
“Beny!” panggil Beauty dari belakang.
Pemuda berkumis tipis itu pun menghentikan langkahnya, lalu berbalik arah menghadap Beauty.
“Ada apa nyonya?” tanya Beny dengan sopan.
“Sepertinya aku salah custom, bisakah kamu meminjamkanku sebuah blazer atau semacamnya gitu?” cicit Beauty lirih.
Beny pun menautkan kedua alisnya bingung, lalu sejenak ia menatap wanita yang berpakaian khas rumahan di hadapannya. Dan seketika itu, Beny baru menyadarinya.
Saat ini Beauty memakai dress bunga-bunga serta sepatu flatshoes yang ada variasi bunga pula di depannya. Menampakkan kesan imut bagi seorang Beauty yang merupakan bos baru mereka.
Memang kepergian Beauty dari rumah Juna tadi, hanya pamit kepada bi Tum untuk pergi ke mini market terdekat. Jadi Beauty hanya memakai pakaian seadanya.
Dengan cekatan Beny melepaskan jas yang membalut tubuh tegapnya, dan segera mengalungkan jas itu pada tubuh Beauty.
“Maaf nyonya, kami tidak memiliki ruang wardrobe sendiri. Apa yang kami punya yaitu yang melekat pada tubuh kami itu saja,” ucap Beny sedikit menunduk.
“Tidak apa-apa, terima kasih.”
Beny pun mulai membuka kunci dimana pemuda itu mereka sekap. Sebelum masuk, Beny mengingatkan kepada Beauty dan juga kelompoknya untuk menutupi jati diri mereka sebelum bertemu tawanan.
“Nyonya, sebaiknya anda memakai topeng ini. Agar jati diri nyonya bisa terjaga,” ucap Beny seraya menyerahkan sebuah topeng yang nampak berbeda daripada yang lain.
“Oh, begitu.”
Beauty tak mengerti apa-apa tentang dunia yang nampak baru ia selami. Namun ia percaya jika Beny dan juga anak buahnya tidak akan berbuat yang macam-macam, mengingat pengabdian Beny kepada keluarga Sinatrya dulu sudah lumayan lama semenjak pemuda itu masih berumur remaja.
★
__ADS_1
★
“Mami Lola!” seru Betty yang baru saja tiba di kediaman Narendra membawa sebuah koper di sampingnya yang sudah di pastikan milik gadis itu.
Mami Lola yang baru saja akan membukakan pintu pun, terkejut saat tiba-tiba Betty berhamburan ke dalam pelukannya.
“Mami! Terima kasih mami sudah mengijinkan Lova buat tinggal di mansion ini mami,” ungkap Betty senang seraya memeluk tubuh Mami Lola erat seperti ibu sendiri.
Jujur bersama keluarga Juna, Betty seakan merasakan kedamaian yang belum pernah ia dapatkan saat dengan keluarganya sendiri. Keluarga Juna adalah keluarga yang humble, penuh kasih sayang dan tanpa menekan dirinya terus menerus seperti keluarganya terutama sang ayah.
“Sama-sama sayang, yuk..silahkan masuk!” sambut Mami Lola dengan senyum merekah wanita paruh baya itu.
Mami Lola pun menggandeng lengan Betty dan mengapitnya, mengajak gadis itu untuk memasuki lebih dalam mansion keluarga Narendra.
“Anggap saja rumah sendiri ya Lova, bi Tum...bi Tum kesini sebentar,” panggil Mami Lola kepada asisten rumah tangganya.
“Tolong bawakan koper Lova ini ke kamarnya yang diatas samping kamar Juna ya bi. Saya mau berkeliling dulu bersama Lova kesayangan saya ini,” titah Mami Lola seraya tersenyum ramah di hadapan Betty.
Semenjak kepulangan Juna ke mansion Narendra membuat kesehatan Mami Lola sedikit demi sedikit membaik. Meski putranya itu membawa apa yang tidak ia inginkan dalam rumah ini. Entah kenapa, rasanya begitu syulit bagi Mami Lola untuk menerima kehadiran seorang Beauty sebagai mantu dari keluarga Narendra.
Namun ia enggan bersuara, mengingat penyakit jantungnya sudah sering kumat. Membuat wanita paruh baya itu mengurangi, aktivitas yang bisa menghabiskan energi. Seperti berteriak-teriak misalnya.
“Baik, nyonya besar.”
Setelah kepergian nyonya besar dan juga Betty, bi Tum menggerutu di tempat sambil menyeret koper besar milik Betty.
“Lova! Lova naon! Orang Betty oge nami na. Nyonya mah aya-aya wae!” ( Lova! Lova apa! Orang Betty juga namanya. Nyonya mah ada-ada aja!)
Untung di tempat itu tidak ada yang mendengar gerutuan dari wanita berumur 60an itu. Saat menyadari kecerobohannya, buru-buru bi Tum menutup mulut lancangnya lalu ngibrit membawa koper Betty menuju lantai 2.
__ADS_1
*
“Lova, mami senang sekali akhirnya kamu bisa tinggal di mansion mami yang besar ini. Kamu tahu? Mami selalu kesepian, Juna kan anak tunggal. Kamu tahu kan? Papi Tulus dan Juna sibuk bekerja,” keluh Mami Lola saat duduk di kursi taman belakang mansion.
“Tapi, bukannya ada istri Juna Beauty mi? Kenapa mami masih merasa kesepian?” tanya Betty ingin tahu.
Mami Lola pun menghembuskan nafasnya secara perlahan. Menurut wanita yang berumur hampir setengah abad itu, hanya Betty satu-satunya calon mantu idamannya.
“Entah, mami belum sepenuhnya menerima wanita itu Lova. Asal usulnya yang tidak jelas yang membuat mami sulit dan sekaligus berat untuk menerimanya. Bagaimana kalau wanita itu hanya mencintai Juna karena harta saja? Setelah mendapatkan seluruh harta kami, lalu menghilang begitu saja seperti kebanyakan wanita yang ada di sinetron-sinetron itu!” adu Mami Lola.
Betty pun menarik sudutnya samar. Wanita berambut shaggy itu terlonjak-lonjak dalam hati, setidaknya jika ia sulit mendapatkan Juna. Paling nggak hati mami pemuda itu sudah ia genggam.
“Mami yang sabar ya, mulai sekarang Lova akan temani mami kok. Kemana pun mami ingin pergi, Lova akan selalu berada di samping mami,” ucap Betty menyakinkan seraya menggenggam jemari calon mertuanya yang nampak kurus akibat sakit yang perempuan itu derita.
“Kamu benar, jangan seperti istri Juna itu. Sudah tahu hamil tapi malah keluyuran. Oiya...bagaimana keadaan kehamilanmu sekarang Lova?” tanya Mami Lola seraya merapikan anak rambut Betty dengan penuh perhatian.
Betty yang di tanya pun tampak melamun. Gadis itu terkejut bukan main saat mendengar pernyataan bahwa Beauty sudah hamil.
Ini mustahil! Beauty kan bercerai dengan suaminya Cleo karena mandul. Lalu sekarang apa? Hamil? Itu tidak mungkin!
“Lova! Lova! Kamu kenapa sayang?” panggil Mami Lola sambil menepuk-nepuk pelan pipi gadis itu agar sadar.
“Ah..iya mam, maafkan Lova. Lova sedikit melamun. Tadi apa? Kata mami Beauty hamil?”
“Iya, mami tahu dari papi Tulus. Tapi mami meragukan kehamilan wanita itu. Jangan-jangan ia hanya menjebak Juna karena ingin menguasai harta kami saja lagi,” asumsi mami Lola.
Deg!
Betty justru tersentil akan ucapan calon mertuanya itu. Bagaimana kalau sampai wanita yang selalu perhatian kepadanya melebihi ibunya sendiri ity tahu, bahwa justru ialah yang sebenarnya sudah menjebak Juna?
__ADS_1