berlari-lari kecil.


"Bee! please Bee!"


Juna masih mengikuti Beauty dari belakang dengan mobilnya.


Sampainya di rumah kontrakan sederhananya, buru-buru Beauty membuka pintu rumah lalu masuk dan menguncinya kembali.

__ADS_1


Hati Beauty berdebar-debar kuat. Seperti maling yang ketahuan mencuri. Bahkan degup jantungnya semakin kencang seiring suara Juna dari balik pintu rumahnya.


"Bee! aku mohon keluarlah kita perlu bicara." panggil Juna dari balik pintu.


Masih dengan jantung yang berdegup kencang, Beauty diam tak menyahuti.


"Bee, kenapa kamu lakukan ini? aku tak percaya dengan alasanmu mengundurkan diri. Tolong jelaskan padaku Be?" desak Juna lagi.


Beauty yang memiliki hati lembut tak kuasa lagi untuk mengabaikan pemuda itu.


"Apa yang perlu di jelaskan lagi Juna? semua sudah jelas tertulis di surat itu. Dan aku sudah memiliki pekerjaan baru lagi!" bohong Beauty.


"Kenapa tidak berbicara denganku dulu Be? Jangan pergi sesuka hatimu seperti ini!"


Seharusnya kamu mengerti Juna, ini semua aku lakukan demi kamu. Demi kebahagian dan masa depanmu!


"Kamu bukan siapa-siapa ku Juna! jadi kamu tidak berhak melarangku untuk berhenti!"


"Oke, jika maumu seperti ini. Aku tak akan melarang lagi. Kedatanganku kesini juga untuk menyampaikan bahwa 5 hari lagi aku akan bertunangan dengan Betty."


Beauty pun tertegun. Entah apa yang kini hatinya rasakan? Rasanya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Adanya rasa ketidakrelaan yang mendominan.


"Aku turut berbahagia akan pertunangan kalian Juna, tolong sampaikan salamku untuk Betty. Sekarang pulanglah!"


"Aku tidak akan pulang sebelum kau keluar dan menemuiku Be!"


"Jangan keras kepala Juna! ini sudah malam, kamu akan di hakimi oleh warga sini jika terus bertahan!"


Ucapan Beauty ada benarnya. Jika ia terus bertahan, maka itu akan mengganggu tetangga sekitar. Sedangkan Beauty sendiri menolak kehadirannya.


"Baiklah! tapi perlu di ingat kata-kataku Bee. Sebelum acara pertunanganku 5 hari lagi, aku ingin kita bertemu di tepi danau tempat pertama kali kita bertemu."


Memori Beauty kembali ke masa itu. Saat dirinya masih berstatus istri Cleo. Saat ia baru mengetahui perselingkuhan suaminya itu.


Tanpa sengaja ia bertemu dengan Juna. Pemuda slengekan yang sukses membuatnya kesal. Pemuda yang mampu menghibur dan mengikis sedikit demi sedikit luka batinnya dari keluarga Cleo.


"Datang atau tidaknya kamu, aku akan tetep menunggumu Bee. Jaga dirimu baik-baik, aku pulang."


Beauty masih bergeming di balik pintu. Tubuhnya merosok ke lantai seiring suara deru mobil Juna yang mulai menjauh.


Entah ia harus mengikuti permintaan pemuda itu atau harus mengabaikannya. Beauty harus memastikan terlebih dahulu sebelum ia mengambil keputusan.


...Tolong bantu Beauty dong readers, kasih saran Beauty biar ia nggak salah ambil keputusan😅...

__ADS_1


__ADS_2