
1 hari sebelum hari pertunangan Juna dengan Betty......
Tak terasa waktu pun cepat berlalu. Kini tinggal sehari lagi Juna dan Betty akan melangsungkan acara pertunangan mereka.
Keduanya kini tengah melakukan fitting gaun dan juga setelan tuxedo untuk acara mereka besok di sebuah butik mewah.
"Juna, menurutmu ini cocok nggak buat aku?" tanya Betty seraya memeragakan gaun yang akan ia kenakan nanti sambil memutar-mutar tubuhnya di hadapan Juna.
"Bagus!"
"Kalau ini bagaimana Jun? cocok juga nggak buat aku?" tanya Betty kembali.
"Bagus!"
Betty pun merasa kesal akan sikap Juna yang begitu dingin. Dan juga jawaban dari pemuda itu yang begitu menyebalkan baginya.
Dengan perasaan dongkol, Betty pun melangkahkan tumitnya kembali untuk memasuki ruang wardrobe. Ia bertekat akan mencari gaun termahal yang bisa menarik perhatian pemuda tampan itu.
Merasa bosan Juna pun menghampiri meja kasir seraya menyerahkan blackcard unlimited miliknya.
"Mbak, ini untuk membayar apapun yang wanita itu ambil. Jika ia bertanya, bilang saja saya pergi ada urusan mendadak."
"Baik tuan, sebentar."
Tak lama petugas kasir itu menyerahkan blackcard unlimited milik Juna kembali.
"Ini tuan, terima kasih sudah berbelanja di butik kami."
"Sama-sama."
Setelah melakukan transaksi, Juna pun bergegas menuju kendaraannya meninggalkan Betty yang masih ada di dalam butik.
Bagi Juna meninggalkan Betty sendiri bukanlah suatu masalah, nanti ia bisa saja meminta salah satu asistennya untuk mengantar wanita itu pulang ke rumahnya.
Sepanjang jalan, fikiran Juna terpusat pada Beauty. Ada rasa keraguan, ada rasa ketakutan yang menyelimuti hati pemuda itu.
"Tolong beri aku kesempatan Be, beri aku kepastian akan perasaanmu padaku. Beri juga aku satu alasan untuk bisa membatalkan pertunangan ini," lirih Juna seorang diri.
Pemuda itu pun memacu roda empatnya kembali lebih cepat untuk sampai ke tempat tujuannya. Danau di tepian kota. Saksi bisu pertemuan pertama kalinya ia dengan cinta pertamanya.
Ya Beauty adalah cinta pertama pemuda itu. Pemuda slengekan yang tak pernah jatuh cinta. Ia selalu menolak pernyataan cinta dari semua para gadis yang mengaguminya.
Jika diputar waktu kembali, betapa kurang ajarnya Juna. Mencintai wanita yang masih berstatus istri orang. Namun wanita itu kini sudah berpisah dengan sang suami dan menyandang status janda.
Apapun status wanita itu, ia tak peduli. Baginya saat ini hanya wanita itu yang mampu menggetarkan hatinya dan membuatnya candu untuk kembali merasakan manis madu yang sempat ia rasakan sesaat.
Setelah lumayan lama ia mengemudi, akhirnya Juna sampai di danau tepi kota. Tempat asri yang masih menyatu dengan alam.
Juna pun menepikan kendaraan roda empatnya di bahu jalan. Netranya berpencar mencari keberadaan wanita yang ingin dia temui. Namun nihil, tempat itu terasa sunyi dan sepi.
"Beauty! dimana kamu!" teriak Juna mencoba memastikan keberadaan Beauty.
__ADS_1
Barangkali wanita itu bersembunyi di suatu tempat di tepian danau itu.
Dulu Juna sering mendatangi danau itu sekedar menghilangkan rasa jenuhnya selama di kampus dulu. Karena Juna tipe orang yang tidak ingin ambil pusing.
Ia juga tak menyangka jika kebiasaanya itu membuatnya bertemu dengan seorang wanita. Wanita yang berhasil mencuri separuh nafasnya.
FlasbackOn
"Aaaarrrrggghh ! mas Cleo kenapa kamu mengkhianati ikatan kita? Apa karena aku tak mampu memberimu keturunan hingga mas tega berselingkuh ?!" teriak Beauty ditepi danau nan sepi itu disertai isak tangis yang menjadi-jadi.
Kala itu Juna tengah tertidur di atas pohon dekat danau di tepi kota. Seperti biasa, ia selalu kabur dari mata kuliah yang tidak ia sukai.
Juna sendiri merasa terkejut karena tiba-tiba ada seorang wanita menangis di tepi danau yang jauh dari keramaian.
Menurutnya, danau itu jarang sekali di kunjungi oleh orang selain dirinya. Padahal pemandangan di sana sangat indah.
"Astaga ! berisik sekali sih ! loe mengganggu acara tidur siang gue saja !" tegur Juna yang terganggu akan suara tangis wanita yang ia belum tahu siapa.
"Ya ampun ini masih siang, masa iya ada hantu ? om hantu penunggu danau maafkan aku, aku tidak bermaksud mengganggu tidur siangmu. Tidur sianglah kembali dengan tenang, aku akan segera pergi."
Juna pun hanya melongo akan balasan dari wanita itu. Lalu ia sengaja melepas kacamata hitamnya dan mengintip dari atas pohon seperti apa wanita itu.
"Cantik!" gumamnya lirih.
#Flasbackoff
Mengingat kenangan itu membuat Juna hanya bisa senyum-senyum sendiri. Kala itu pertama kalinya mereka bertemu.
Jatuh Cinta memang mampu merubah sifat manusia. Yang tadi sifatnya kekanakan kini berubah dewasa. Seperti yang Juna rasakan seiring berjalannya waktu.
...💐💐...
Di dalam rumah kontrakannya Beauty nampak gelisah. Berulang kali ia berjalan dan terduduk kembali. Sesekali ia menggigit ujung kukunya untuk menepis rasa gelisah dalam hatinya.
Beauty masih mengingat jelas pesan Juna yang pemuda itu sampaikan tempo hari.
Tapi kali ini di rumahnya sedang ada Cleo sedang bertamu. Apalagi pria itu membawakan makanan kesukaannya untuk di makan bersama.
Setelah mengetahui Beauty berhenti bekerja dari Narendra grup beberapa hari lalu. Pria berjambang tipis itu rajin mengunjungi mantan istrinya itu untuk mendekatkan diri.
Beberapa kali Cleo mengajak Beauty untuk bernostalgia mengingat masa-masa indah mereka dulu.
Mencoba membangkitkan rasa yang pernah ada diantara mereka. Cleo sangat menyesal dulu pernah mengkhianati ikatan suci pernikahan mereka.
Oleh karena itu, mulai sekarang Cleo berniat untuk menebus semuanya. Memperbaiki rusaknya hubungan yang pernah terjalin antaranya dengan Beauty.
Namun sepertinya jiwa wanita itu sedang melayang entah kemana, meski raganya kini berada di samping Cleo.
"Jadi bagaimana Be? apa kamu bersedia memulai hubungan kita kembali dari awal? Mas janji, mas tidak akan mengkhianati ikatan suci kita lagi Be. Apapun yang kamu inginkan akan mas lakukan," ungkap Cleo dengan nada memohon.
"Mas...sebenarnya_"
__ADS_1
"Kamu kenapa Bee? kamu terlihat gelisah begitu. Tidak mengapa kamu tak menjawabnya sekarang. Mas akan sabar menunggu."
"Mas...aku..aku_"
Beauty nampak ragu untuk mengucapkan yang sebenarnya kepada Cleo. Seolah ada sebuah tali mengikat pita suara hingga ucapannya tertahan di tenggorokan.
"Katakan lah! barang kali mas bisa bantu," ucap Cleo dengan lembut untuk memberi ruang wanita itu mau berbagi dengannya.
"Mas, sebenarnya ada seseorang yang saat ini sedang menungguku," jawab Beauty dengan suara bergetar.
"Siapa?"
Sorot mata Cleo tampak mengintimidasi wanita yang kini ada di hadapannya. Lalu semenit kemudian, pria itu menghela nafasnya.
"Apa kamu mencintainya??" tiba-tiba kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Cleo membuat Beauty tertegun.
"Bagaimana mas bisa tahu? Maksudku orang itu adalah laki-laki ?" cicit Beauty lirih.
Cleo pun mencoba tersenyum meski dalam hatinya saat ini seperti terkoyak-koyakan.
"Mas juga pernah merasakannya. Apalagi mas sudah mengenalmu lebih dekat daripada siapa pun."
Rona wajah Beauty seketika memerah. Ia tahu apa yang di maksud oleh mantan suaminya itu.
"Lalu menurut mas, Beauty harus bagaimana?"
"Pergilah dan kejarlah keinginanmu selagi masih ada waktu. Dan katakan padanya bahwa kamu juga mencintainya."
Ada rasa perih tersendiri saat Cleo mengucapkannya. Namun Cleo mencoba untuk tegar di hadapan Beauty.
Mendengar ucapan serta saran dari Cleo membuat hati Beauty seperti mendapat secercah cahaya. Kini ia tahu langkah apa yang selanjutnya akan Beauty ambil.
"Tapi mas Cleo tidak apa-apa kan? Maafkan aku mas. Beauty yakin kelak akan ada seseorang yang akan mencintai mas Cleo dengan tulus."
Cleo hanya bisa mengangguk sambil tersenyum kecut. Lalu Beauty pun memeluk Cleo, laki-laki yang pernah mengisi hati serta hari-harinya.
"Terima kasih mas Cleo."
Tanpa sadar Cleo pun meneteskan air matanya saat berada di pelukan Beauty.
"Pergilah! pria itu pasti lelah menunggumu." ucap Cleo seraya melepas pelukannya.
"Aku pergi mas."
Sebelum pergi, Beauty menitipkan rumahnya kepada pria itu. Untuk sementara waktu biar rumahnya di tinggali Cleo serta ibunya. Karena Beauty merasa kepergiannya kali ini agak lama.
Dari jauh tampak seseorang mengepalkan jemari menahan kesal.
"Brengs*k! ternyata selama ini mereka bersama lagi. Kali ini tak akan ku biarkan hidup kalian tenang! Tunggu saja balasanku Cleo!"
...Kira-kira sapose ya??🤔 apakah ada yang tahu menahu kah? 🤭...
__ADS_1