
"S*al!"
Bugh!
Juna memukul kemudinya dengan keras hingga membuat Betty terperajat dan terheran-heran akan sikap pemuda yang duduk di sampinnya.
"Eh...kenapa Juna? Ada apa? apa ada yang membuatmu kesal?" tanya Betty penuh perhatian.
"Tidak ada apa-apa, loe jadikan mampir ke butik?" tanya balik Juna mengalihkan.
Juna tak ingin, jika Betty mengetahui kekesalannya setelah melihat Beauty bersama pria lain. Meski pria tersebut bukanlah orang asing lagi bagi wanita berlesung pipi itu.
"Iya jadi Juna, terima kasih ya sudah mau nemenin aku."
Balas Betty dengan senyum merekah setiap berada di samping Juna. Sedangkan Juna hanya menanggapinya dengan datar tanpa membalas senyum wanita di sampingnya.
...💐💐...
"Hai Bee!" sapa seorang pria diiringi senyum yang menawan kearah Beauty yang masih betah menunggu pesanan taksi daringnya.
"Mas Cleo!"
Ya pria yang menghampiri Beauty yang tengah terduduk di kursi halte adalah Cleo mantan suaminya.
Beauty pun merasa terkejut dengan kehadiran Cleo di hadapannya.
Pasalnya sang mantan suami, kemarin saat ia datang membesuk pria tersebut masih mendekam di balik jeruji besi usai terlibat insiden pengniayaan kepada sepupunya sendiri.
"Mas sudah bebas dari penjara? Bagaimana bisa? Apa aunty Amanda sudah mencabut laporannya?" tanya Beauty bertubi-tubi.
Cleo pun tersenyum. Lalu pria dengan bulu tipis memenuhi rahangnya itu duduk di samping sang mantan istri.
"Alhamdulillah, berkat kesaksianmu tempo hari. Mas memperoleh kebebasan Bee. Alasan mas memukul Anjar juga karena ingin menolongmu sebagai korban sebenarnya. Jadi aunty Amanda tidak bisa meneruskan laporannya lagi, karena Anjar terbukti bersalah dari kesaksianmu dan dari hasil pengintaian cctv rumah sakit," terang Cleo menjelaskan.
"Dan mas hanya mengganti biaya pengobatan Anjar saja," imbuhnya.
"Syukurlah mas, Bee juga hampir lupa mengucapkan terima kasih kepada mas Cleo. Namun Bee juga minta maaf, gara-gara menolongku mas harus di tahan selama hampir sebulan," ucap Beauty penuh sesal.
"Tidak mengapa, bagiku masih ada tanggung jawabku untuk melindungimu."
Seketika rona memerah terpancar dari wajah Beauty.
Cleo memang pandai dalam memikat hati wanita. Dan wanita mana saja pasti akan terbuai dengan bualannya.
"Oiya..sedang apa disini? baru pulang kerja ya?"
"Iya mas, aku lagi nungguin taksi daring. By the way kenapa mas kesini?"
Cleo tampak merasa kikuk untuk menjawabnya. Padahal niat hati yang sebenarnya ingin mendekati sang mantan istri kembali.
"Ya mas hanya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu Bee."
"Oh."
__ADS_1
Tak lama taksi daring yang Beauty pesan melalui aplikasi SE (Supir Express) pun datang.
"Mas, Bee mau pulang dulu ya?Oh..iya apa mas mau mampir sebentar ke rumahku?" tawar Beauty.
Mendapat tawaran dari Beauty bagaikan mendapat durian runtuh. Cleo tidak boleh menyia-nyiakannya.
"Boleh."
Kini kedua mantan istri dan mantan suami itu duduk berdampingan di kursi penumpang. Membiarkan roda empat itu berputar menyelusuri jalan raya.
Sebenarnya Beauty sedikit agak canggung menawarkan Cleo untuk mampir ke rumahnya yang sederhana.
Dan juga ia takut, jika pertahanannya runtuh. Bagaimana pun masih ada ruang dihatinya untuk Cleo. Meski sebatas rasa yang tertinggal.
Namun rasanya ia tidak sopan jika ia tak menawari Cleo. Sebagai bentuk ucapan terima kasih pula pada pria yang pernah mengisi ruang kosong di hatinya.
Bagaimana pun, keduanya pernah merajut asa bersama. Menghabiskan waktu bersama dan melalui pahit, manis serta getirnya membangun biduk rumah tangga bersama.
Dan Cleo bukanlah orang asing lagi bagi Beauty. Setiap inci pria tersebut, sudah sepenuhnya Beauty hafal begitu sebaliknya.
Apalagi hubungan 6 tahun bersama dan 4 tahun menjalani biduk rumah tangga bukanlah waktu yang singkat.
Setidaknya, yang sekarang ia lihat. Cleo sudah jauh lebih baik daripada dahulu saat mereka masih berstatus suami istri.
Pria itu lebih bisa menghargai hal-hal sederhana yang ada di sekitarnya.
...💐💐...
Sela 20 menit tibalah taksi daring yang Beauty dan Cleo tumpangi sampai di depan pagar rumah kontrakan sederhana wanita itu.
"Iya, belum menjadi rumahku sebenarnya mas. Bee hanya mengontrak disini," ujar Beauty jujur.
"Apa dari perusahaan tidak ada fasilitas untuk para karyawannya Bee? apalagi kamu ini sekretaris ceo."
Cleo sudah mengetahui, jika mantan istrinya itu kini bekerja sebagai sekretaris. Tidak heran jika sebuah perusahaan merekrut mantan istrinya itu untuk berada di posisi tersebut.
Karena selain cantik, Beauty juga mempunyai intelektual yang bagus dan pandai dalam mengatur strategi perusahaan.
Jika bersama Beauty dulu, perusahaannya berada di puncak kejayaan. Berbeda saat bersama Tere, kini perusahaannya malah berada di ujung ambang kehancuran.
Bahkan ia mendengar, jika sebentar lagi perusahaannya itu akan dijual kepada salah satu pemegang saham.
"Ada, hanya aku tak mengambilnya mas. Aku hanya ingin hidup sesuai kemampuanku sendiri."
"Aku tak ingin seperti para sekretaris lain, menikmati kemewahan bukan dari jerih payahnya sendiri. Mas kan tahu sendiri, sekretaris itu selalu menyandang predikat sebagai pelakor," lanjutnya.
Ucapan Beauty sukses memukul telak hati Cleo. Membuat pria itu semakin merasa bersalah akan kesalahannya di masa lalu.
Bagaimana tidak merasa bersalah ? Dulu diam-diam Cleo membelikan sebuah apartemen mewah beserta penthouse untuk Tere saat wanita itu masih berstatus sekretarisnya.
Bahkan Cleo juga mengajak Tere berlibur ke pulau Jeju yang ada di Korea dengan dalil pekerjaan. Hingga ia pun mendesain ulang ruangan kerjanya dengan kamar pribadi agar mudah bercelup ria bersama Tere dahulu.
Mengingatnya kembali membuat Cleo merasa menjadi suami yang penuh dosa. Ia pun mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
Cleo hanya bisa memandangi mantan istrinya dengan senyuman kegetiran. Betapa sangat bod*hnya ia dahulu, membuang berlian hanya demi sebongkah batu kali.
Setelah masuk, Beauty mempersilahkan Cleo untuk duduk.
"Silahkan duduk mas, ingin minum apa?"
"Emm...seperti biasanya saja."
Seketika ucapan Cleo seolah memaksa ingatan Beauty untuk mengingat kembali apa yang sekiranya pria itu sukai.
"Baiklah mas."
Tak berselang lama Beauty keluar membawa 2 cangkir teh berwarna magenta sedikit agak tua. Harum dari teh tersebut begitu mengusik indra penciuman Cleo.
"Ini teh bunga Rosellanya mas."
"Terima kasih Bee, ternyata kamu masih mengingatnya."
Tanpa sungkan Cleo pun langsung meminum teh yang terbuat dari kelopak bunga Rosella tersebut.
Menikmati harum Rosella dalam bentuk minuman hangat membuat jiwanya terasa damai. Apalagi kini ia tengah duduk bersama Beauty. Mantan istri yang masih ia cintai.
Ya Cleo sangat menyukai teh bunga Rosella buatan Beauty. Begitu pula sama halnya dengan wanita itu. Dan kebetulan Beauty selalu menyediakan stok untuk dirinya sendiri.
Perlu di ketahui bahwa selain harum dan indah, bunga satu ini juga bisa dijadikan teh dan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.
Khasiat tanaman rosella sendiri tidak terlepas dari kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga mampu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh.
Dan manfaat lainnya dari teh bunga Rosella adalah menurunkan tekanan darah, mengatasi kolesterol tinggi, dapat mencegah penyakit jantung serta mengurangi resiko obesitas.
Perpaduan harum dari teh serta manis yang pas membuat Cleo terlena.
Pria itu terus saja menatap kearah Beauty. Memuaskan diri untuk menatap perempuan itu lebih lama lagi.
"Mas..mas Cleo? mas!"
Panggilan dari Beauty seakan menyadarkan alam bawah sadar pria tersebut. Bagaikan orang yang ling-lung, Cleo hanya menatap ekpresi Beauty yang seakan khawatir terhadapnya.
"Mas Cleo!" panggil Beauty lagi.
Kali ini dengan sedikit agak keras, karena sepertinya mantan suaminya itu sedang tidak sadar.
"Eh...apa Bee? Kenapa?"
"Kok mas malah tanya Beauty? harus Bee yang tanya sama mas Cleo kok diam saja kenapa?"
Cleo nampak salah tingkah. Sikapnya bagaikan ABG (Anak Baru Gede) atau anak remaja yang baru saja merasakan jatuh cinta.
Padahal umurnya kini sudah hampir memasuki kepala tiga. Rasanya begitu lucu, tiba-tiba hatinya merasakan getaran itu kembali.
"Oh...maaf, mas hanya teringat akan masa lalu kita Bee. Duduk berdua denganmu sambil meminum teh bersama seperti ini adalah hal yang paling mas sukai dulu. Namun selama ini mas sudah melupakan itu," terang Cleo dengan nada lesu.
Beauty pun hanya mendengarkan tanpa menyahuti, karena sesungguhnya ia pun merasakan hal yang sama seperti mantan suaminya itu rasakan.
__ADS_1
...To be continue_...