Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Hadapi Bersama


__ADS_3

Di tengah jalan, di dalam mobil yang Juna dan Beauty tumpangi tiba-tiba atmosfirnya terasa hening. Keduanya tengah bergelut dengan fikiran masing-masing.


Juna pun mengalihkan pandangannya kearah wanita berlesung pipi yang baru sehari ia nikahi.


"Apa yang sekarang kamu fikirkan Bee?" tanya Juna seraya fokus dengan kemudinya.


"Cobak tebak."


"Aku kan bukan vampir apalagi cenayang yang bisa baca isi fikiran manusia Bee."


"Tapi kemarin kamu hampir saja melubangi tenggorokanku kan," seloroh Beauty.


Juna pun tergelak mendengar pengakuan sang istri. Kemarin Juna memang berniat membuat tanda cinta untuk sang istri, namun karena ia belum ahli. Tindakannya itu malah menyakiti wanitanya.


Beruntung sang istri segera memukul kesadarannya, jika tidak ia benar-benar akan melubangi tenggorokan istrinya Beauty.


"Maafkan aku yank, jujur aku tak bisa menahan hasratku jika bersamamu. Yang kemarin itu adalah pengalaman yang luar biasa dan spektakuker buatku pribadi karena aku baru melakukannya dengan seorang wanita."


"Ya...aku fikir dulu, aku ini tidak normal. Karena aku tak berhasrat kepada wanita mana pun apalagi berfikir untuk menjalin kasih dengan mereka."


Juna masih berceloteh tentang dirinya yang ia sangka memiliki kelainan atau penyakit psikis lainnya karena sebelumnya ia tak ada hasrat untuk mendekati seorang wanita dan menjadikannya sebagai teman kencan.


"Really??" Beauty pun berpangku tangan untuk mendengarkan cerita tentang kehidupan pribadi suami kecilnya sekaligus mantan atasanya itu.


"Kamu tak percaya yank? Sungguh ceritaku ini benar-benar apa adanya. Kamu bisa menanyakan kepada Jeki dan Jono. Mereka itu kunci serep perjalanan hidupku," seru Juna berusaha menyakinkan sang istri.


Beauty pun mendelik masih tak percaya akan pernyataan sang suami. Bagaimana mungkin, orang setampan, sekaya dan se-famous seorang Juna tak pernah memiliki seorang kekasih satu pun.


Beauty pun mendesah lirih. Akankah ia sampaikan rasa gugupnya yang mendera saat nanti bertemu dengan keluarga pemuda itu?


" Hei..Whatt happend baby?" Juna pun menyelipkan sedikit anak rambut istrinya.


"Hm.. Aku gugup Junaa."


Juna menggengam erat jari-jemari lentik milik istrinya itu dan mengecupnya pelan.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi ke depannya, mari kita hadapi bersama-sama dalam suka maupun duka," balas Juna berusaha menenangkan kegugupan sang istri.


Padahal dalam hatinya pemuda itu tengah di selimuti rasa khawatir yang besar, apakah gerangan yang akan terjadi dengan keluarganya setelah mengetahui pernikahannya bersama Beauty?


Di mansion keluarga Narendra


Tampak nyonya besar keluarga Narendra berjalan mondar mandir bagaikan mesin pemotong rumput.


"Bagaimana ini pi, Juna belum juga di temukan sampai sekarang. Padahal acara pertunangannya di mulai 1 jam lagi?" resah mami Lola kepada suaminya.


"Sabar ma, Juna tidak mungkin lupa dengan acara pentingnya sendiri. Setahu papi, Juna itu selalu tepat waktu. Mungkin anak itu butuh waktu untuk memikirkan semua ini," hibur papi Tulus untuk menenangkan istrinya.


"Semoga saja papi benar."


Tak lama rombongan keluarga serta kerabat Betty pun datang.


"Tante, bagaimana kabar tante Lola sehat??" sapa Betty Lovanka diiringi peluk dan cipika cipiki gaya khas orang baru bertemu.


"Tante sehat sayang, bagaimana denganmu Lova? Pasti kamu gugup ya?" goda mami berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.


"Jangan panggil tante dong, mami atuh sebentar lagi kan kamu akan menjadi anak mantu mami Lova."


"Eh..iya tan..eh maksud Lova mami," kata Betty dengan malu-malu.


"Nah..gitu dong sayang, kamu nampak cantik sekali dan cocok dengan gaun ini. Juna pasti suka!" puji mami Lola akan penampilan Betty yang memukau.


Penampilan Betty Lovanka malam ini nampak begitu cantik. Gadis itu memakai gaun dengan model one shoulders dress.


Yaitu gaun yang tidak memiliki salah satu lengan dengan bahu yang terbuka. Menampakan kulit kuning langsat gadis itu. Serta dengan satu belahan bagian bawah. Menampakkan kaki jenjang yang mulus tanpa bulu-bulu halus.


Gaun yang Betty Lovanka kenakan berwarna merah maroon. Membuat penampilannya semakin terlihat sexy dan memukau.


Betty sengaja menyewa make up artis untuk membuat penampilannya memukau di hadapan orang banyak terutama calon suaminya Arjun Narendra.


"Ngomong-ngomong Juna dimana ya tante, om? Sedari tadi Lova tak melihatnya?" tanya Betty Lovanka seraya netranya berpencar untuk mencari keberadaan orang yang di maksud.

__ADS_1


"Juna...." ucap mami Lola mengambang lalu sedetik kemudian papi Tulus memotong ucapannya.


"Juna masih di apartemennya. Semenjak kemarin ia tidur di apartemen. Mungkin sebentar lagi juga sampai, iya kan mam?"


Papi Tulus pun menyenggol lengan sang istri untuk mengiyakan ucapannya.


"Eh..iya sayang itu benar, paling sebentar lagi juga sampai. Nah itu dia!!" seru mami Lola setelah mendengar deru suara mobil terparkir.


Bertepatan dengan itu, mobil yang Juna bawa sampai ke pelataran mansion keluarganya. Semua sanak saudara yang hadir sangat menanti kehadiran pemuda itu.


Namun perilaku pemuda itu nampak aneh. Ternyata ia tidak datang seorang diri melainkan bersama orang lain lebih tepatnya seorang wanita.


Setelah Juna turun, pemuda itu menghampiri pintu mobil sebelahnya dan membukakan pintu itu untuk seseorang di balik kaca hitam mobilnya.


"Junaaa!! Aku tak berani keluar! Keluargamu sedang berkumpul lebih baik aku pergi saja!" tolak Beauty meronta.


"Bee! Kita sudah berjanji akan menghadapi keluargaku bersama. Kita sudah sejauh ini, apa kamu akan menyerah begitu saja atas hubungan kita ini? Hem. Kebetulan di depan ada keluarga Betty, dengan status kita yang sudah menikah ini. Aku akan batalkan pertunanganku dengan Betty. Please Bee, bantu aku! Mari kita hadapi mereka bersama-sama dalam suka maupun duka?" pinta Juna memohon.


Beauty pun memejamkan kedua matanya. Mengatur pernafasannya untuk mengurangi rasa gugup serta nervous yang menyerangb bersamaan. Ia yakinkan dalam hati sekali lagi, untuk maju melangkah demi cinta dan kebahagiaan yang ada di depan mata.


"Jangan takut, ada aku disini. Kita akan menghadapi mereka bersama-sama. Yakinlah Bee, dihatiku cuma ada kamu dan aku tak bisa hidup tanpamu."


Juna terus berusaha menyakinkan Beauty, meski ini tindakan yang sangat tidak pantas. Namun bagaimana lagi. Nafas dan hidupnya sudah terpatri untuk satu wanita yang berwarna Beauty Edelweis.


"Baiklah, semoga mereka bisa menerima kehadiranku."


"Pasti! Tenangkan dirimu ada aku disini," tutur Juna dengan lembut.


Beauty mengangguk patuh, lalu ia pun mulai turun dari mobil Juna perlahan. Semua mata yang ada disana pun nampak shock. Tak lain dan tak bukan mami Lola dan Betty Lovanka.


"Dasaaar! Wanita itu rupanya! Awas kau!" umpat mami Lola seraya berjalan kearah Juna dan Beauty.


"Arjuunn Narendraa!! Apa-apaan ini?!" seru mami Lola dari jauh. Langkahnya sedikit melambat karena highheels yang wanita itu kenakan.


"Mami!"

__ADS_1


...Kira-kira apa yang selanjutnya bakal terjadi? Simak terus ya karya receh dari author amatir ini. 😘😘...


__ADS_2