
Tak butuh waktu lama, Juna dan Beauty pun langsung masuk ke dalam taksi yang kebetulan lewat.
Di dalam taksi Beauty masih menampilkan raut penuh cemas. Berulang kali wanita berlesung pipi itu mer*mas-r*mas sendiri jari-jemarinya.
"Sudahlah Be, mulai sekarang kita cari kebahagian kita sendiri. Kamu jangan terlalu memikirkan yang tadi."
"Aku takut Junaa."
"Bee, walau mami tak suka bahkan papi pun juga melarang. Walau dunia menolak hubungan ini, aku pastikan aku akan tetap cinta kamu."
"Tapi..tapi kata nyonya Lola kamu akan di hapus dari daftar keluarga Narendra karenaku. Aku tak bisa tenang kalau itu benar-benar terjadi padamu Juna."
Beauty pun terisak, hanya karenanya sang suami sampai bertengkar dengan kedua orang tua terutama sang ibu.
"Ssssttt! Sudahlah lupakan, aku sangat mengenal mami. Itu hanya sebuah gertakan saja. Kamu tenang saja ya."
Hibur Juna seraya menekankan telunjuknya pada bibir Beauty. Lalu Juna mulai menyapu bibir ranum istrinya itu menggunakan jemari secara perlahan. Menimbulkan getaran cinta yang masing-masing dirasakan oleh keturunan adam serta hawa itu.
Lalu tiba-tiba alarm kecerdasan Juna menyala meski hanya 5 watt. Dan pemuda itu pun berujar kepada sopir taksi yang mereka tumpangi.
"Pak, ini saya kasih uang lebih tolong bawa saya dan istri kemana pun bapak pergi. Apapun yang bapak dengar abaikan saja. Bapak mengertikan maksud saya?" tekan Juna.
"Iya..iya mas," jawab sang sopir dengan gugup serta belum paham akan ucapan Juna.
"Dan jangan lupa lebih baik bapak menggunakan headset untuk mendengarkan musik, karena saya tidak bertanggung jawab jika bapak kenapa-kenapa," saran Juna kepada sang sopir.
Masih dengan wajah polosnya sang sopir hanya mengiyakan saran dari Juna.
"Iya mas, asiiaap!" balas sang sopir penuh semangat karena hari ini ia mendapatkan tips yang banyak senilai penghasilannya selama seminggu penuh dari seorang pemuda yang menurutnya berhati malaikat.
"Bagus pak, nanti saya kasih tips lagi."
Setelah berucap, Juna pun menutup skat pemisah antara penumpang dengan sopir itu. Selanjutnya, ia melancarkan aksinya.
"Junaaa, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Beauty tanpa curiga.
"Sssstt! Aku hanya ingin merasakan sensasi yang berbeda baby."
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Beauty dengan raut polosnya.
"Nikmati saja!" Tanpa permisi Juna mulai meraup bibir ranum milik sang istri.
"Hmmmmp!!" Beauty pun terkejut bukan main saat tiba-tiba Juna meraup bibirnya di tempat umum. Wanita berlesung pipi itu pun berulang kali menepuk bahu sang suami untuk menyadarkannya namun ternyata gagal.
Sedangkan sang sopir asyik berjoget ria sambil mendengarkan lagu dangdut klasik kesukaannnya dari mp3 yang terletak di dasbord mobil miliknya .
Karena kebetulan tak membawa earphone, sang sopir pun menyetel mp3 mobilnya dengan suara full power
Goyang dombrett..
Goyang dombreet akh.. 😅
(author nggak tahu kelanjutannya gimana jadi kalian bisa spill sendiri di nyai google)ðŸ¤
Permainan pemuda itu terus berlanjut, tanpa melepaskan tautannya Juna mulai melucuti sebuah kain penutup kulit yang melekat pada area bawah tubuh sang istri.
Beauty pun melotot tak percaya akan tindakan suami kecilnya yang terkesan sungguh nackal dan berani.
"Junaaa! Kamu g*la! Kita sekarang sedang berada di dalam transportasi umum!" tegur Beauty dengan menurunkan suaranya lebih kecil agar tidak terdengar oleh sang sopir.
Ternyata susah juga melepaskan kain pembatas kulit berbentuk segitiga berwarna jingga itu. Dan lagi-lagi tanpa permisi Juna merobeknya untuk mempermudah aksesnya dalam berselancar.
(Mentang-mentang orang kaya ye readers main sobek-sobek aja 🙄)
Lalu melempar selembar kain tipis itu keluar jendela kaca mobil yang sengaja ia buka sedikit.
Dan lagi-lagi Beauty tercengang oleh tindakan sang suami yang dinilai sangat kurang ajar. Apalagi dari kaca spion ia bisa melihat benda keramat miliknya menyangkut di salah satu wiper kaca mobil pengendara yang ada di belakang mobil mereka.
Oh no! baju dinas baruku terbang dan terhempas oleh angin begitu saja!
Ratap Beauty dalam hati. Bagaimana tidak? Baju dinasnya itu baru saja ia beli dari uang yang diberi Juna sebagai nafkah pertama pemuda itu setelah mereka menikah.
Bahkan harga baju dinas yang baru saja ia beli itu tidak lah main-main. Sekedar untuk menyenakan sang suami, ia rela merogoh koceng untuk membeli baju dinas malam itu dengan harga fantastis menurutnya. Senilai gajinya selama 2 bulan saat bekerja sebagai sekretaris Juna.
Bisa dibilang, baju dinas baru miliknya itu yang termahal diantara baju-baju dinas lain yang pernah ia miliki.
__ADS_1
Beauty hanya bisa meringis mendapati benda keramat miliknya nampak disentuh oleh si pengemudi yang kini sudah tertinggal jauh di belakangnya.
Kebetulan jalan yang mereka lalui sudah memasuki jalan tol yang baru saja mulai beroperasi. Hanya beberapa kendaraan yang melintas di jalan tol itu. Seakan alam mendukung niat terselubung Juna.
"Junaaa!! Apa..apa yang akan kamu lakukan!" tanya Beauty gelagapan.
Beauty pun semakin panik sekaligus terkejut karena dirinya pun tak menyadari kini posisinya tubuhnya sudah berubah dan terduduk di pangkuan sang suami.
"Lakukan dengan baik sweetie, bukankah kamu lebih berpengalaman daripada suami kecilmu ini?hm" bisik Juna tepat di daun telinga sang istri membuat Beauty merasakan getaran abnormal.
Memahami sang suami sudah berada di ambang kabut gairah, Beauty akhirnya luluh karena sudah tak mampu lagi untuk menolak apalagi untuk menghindar.
Dan terjadilah aktifitas vulkanik sepanas mekanik yang saling beradu dalam mesin mobil yang mereka tumpangi.
...* * *...
"Brengs*k!! Kenapa kalian bisa kecolongan! Menjaga wanita gila saja tidak mampu!" umpat seorang wanita berambut cranberry red itu.
"Ampun bos! Kami fikir wanita itu benar-benar pingsan. Begitu kami mengambilkan obat untuknya, dia malah kabur," ungkap salah seorang penjaga.
"Halah! Itu karena kalian tidak becus saja dalam bekerja. Cepat dari gadis gila itu sebelum mas Cleo menemukannya cepat!" teriak wanita itu memenuhi ruangannya.
"Baik bos, kami permisi."
Cih!
Wanita itu pun berdecih seraya menatap kesal kearah para pengawalnya. Di sesapnya nikotin yang menyelip diantara dua jarinya kuat-kuat. Lalu ia hembuskan melalui lubang hidung serta mulutnya.
"Aku belum puas menyiksa keluargamu Cleo! Sebelum aku berhasil merenggutnya, aku tidak akan berhenti sampai disini saja!" gumam wanita itu sambil mematikan putung nikotinnya dalam asbak keramik miliknya.
...* * *...
Di tempat lain, Cleo memandang sedih atas adiknya yang terlihat bagaikan mayat hidup. Sorot matanya kosong menatap ke depan. Matanya pun nampak sayu tak bergairah. Ada lingkaran hitam di bawah mata gadis itu.
"Mas tidak tahu apa yang kamu alami selama ini di luar sana Sisie, namun sungguh mas minta maaf. Mas tidak bisa menjagamu dengan baik," rintih Cleo diiringi isakan kecil.
Lalu pria berjampang tipis itu meraba perut adiknya yang tampak membuncit. Siang ini ia baru saja memperiksakan kehamilan sang adik ke sebuah klinik.
__ADS_1
Beruntung, bayi dalam kandungan Sisie dalam keadaan sehat dan aktif. Meski ibunya tengah mengalami depreai berat.
Cleo bertekat akan membantu adiknya Sisie untuk merawat anak itu. Meski ia sendiri tidak tahu, siapa gerangan ayah dari anak itu.