
Tangan Cleo mengepal kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Pria bernama lengkap Cleonyl Sinatrya itu menatap lekat-lekat layar kaca yang terpampang di hadapannya.
Ada amarah yang tiba-tiba menyeruak dalam diri pria berjambang tipis itu. Saat tengah menyaksikan siaran berita yang sedang hot dan viral yang ada di televisi miliknya.
“Brengs*k! Apa sebenarnya maunya lo bocah?! Gue nggak rela jika lo jadikan Beauty sebagai barang mainan lo! Gue nggak akan segan-segan merebut Beauty kembali dari tangan lo bocah tengik!” umpat Cleo penuh amarah.
Pasalnya acara televisi itu memunculkan sebuah berita yang menggemparkan bumi jagat raya. Dengan munculnya pewaris Narendra group yang akan menikahi seorang gadis dari rekan bisnis perusahaan besar itu yaitu keluarga Handoyo.
Dalam layar televisi menampilkan gadis yang bernama Betty Lovanka tengah melakukan sesi wawancara esklusif bersama para wartawan dari berbagai media televisi yang ada di tanah air.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang tengah bertamu ke rumahnya dengan mengetuk pintu rumahnya berulang-ulang kali.
“Haiish! Siapa lagi ini?!”
Sungguh hanya melihat berita yang sedang hot dan viral itu saja bisa membuat mood Cleo seketika buruk.
Kreek!
Pintu pun Cleo buka, dan menampilkan seorang salah satu karyawan usaha kripik singkong yang sedang ia rintis dari nol.
“Ada apa Badrun?!” tanya Cleo ketus.
Padahal hari ini pria berjampang tipis itu sedang tak ingin di ganggu oleh siapapan. Namun ternyata, seiring berkembang pesatnya usaha kripik singkong miliknya. Mau tak mau Cleo tetap harus ikut terjun langsung ke lapangan.
Apalagi sekarang usaha Cleo sudah merambah ke produk minuman kemasan. Yang berbentuk ekonomis untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah.
“Begini mas Cleo, maaf jika saya sudah lancang mengganggu waktunya mas sebentar. Ada masalah sedikit dengan pengiriman yang harusnya terkirim hari ini, tapi justru semua customer mengcancel pesanan mereka secara tiba-tiba. Padahal barang sudah di packing dan siap kirim. Bahkan ada beberapa customer yang mereturn produk yang kemarin sudah kita kirim,” terang pak Badrun orang kepercayaan Cleo.
“Kenapa bisa begitu pak Badrun? Padahal selama ini semua aman-aman saja, dan produk kita pun di sambut antusias oleh para warga masyarat. Kenapa tiba-tiba ada masalah seperti ini?” tanya balik Cleo tak percaya.
__ADS_1
“Lebih baik, mas Cleo bisa ke cek sendiri ke pabrik kita mas agar lebih jelas semuanya,” balas pak Badrun.
“Baiklah, ikut aku!”
...★★...
Di pabrik rumahan yang sengaja Cleo sewa khusus untuk usaha kripik singkong miliknya. Berdiri beberapa box produk kripik singkong dengan beraneka rasa tertata rapi di atas pallet.
Mobil yang seharusnya sudah mengirim produk cemilan siap makan itu, terpaksa menurunkan kembali sisa produk mereka yang tidak laku terjual.
Bahkan usaha Cleo yang lain juga mengalami hal yang sama. Dan anehnya, produk Cleo yang terdiri dari minuman siap minum itu tiba-tiba saja air dalam kemasannya berubah keruh dan ada jentik-jentik nyamuknya.
Cleo merasa aneh dengan semua hal yang ia lihat. Perasaan, selama dalam berusaha Cleo selalu mengutamakan kualitas demi kepuasan konsumen.
“Kenapa semua ini bisa terjadi pak Badrun? Kalau begini terus omset kita akan menurun dan kalian akan terancam tak mendapat gaji bulan ini,” tekan Cleo.
“Saya sudah mereview mereka masalah kripik singkong mas, katanya kripik singkong kita ini mengandung bahan pengawet yang bisa menyebabkan lambung kita melepuh jika memakannya. Padahal selama ini bahan pewarna maupun bumbu yang kita pakai, berasal dari bahan aman tanpa campuran bahan kimia sedikit pun.”
Cleo tampak merenung sesaat setelah mendengar penjelasan dari pak Badrun selaku leader yang bertugas mengatur jalannya produktivitas di lapangan.
“Kita akan meninjau ulang semuanya ya pak, tolong off kan dulu semua mesin dan hentikan semua proses cooking. Lalu bersihkan semua mesin itu hingga bersih. Kita harus meluruskan nama baik perusahaan ini kembali," ucap Cleo tegas.
Sebagai mantan pemegang perusahaan besar, tentu saja Cleo sudah paham betul dengan persaingan bisnis yang kerap kali terjadi dalam usaha seseorang termasuk dalam usahanya saat ini.
Cleo pun memilih kembali pulang ke rumah kontrakan yang Beauty tinggalkan untuknya. Meski usaha Cleo sudah berkembang dengan pesat, namun Cleo lebih memilih tinggal di rumah minimalis itu.
Dan untuk menghemat biaya hidup di samping usahanya yang semakin berkembang, tentu saja butuh modal yang tidak sedikit.
Cleo menghela nafas lelahnya saat tubuh atletisnya sudah menyentuh sofa panjang yang ada di rumah. Masalah yang kini pria berjampang tipis itu hadapi tidaklah main-main.
__ADS_1
Ia harus bisa menemukan siapa gerangan pelaku pencemaran naik itu. Jika tidak, semua usaha yang sudah ia dirikan dari nol berada diambang kebangkrutan.
Belum masalah baru yang baru saja ia saksikan di layar kaca televisi. Seolah menambah penat ruang fikirnya. Namun dari sebagian masalah yang ada, hanya masalah tentang mantan istrinya yang sukses menyita seluruh perhatiannya.
Tidak di pungkiri Cleo masih menginginkan untuk bisa rujuk kembali bersama Beauty. Jika itu terjadi, Cleo akan menebus seluruh kesalahannya di masa lalu. Dan tak akan pernah menyia-nyiakannya.
Namun apa yang barusan pria itu saksikan sungguh membuatnya geram. Cleo harus segera mungkin menemui bocah yang berhasil mempersunting mantan istrinya itu dan akan memperingatkan langsung.
“Tunggu kedatanganku bocah tengik, aku akan datang untuk memperingatkan dan sekaligus memberimu pelajaran!”
Di tempat lain.
“Gimana aksi gue beb? Keren nggak?” tanya pemuda berambut undercut itu
“Lo emang partner gue yang paling keren Njar, dengan begini mas Cleo pasti akan merasa terbebani dan usahanya sekarang akan terancam bangkrut! Haha!” gelak wanita berambut cranberry red.
“Itung-itung ini juga balas dendam gue karena Cleo sudah berani mematahkan tulang hidungku dan merubahnya menjadi tidak simetris seperti ini lihat!”
“Halah! Lo mah lebay Anjar! Kalau hidung patah ya biarin patah aja. Asal jangan atm lo aja yang patah!”
“Bener sekali, gue repot kalau sudah berurusan sama bank. Ngantrinya luama,” celetuk Anjar jujur..
“Btwe, gimana rencana kita selanjutnya Re? Gue sudah tidak sabar untuk bertemu Beauty. Gara-gara Beauty, gue harus berurusan sama Cleo dan berakhir dengan hidung gue yang patah! Gue tidak terima!” geram Anjar dengan tatapan bengisnya.
“Lo tenang saja Njar, untuk Beauty akan ada bagiannya sendiri. Wanita mand*l itu sekarang sedang berada di atas angin, jadi kita biarkan saja dulu. Karena gue pengen fokus bermain dengan mas Cleo,” ucap Tere dengan sinis.
“Lebih baik kita minum saja! Cheers!” seru keduanya.
Ya kedua orang yang sedang berbincang-bincang itu adalah Tere dan juga Anjar. Mereka sama-sama menyusun rencana untuk membalaskan dendam mereka yang belum sempat terbalas kepada keluarga Sinatrya.
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kaka..😘...