
"Tere! apa maksudnya semua ini?" tanya Sisie dengan nafas memburu.
Berbagai asumsi dan fikiran negatif beranak dalam otaknya. Tapi ia berusaha tepis, tidak mungkin sahabatnya akan berbuat jahat kepada keluarganya. Sayangnya pemikiran positif itu dipatahkan oleh Tere yang seakan membenarkan pemikiran negatifnya.
Terlihat beberapa penjaga laki-laki berbadan besar serta berpakaian layaknya preman berjaga mengelilingi rumahnya.
"Eh.. Sisie kamu sudah pulang, istirahat dulu aja nanti baru gue jelasin," jawab Tere dengan enteng sambil mengelus perut buncitnya.
Rencananya wanita dengan sejuta dendam di hatinya itu akan membongkar sandiwaranya di hadapan keluarga Cleo. Setelah ia berhasil menguasai harta dan semua aset yang keluarga Cleo miliki jatuh ke tangannya.
Tampak acuh tak acuh Tere berlalu melewati Sisie. Namun, secepat kilat Sisie menjambak rambut cranberry red milik wanita itu dengan kuat.
"Jelasin ke gue dulu dasar wanita jal*ng! Apa maksud semua ini? loe mau ngusir kita dari rumah kita sendiri? that's impossible!" cibir Sisie dengan kesal karena tak kunjung mendapat jawaban dari kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.
"Lepasin gue Sie! sakit..akh! penjaga pegangi gadis bar-bar ini cepat!" teriak Tere sambil berusaha melepaskan cengkeraman Sisie dari rambutnya.
"Tidak akan! sebelum loe jelasin dulu apa maksud semua ini ke gue!" ketus Sisie dengan mencengkram rambut Tere dengan bengis.
Namun cengkeraman yang Sisie lakukan tak berlangsung lama karena dengan sigap anak buah Tere sudah melerai tindakannya dan memegangi kedua tangannya dengan kuat.
"Hei! dasar pria-pria jelek lepasin! harusnya bos kalian itu gue! Gue yang punya rumah ini!" pekik Tere dengan histeris.
"Hei gadis gila! gue akan jelasin sekarang jadi dengerin baik-baik ya! Rumah ini sekarang sudah jadi milik gue! Dan loe bisa lihat sendiri bukti konkritnya!" ucap Tere sambil memperlihatkan sertifikat rumah yang sudah ia alihkan menjadi namanya.
Wanita dengan perut membuncit itu juga memperlihatkan surat akta tanah beserta sertifikat perusahaan yang sudah beralih nama pemiliknya.
Mata Sisie pun membulat sempurna. Gadis itu tak menyangka jika kakak ipar sekaligus sahabatnya itu sudah melakukan tindakan yang begitu jauh seperti sekarang.
"Siapa loe sebenarnya wanita jal*ng?! Kenapa loe melakukan ini semua kepada keluarga gue? Memangnya salah apa keluarga gue sama loe?! Kakak gue sudah berbaik hati memungut loe dari jalanan, lalu biarin loe masuk dalam keluarga kami dan menjadikan loe salah satu keluarga kami. Tapi apa balasan loe sekarang?!" teriak Sisie dengan lantang.
"Hahaa... siapa gue? baiklah gue akan kasih tahu siapa gue sebenarnya dan mungkin loe bakal terkejut setelah mendengarnya!" ujar Tere sambil menyeringai.
"Cepat brengs*k!" gertak Sisie.
Wanita berwajah oval dengan cat rambut berwarna cranberry red itu hanya bisa tertawa sumbang. Sorot matanya penuh ejekan kearah adik iparnya itu.
__ADS_1
Lalu Tere pun terlihat duduk dengan tenang sambil menyantap spagetti yang sudah bi Sumi siapkan. Setelah spagetti yang tersedia di piring tinggal setengah, baru lah Tere mulai buka suara setelah menyeruput es lemon yang tersaji di hadapannya.
"Loe masih ingat? saat kakak loe Cleo akan menikahi wanita mandul itu, datang seorang wanita ke acara resepsi pernikahan dan mengacau semuanya?"
Dengan tangan yang terikat, Sisie menjawab tanya Tere yang tak kunjung memberi jawaban dengan ketus.
"Iya, wanita gila itu tiba-tiba datang dan merusak sebagian dekorasi pernikahan kak Cleo. Untung wanita gila itu segera diringkus oleh petugas keamanan. Lalu apa hubungannya wanita gila itu sama loe?!" tanya balik Sisie tak kalah sengit.
Kini Tere terlihat bangkit dari tempat duduknya. Lalu ia menuang segelas wine di minibar yang ada di rumah itu. Dengan santai ia meminumnya seraya mengintari tubuh Sisie yang terduduk di kursi dengan tangan terikat.
Tak kunjung mendapat jawaban membuat gadis bertubuh sintal itu merasa geram. Dengan keras ia menghardik wanita yang ia fikir hamil itu yang tengah meminum alkohol di depannya.
"Loe gila! bukannya loe lagi hamil kenapa malah minum alkohol?" hardik Sisie dengan keras.
Namun Tere tetap dengan ekspresi mempermainkannya.
"Ccckkk! loe pengen tahu yang sebenarnya atau tidak?" tanya Tere dengan senyum menyeringai khas psikopat.
"Katakan lah cepat wanita jal*ng!"
Mendengar makian ' jal*ng' dari mulut Sisie membuat amarah Tere bergejolak. Dengan segera ia bangkit dan menjambak rambut belakang Sisie yang masih tergerai.
Mata Sisie pun membulat sempurna. Gadis itu tak menyangka ternyata iparnya itu tahu segalanya tentang dirinya. Padahal itu adalah rahasia besarnya bersama Reiner sang mantan kekasih.
"Dasar Reiner baj*ngan!" umpat Sisie lirih.
"Gue adalah adik wanita yang loe sangka gila itu! Dan wanita itu adalah kakakku yang sudah di buat depresi oleh Cleo kakak loe!" terang Tere yang langsung membuat Sisie memekik.
"What??!! jadi ...jadi loe itu___" pekik Sisie terkejut.
"Seperti yang ada di fikiran loe, jadi loe ngerti kan sekarang kenapa gue lakuin ini semua sama keluarga loe?!" ucap Tere dengan sinis.
Sisie pun hanya bisa geleng-geleng kepala tak percaya. Bagaimana mungkin selama ini keluarganya telah memelihara serigala di dalam rumah mereka.
"Loe harus tahu! wanita yang kalian sangka gila itu telah bunuh diri setelah kalian usir dari acara resepsi Cleo dulu! Loe nggak tahu betapa sakitnya hati gue kala itu, kehilangan orang satu-satunya yang gue punya di dunia ini. Dan semenjak itu gue harus mandiri hidup sebatang kara. Loe nggak bakal ngerti rasanya jadi gue!" bentak Tere keras.
__ADS_1
Sisie yang dibentak pun tak gentar. Netranya masih menatap nyalang kearah Tere.
"Itu bukan kesalahan kami! tapi itu kebodohan kakak loe aja!" ejek Sisie.
Mendengar kalimat ejekan dari Sisie membuat wanita berambut cranberry red itu geram. Lalu dengan gerakan cepat ia menjambak kembali rambut Sisie dari samping.
"Sekarang loe perhatikan baik-baik ini!" titah Tere tepat dihadapan dimana gadis itu terikat.
Dengan gerakan santai wanita itu terlihat mulai melepaskan sesuatu yang seperti membelut tubuhnya. Sedangkan Sisie masih memperhatikannya dengan seksama. Namun semenit kemudian, gadis bertubuh sintal itu tak mampu menyembunyikan mimik wajahnya yang sangat terkejut.
Mata gadis itu melotot tak percaya, bahkan mulutnya pun menganga sampai membentuk huruf O di bibir tipisnya. Saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, sebuah benda terlepas dari tubuh iparnya dan membuat perut wanita itu seketika langsing bagaikan gadis.
"Jadi! Jadi loe sudah menipu kita semua selama ini terutama mama?!" tanya Sisie masih tak percaya.
"Iya seperti yang loe lihat! Selama ini aku hanya pura-pura hamil dan dengan bod*hnya kalian percaya begitu saja? Bukankah gue hebat?!" ejek Tere balik dengan senyum menyeringai.
"Sekarang siapa yang terlihat bod*h, kalian atau gue?!" bentak Tere lagi.
Sisie pun tak mampu berkata-kata lagi. Kini keluarganya benar-benar hancur berantakan. Kakaknya Cleo kini tengah di tahan di kantor polisi. Sedangkan sang mama tengah terbaring koma di rumah sakit.
Tere pun tersenyum sinis melihat raut kesedihan yang nampak dari raut wajah adik tirinya yang biasanya bersikap arogan itu.
"Dasar cengeng! makanya loe jangan main-main sama gue!"
"Morgan! cepat kurung gadis arogan ini dan ikat kedua tangan dan kakinya!" perintah Tere dengan tegas.
"Baik bos!!"
Para bodyguard Tere mulai memegangi kedua lengan Sisie dan ingin membawanya ke salah satu ruangan di rumah itu.
"Hei! lepasin gue brengs*k! awas saja! gue akan balas dendam buat loe dasar wanita jal*ng!" teriak Sisie menggema memenuhi ruangan sebelum tubuhnya lunglai akibat obat bius yang diberikan para bodyguard itu.
Mendengar makian dan ancaman dari Sisie membuat Tere merasa geli. Wanita berambut cranberry red itu tertawa sepuasnya seraya menikmati kembali segelas wine dalam genggamannya.
"Coba saja!" lirihnya sambil mengendikan bahu.
__ADS_1
I'm come back! 😂 Maaf ya buat para penggemar novel receh ini. Author sudah menghilang gk pamit² karena suatu hal bersifat pribadi.
Kasih semangat dong biar author rajin up lg.😅