
Di sebuah mansion
"Bod*h! kenapa kalian bisa kehilangan jejak Juna? Mengurus satu anak majikan saja tidak becus!" maki mami Lola kepada para bodyguardnya.
"Maafkan saya nyonya, kami fikir tuan muda hanya pergi sebentar seperti biasanya. Jadi kami tidak mengikuti kemana tuan muda pergi," ungkap Jono.
Selama ini Jeki dan Jono selalu memantau tuan mudanya dari jauh. Karena anak majikannya itu sudah tidak mau di kawal lagi oleh mereka.
Semua itu mereka lakukan atas suruhan mami Lola dan papi Tulus selaku nyonya dan tuan besar. Sedari Juna masih remaja, Jeki dan Jono didikte untuk mengabdi kepada putranya itu hingga waktu yang tak terbatas.
"Lalu bagaimana dengan acara besok? besok malam Juna harus bertunangan dengan Lova. Pokoknya kalian harus mencari Juna sampai ketemu! titik!" bentak mami Lola.
"Ba..baik nyonya, kami akan segera mencari tuan muda. Permisi!"
Jeki dan Jono pemgasuh Juna sedari kecil pun nampak undur diri mencari keberadaan tuan mudanya yang tiba-tiba saja menghilang.
Mami Lola tahu Juna pergi dari Betty yang mengadu kepadanya usai pulang dari butik. Karena Juna yang awalnya menemani Betty ke butik tiba-tiba saja menghilang meninggalkan perempuan itu seorang diri
"Sudahlah mam, jangan marah-marah terus entar cantiknya luntur loh," tegur papi Tulus yang baru saja ikut bergabung dengan istrinya di ruang keluarga.
"Papi ini! anak hilang bukannya khawatir malah ngurusin kecantikan mami. Memangnya kalau kecantikan mami luntur, papi mau apa? nikah lagi?!"
"Eh..mami sayang kok bisa ngomong gitu sih? nggak baik ya nanti di aminin malaikat lewat loh," rayu papi Tulus.
"Jadi bener papi ada wanita lain selain mami?! papi tega ya! Anak satu-satunya aja belum nikah papi dah mau nikah lagi! Dasar salaki di mana-mana sama aja! huh!" teriak mami Lola berang.
Mami Lola pun beranjak meninggalkan suaminya untuk pergi. Tak lupa wanita paruh baya itu mengambil kunci mobil beserta pouch yang berisikan kartu-kartu penting miliknya.
Karena rencananya mami Lola akan pergi shopping ke sebuah mall besar. Menurutnya, obat mujarab saat marah adalah dengan shopping.
Dan menurut penelitian dengan melakukan shopping/ belanja bisa memperbaiki suasana hati dan menurunkan kadar emosi bagi sebagian perempuan. ( Laki-laki wajib paham ya, karena ini tips jitu menghadapi istri/pacar yang lagi marah. hehee ๐)
"Demi kerang ajaib! Kenapa jadi malah ruwet gini sih. Punung deui pamajikan teh lier dah ( ngambek lagi si istri jadi pusing deh!" gerutu papi Tulus.
...๐๐...
Di tempat lain
__ADS_1
Selepas pulang dari melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, Cleo pulang dengan perasaan hampa. Ternyata melamar pekerjaan jaman sekarang lebih susah di bandingkan jaman dulu.
Belum catatan criminal miliknya yang tercatat sebagai mantan tahanan, membuat beberapa perusahaan menolaknya mentah-mentah.
Kehidupan Cleo kali ini benar-benar merasakan jungkir balik. Jika dulu hidupnya serba berkecukupan, namun kehidupannya sekarang sudah berputar drastis sebanyak 360ยฐ.
Kebanyakan manusia sering merasa lupa, bawahsannya diatas langit itu masih ada langit. Dan di setiap perbuatan itu pasti ada balasan serta timbal baliknya.
Cleo saat ini merasa sedang dalam hukuman karma atas perbuatannya di masa lalu. Semua kesalahan yang pria itu lakukan kembali terbayang-bayang dalam benaknya.
Membuatnya Cleo hanya bisa menyesal dan terus menyesali perbuatannya di masa lampau.
Saat Cleo tengah melamun, tiba-tiba saja ia di kejutkan oleh seorang wanita yang berlari kearah tengah jalan.
Sedangkan dari kanan dan kiri jalan raya itu tampak ramai. Reflek Cleo pun berteriak dan menarik tubuh wanita itu dari belakang.
"Awas mbak!!" teriak Cleo.
Seketika, teriakan dari Cleo mampu menghentikan laju mobil beberapa pengendara. Untung saja Cleo sigap untuk menarik tubuh wanita itu meski sampai jatuh tersungkur ke belakang.
"Mbak baik-baik saja?"
Sepertinya wanita ini mengalami gangguan kejiwaan terlihat dari perilakunya yang kebingungan, gumam Cleo dalam hati.
Namun yang membuat hati Cleo merasa miris, wanita itu dalam keadaan hamil terlihat dari bentuk tubuh bagian perutnya sedikit menonjol dan tampak membesar.
Entah apa yang terjadi, hati Cleo tergugah untuk mengetahui lebih dalam tentang wanita g*la yang sedang hamil itu.
"Mbak, mbak asalnya dari mana?" Cleo mencoba berinteraksi dengan wanita itu, barangkali ia bisa mengantarkan wanita itu pulang.
Karena sangat bahaya jika wanita hamil dengan dalam keadaan psikis yang tidak stabil berkeliaran di luar rumah bahkan sampai ke tengah jalan seperti tadi.
Namun lagi- lagi wanita itu hanya diam ketakutan. Cleo pun mencoba mendekat, entah tiba-tiba saja ia merasakan peduli dengan orang lain yang bukan dari anggota keluarganya.
Lalu Cleo pun menyelipkan anak rambut hitam panjang milik wanita itu yang tak tersisir. Betapa terkejutnya Cleo, ternyata wanita itu adalah orang sangat ia kenal dan juga selama ini ia cari.
"Sisie!!" pekik Cleo.
__ADS_1
Hati Cleo mencelos begitu saja mendapati sang adik dalam keadaan memprihatinkan. Hatinya teriris namun tak berdarah.
Lalu di peluknya sang adik yang masih nampak kebingungan dengan erat.
"Sisie! kemana saja kamu dek, kakak bingung mencari keberadaanmu! Ya Tuhan kenapa kamu bisa jadi seperti ini! Siapa yang tega melakukannya dek?!"
Cleo pun menangis di pelukan sang adik yang masih terdiam dan kebingungan. Bau khas menyengat yang keluar dari tubuh sang adik ia hiraukan.
Hatinya terkoyak-koyakan melihat kondisi sang adik perempuan yang sangat miris dan menyedihkan.
Adiknya Sisie hamil dalam keadaan mengalami gangguan kejiwaan. Gadis yang selalu bersikap manis dan manja terhadapnya dulu tampak tak mengenali rupa Cleo sang kakak.
Bahkan wanita itu meronta-ronta minta di lepaskan. Wanita itu tampak ketakutan seraya memeluk perutnya yang tampak membuncit.
Hati Cleo semakin remuk redam, bagai ribuan palung menghantam telak semangat hidupnya yang pernah berkobar.
Setelah beberapa menit, akhirnya gadis itu terdiam. Mungkin saja lelah, karena sudah tidak memberontak lagi.
"Dek kita pulang ya, mama sudah nungguin kita di rumah."
Tanpa persetujuan gadis itu, Cleo membawa Sisie memasuki taksi yang kebetulan terparkir.
"Pak! jalan pak tujuan ke perumahan bukit indah!"
"Baik mas."
Roda empat itu pun mulai berputar membawa tubuh kakak beradik itu kembali pulang. Sepanjang jalan Cleo memeluk tubuh berisi sang adik yang nampak kelelahan hingga tertidur.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan pulang, akhirnya Cleo sampai ke rumah Beauty. Entah kemana perginya Beauty, terakhir kali wanita itu memberi kabar tengah pergi bersama Juna.
Cleo sangat mengenal siapa Juna. Profil pemuda itu bukanlah laki-laki sembarangan. Dan saat bertemu, pemuda itu memang tampak sangat begitu melindungi mantan istrinya.
Jadi Cleo sedikit agak tenang kala itu melepas kepergian Beauty. Dan rumah wanita itu sekarang Cleo yang merawatnya.
Begitu taksi berhenti, Cleo langsung membopong tubuh sang adik ke dalam rumah. Mama Dewi yang terduduk di kursi roda pun tak bisa berbuat apa-apa. Hanya air mata yang keluar dari kedua sudut matanya.
Karena tubuh rentanya kini mengalami stroke dan kelumpuhan total usai insiden terjatuh dari anak tangga beberapa waktu lalu. Bahkan pita suaranya pun menghilang akibat patah tulang leher yang wanita itu alami.
__ADS_1
...**Jangan lupa support terus author amatir ini dengan cara like dan tinggalkan koment. Karena author suka baca komentยฒ kalian ๐...
...Yg udah ngasih vote & hadiah author ucapkan terima kasih banyak. Pokoknya dukung terus author nya.. lope-lope๐๐**...