Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Penyesalan Tak Berujung


__ADS_3

Pasca pengakuan yang dibuat oleh Juna, pemuda itu enggan melepas tubuh sang istri dari pelukannya.


“Hey big baby! Lepaskan! Ow.. Atau kamu ingin tidur di sofa saja malam ini?” ancam Beauty yang sukses membuat Juna segera melepaskan pelukannya.


“Jangan dong yank, nanti aku tidak bisa tidur tanpa kalian. Bagiku sekarang, kalian berdua adalah bagian dari separuh nafasku,” ucap Juna dengan tatapan seriusnya.


“Sudah, main ftv-nya? Sekarang pulang yuk, aku sudah lapar Juna. Aku ingin makan rujak buah yang ada di depan sana,” ujar Beauty dengan tatapan memelas.


“Aku serius sayank, akh...anak papi udah lapar ya? yuk kita cari makan buat kalian,” balas Juna dengan menyejajarkan tingginya dengan perut Beauty yang sudah sedikit agak menonjol dan mengusapnya lembut.


“Stop Junaa! Gelaii tau,” cegah Beauty sambil menyembunyikan benjolan perutnya dari tangan Juna.


“Kenaya yank? Bukannya ibu hamil suka di pegang perutnya sama suami? Kenapa kamu malah nampak risih begitu?” tanya Juna menyelidik.


“Aku..aku belum terbiasa saja Juna, please kita pulang sekarang ya. Anak kita sudah lapar,” rengek Beauty dengen ekpresi popy eyes nya.


“Baiklah, kita akan belanja sebanyak yang kamu dan anak kita mau. Yuk kita jalan.”


Saat kedua pasangan calon mama dan papa muda itu akan beranjak dari kursi taman, tiba-tiba saja di kejutkan oleh suara benda jatuh dari arah belakang. Reflek membuat kedua pasangan itu menoleh bersamaan.


Plug!


“Mas Cleo!”


“Cleo!”


Beauty dan Juna pun saling melempar pandangan satu sama lain. Lalu Juna kembali menatap tajam kearah Cleo. Seakan seperti kucing yang bertemu dengan musuhnya. Aura di sekitar Juna berubah menjadi menggelap.


“Mau apa lo?” ketus Juna seraya memeluk tubuh Beauty dengan posesif di depan Cleo.

__ADS_1


“Kebetulan kita bertemu disini, aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kehamilanmu Beauty,” ucap Cleo dengan tulus seraya menyerahkan sekotak box kue coklat dengan berbagai rasa.


Beauty akhirnya menerima uluran pemberian makanan dari Cleo itu. Meski awalnya ia sempat terkejut karena tiba-tiba Cleo tahu tentang kehamilannya.


Tapi Beauty yakin jika sedari tadi pria berjambang tipis itu mendengarkan semua percakapannya bersama Juna.


Dan bagi Cleo, pemuda itu cukup tahu kalau kue-kue coklat itu dulu begitu sangat di sukai oleh Beauty.


Dahulu, kue-kue coklat itu ia belikan untuk Beauty sebagai oleh-oleh darinya saat bekerja keluar kota. Hingga suatu ketika, pemuda berjambang tipis itu melupakan tradisi yang sudah ia buat sendiri untuk sang istri.


Sebenarnya bukan alasan kebetulan, Cleo memang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya. Saking asyiknya dengan dunia mereka sampai Beauty dan Juna tak menyadari kehadiran Cleo di sekitarnya.


Cleo mendengar semua pembicaraan suami istri itu. Pemuda itu sendiri sempat geram atas pengakuan yang sudah Juna buat. Namun itu dipatahkah, kala Beauty justru memilih memaafkan sikap Juna. Jadi sekarang Cleo tahu, alasan Juna ingin menikahi perempuan lain.


“Terima kasih mas Cleo,” balas Beauty dengan tersenyum manis khas wanita menampilkan lesung pipi yang selalu menghiasi wajah innocentnya.


Melihat sang istri tersenyum manis kearah pria lain, membuat hati Juna terbakar api cemburu. Buru-buru Juna menangkup wajah cantik Beauty dengan kedua tangan dan mengarahkan ketubuhnya.


Juna masih mengingat bagaimana Cleo memukul wajahnya hingga membuat bibir sexy nya robek. Dan ia tidak bisa membalasnya kala itu.


“Oh. Iya..gue juga minta maaf buat lo waktu itu. Gue terbawa emosi hingga tak sadar bertindak di luar batas,” sesal Cleo.


“Sudahlah! Yang jelas dan perlu di ingat! Gue bukan laki-laki bodoh yang melepas istri cantiknya demi wanita mur*han di luaran sana. Sebagai suami, gue akan mencintai istri gue sampai tua bahkan sampai maut memisahkan kami! Dan masalah kita bukan lagi jadi urusan lo! Kita bisa menyelesaikannya sendiri tanpa campur tangan orang lain!” tekan Juna menohok yang sukses membuat hati kecil Cleo tersentil.


Dari tempatnya, Cleo berusaha bersikap sewajarnya meski dari bawah sana kedua tangannya tampak mengepal kuat karena merasa tidak terima akan ucapan dari Juna.


“Sudah Junaa! Lebih baik kita pergi, kita pulang ya mas. Dan terima kasih coklatnya,” lerai Beauty seraya menarik tubuh Juna menjauh dari Cleo.


“Hati-hati ya kalian..” balas Cleo saat kedua pasangan suami istri itu sudah memasuki mobil mereka

__ADS_1


Masih dari tempatnya, Cleo memandangi mobil Juna yang sudah menghilang. Rasa sesal itu kembali menghantam ulu hatinya. Jika saja ia tak mengikuti permainan nafsu, tentu saja hidupnya tidak akan menyedihkan seperti ini.


Cleo berusaha bersikap biasa saja meski dalam hatinya tengah bergemuruh hebat. Karena wanita yang dulu pernah ia sia-siakan karena di sangka mandul, kini malah sudah mengandung benih cinta dari pria lain.


Seharusnya Cleo menyadari, jika yang mandul itu bukanlah mantan istrinya Beauty melainkan dirinya. Selama ini ia enggan memeriksakan kesuburan tubuhnya ke laboraturium dokter.


Ia dan keluarga terlalu menyorot ke arah istrinya saja. Apalagi kala itu Tere mengaku hamil anaknya, betapa bodohnya Cleo ternyata ialah sebenarnya yang mandul. Cleo merutuki kebodohannya itu berulang kali.


“Andai aku menyadarinya sedari awal Bee, mungkin kita bisa menjalani program bayi tabung atau sejenisnya. Aku sungguh menyesal sudah menyia-nyiakan dirimu. Semoga kalian selalu bahagia,” ratap Cleo sambil terisak.


Di saat usahanya mulai berjalan lancar, kini ia harus di landa musibah akan nama perusahaannya yang sudah tercemar. Jika hidupnya tak sulit seperti sekarang, pasti Cleo dengan mudah dapat menutup celah-celah yang akan membuat usahanya hancur.


“Dengan keluarga nona Sisie?” tegur seorang perawat yang membuyarkan lamunan Cleo.


“Iya sus, saya sendiri.”


“Pemeriksaan medisnya sudah selesai pak, nona Sisie sudah di perbolehkan pulang.”


“Oh..terima kasih atas informasinya sus.”


Perawat itu pun hanya mengangguk lalu segera beranjak dari tempat Cleo.


Kebetulan hari ini jadwal control Sisie ke psikiater dan juga dokter kandungan. Semenjak menjalani beberapa terapi ke psikiater, emosi Sisie sudah lebih terkendali. Dalam hati Cleo berjanji akan mencari pelaku yang sudah membuat adiknya depresi.


Readers setiaku😘😘


Dukung terus kisah Cleo, Beauty dan juga Juna ya, bakal ada part yang bkin kalian baper nanti..


Jngan lupa giftnya..😘😍😍

__ADS_1


Lope u all..


__ADS_2