Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Akhir Permainan Betty


__ADS_3

Juna menggeram pelan di tempat seraya mengempalkan tinju hingga buku-buku jarinya memutih.


Pemuda berambut messy crop itu sudah tidak tahan melihat kedekatan Cleo dengan istrinya Beauty. Pikirannya pun berjambang, mungkin inilah saatnya.


Saat Betty sudah duduk di sampingnya, dan pak penghulu sudah bersiap memulai acara. Saat itu juga Juna berdiri dari kursi akadnya.


Semua para undangan, sanak saudara serta jangan lupakan. Pernikahan ini diadakan secara terbuka dengan di hadiri beberapa wartawan yang meliputi.


Pernikahan dari perusahaan terbesar se-tanah air tidak boleh begitu saja mereka lewatkan. Jadi wartawan langsung menyorot kearah Juna yang tiba-tiba berdiri saat acara akad akan di mulai.


Dengan menggunakan micropone, Juna mulai membuka maksud dan tujuannya yang terlihat seperti akan memberikan sebuah sambutan.


Dari tempatnya, Betty hanya menatap tak mengerti sambil terus memperhatikan gerak gerik calon suaminya.


“Maaf, para hadirin semuanya. Jika tindakan saya ini mungkin akan sedikit menghambat prosesi akad yang akan saya jalani. Namun, di kesempatan kali ini saya ingin sampaikan ucapan terima kasih kepada seorang wanita yang sudah memberikan warna dalam hidup saya.”


Para hadirin pun bertepuk tangan, mereka fikir yang di maksud oleh Juna adalah Betty. Sedang Betty tersipu malu di tempatnya. Sudah pasti itu untuknya, karena sebentar lagi mereka akan menikah.


“Wanita yang mempunyai kesabaran luar biasa hebatnya, dalam menjalani hidup dengan semua masalah yang menghampirinya. Wanita yang saya harapkan bisa menjadi ibu dari anak-anak saya kelak. Dan wanita itu kini sedang mengandung buah cinta kami, saya sangat beruntung bisa memilikinya.”


Lagi-lagi para hadirin bertepuk tangan dengan riuhnya. Serta memberikan sebuah ucapan selamat kepada Juna dan juga Betty. Tanpa mengetahui siapa yang sebenarnya Juna maksud.


Betty pun menyambut ucapan selamat itu dengan antusias, senyumnya mengembang merekah bagaikan miss universe yang memperoleh penghargaan.


“Namun, perempuan itu bukanlah yang ada di samping saya ini. Melainkan dia yang ada disana!” tunjuk Juna kearah Beauty yang mematung di ujung red carpet. Di sampingnya berdiri mantan suaminya Cleo.

__ADS_1


Om Pram dan tante Sulis pun berdiri serentak. Sedangkan papi Tulus menenangkan sang istri yang sedikit mengalami sesak nafas.


“Juna apa maksudnya semua ini?!” tanya om Pram dengan raut muka memerah menahan amarah.


Pria paruh baya itu merasa di permainkan oleh Juna.


“Om pram bisa lihat sendiri, di sini saya berkata jujur. Waktu kejadian itu saya di jebak oleh putri anda dengan obat tidur dan berakhir di apartemen Betty seperti yang om Pram dan papi saya lihat.”


“Namun perlu di garis bawahi, selama itu saya tidak melakukan apapun kepada Betty. Justru Betty lah yang berusaha untuk memperkosa saya. Namun saya keburu terbangun, karena reaksi obatnya sudah hilang.” jelas Juna.


“Itu tidak mungkin! Putriku tidak mungkin melakukan hal murahan seperti itu!” teriak om Pram marah.


“Apa semua itu benar yang dikatakan oleh Juna Betty? Jawablah dengan jujur!” bentak om Pram kepada Betty.


Betty terdiam membisu. Mulutnya bergetar seiring air mata yang mengalir deras dari kedua sudut bola matanya. Betty tak menyangka, jika Juna akan melakukan semua ini.


Selama ini Betty mengira, jika Juna percaya terhadap semua tipuannya. Karena bersedia menikahi dirinya dan mempoligami pernikahannya bersama Beauty. Ternyata Betty salah. Juna bukan pria bodoh yang semudah itu ia tipu dengan taktik murahan seperti yang dia lakukan saat ini.


“Om dan tante bisa lihat sendiri, Juna punya buktinya. Ditto serahkan rekaman itu kepada mereka!” perintah Juna kepada Ditto yang sudah bersiap dengan beberapa tablet di tangannya dan menyerahkannya kepada kedua orang tua Betty dan juga papinya.


Melihat rekaman video yang seperti diambil dari sebuah ponsel yang sepertinya milik Betty sendiri, dalam video terlihat Betty melucuti satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh Juna dan menutupi tubuh polos Juna dengan selimut.


Begitu pula dengan Betty yang terlihat ikut masuk ke dalam selimut dan mulai melepaskan pakaiannya. Melihat itu, wajah om Pram semakin merah padam.


Pria paruh baya itu tak menyangka bagaimana putrinya bisa melakukan hal serendah itu. Dalam video sudah jelas, siapa yang menjalani peran dan siapa yang menjadi korban sesungguhnya.

__ADS_1


“Apa om dan tante sudah jelas? Jadi kemungkinan anak yang sekarang Betty kandung bukanlah anak dari saya, karena saya sendiri tak merasa melakukannya bersama Betty. Dan lagi usia kandungannya melebihi waktu kejadian.”


Betty menatap panik, gadis itu bergegas menghampiri sang mama dan meminta tablet itu. Saat ia melihatnya sendiri, betapa terkejutnya Betty.


Video itu sebenarnya ia ambil hanya untuk koleksi dan memanas-manasi Beauty agar menyerah dengan pernikahannya bersama Juna. Namun Betty tak menyangka, Juna bisa mendapatkan rekaman itu yang aslinya hanya tersimpan dalam gawai cerdas miliknya.


Betty tak menyadari, bahwa selama ini Juna sudah meretas gawai cerdas miliknya. Dengan menyewa seorang hacker, Juna akhirnya bisa membobol isi dari gawai cerdas milik Betty.


Plaaakk!!


Sebuah tamparan mendarat mulus di permukaan wajahnya. Menimbulkan Rasa nyeri dan panas yang menjalar bercampur jadi satu. Bahkan bekas telapak tangan tergambar jelas di area itu.


“Ayah! Cukup ayah! Malu di lihatin para tamu dan wartawan! Lebih baik kita pulang saja dan selesaikan semua ini di rumah!” lerai tante Sulis seraua menangis


“Tidak! Ayah ingin tahu siapa laki-laki bejat yang sudah menghamilimu Betty! Katakan sekarang! Atau kamu tidak akan bisa melihat matahari mulai besok!” ancam om Pram.


Betty pun menangis memohon ampun kepada sang ayah. Mungkin inilah akhir dari semua permainan kebohongan yang sudah ia buat.


“A...Amir ayah, Amir Narayan!” ucap Betty terbata. Kali ini gadis itu sudah pasrah dengan apa yang akan ayahnya perbuat.


“Siapa Amir! Jawab Betty!” gertak om Pram dengan raut wajah bengis bercampur rasa malu yang tak terhingga.


Tiba-tiba seorang pemuda tinggi berkulit sawo matang, dengan garis matanya khas ketimuran berjalan kearah dimana Om Pram dan Betty berpijak.


“Amir!” gumam Betty.

__ADS_1


__ADS_2