Berpisah Karena Mandul

Berpisah Karena Mandul
Perhatian mantan Suami


__ADS_3

Beauty menatap nanar riasan dekorasi mewah yang terpampang di aula taman belakang di kediaman Narendra. Ini kali kedua Beauty menyaksikan pernikahan suaminya. Yang pertama pernikahan Cleo bersama Tere, dan kini ia harus menyaksikan juga pernikahan Juna bersama Betty mantan sahabatnya.


Pertemanan mereka harus terkorbankan hanya karena masalah cinta. Jika saja Juna tak menikahinya, mungkin Beauty akan berusaha iklas.


Namun kini keadaan sudah berbeda, nyatanya ia dan Juna sudah menikah. Meski hanya pernikahan secara agama atau nikah siri, tetap saja pernikahan Beauty dan Juna sah di mata Tuhan. bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki keturunan.


Haruskah ia berbagi suaminya kembali dengan orang lain?


Kedua wanita itu bukanlah orang asing lagi bagi seorang Beauty. Entah dosa apa yang Beauty lakukan? Orang-orang terdekatnya lah yang justru malah menjadi duri dalam mahligai rumah tangganya.


Bohong kalau Beauty baik-baik saja! Bohong kalau Beauty tidak cemburu! Bohong kalau hatinya tidak sakit!


Istri mana yang rela menyaksikan suaminya akan menikah dengan perempuan lain? Tidak ada istri yang sekuat itu di dunia ini. Perempuan itu mahkluk paling lembut dan paling peka perasaannya.


Beauty menyeka cairan bening yang mengalir indah dari kedua sudut bola matanya. Hatinya mencelos, saat melihat Betty mengenakan gaun pengantin impiannya.


Dekorasi-dekorasi nan mewah dan megah bertemakan Garden party itu adalah pernikahan impiannya.


Dulu saat ia menikah dengan Cleo, semua persiapan pesta pernikahan di prepare oleh mama Dewi yang kala itu masih bersikap baik kepadanya.


Sebagai wanita biasa, Beauty juga mempunyai impian pernikahan idaman seperti kebanyakan para perempuan lain idamkan.


“Beauty.” Sebuah suara memanggilnya dengan lembut.


Beauty menoleh kearah sumber suara, ia fikir suara itu berasal dari Juna ternyata bukan.


“Tu..tuan,” karena gugup Beauty menyeka air matanya dengan cepat.


“Panggil papi saja, kamu juga anak mantu papi,” sahut Papi Tulus.


“Maafkan papi ya nak, papi tidak bisa membantu masalah dalam rumah tanggamu bersama Juna, karena papi sudah merasa tua. Terlebih papi harus memperhatikan kesehatan mami juga. Papi hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban yang datang menghampiri rumah tangga kalian. Jujur, papi senang memiliki menantu baik dan cantik sepertimu,” ucap Papi Tulus dengan sepenuh hati.

__ADS_1


Beauty pun terharu akan kalimat dukungan yang diberikan oleh Papi Tulus kepadanya.


“Terima kasih banyak pi.”


Beauty pun langsung memeluk tubuh pria paruh baya itu, setidaknya ia bersyukur masih ada yang mengharapkannya dan memberi kekuatan untuknya tetap bertahan.


“Papi kesana dulu ya, acara sebentar lagi akan di mulai.”


“Baik, pi.”


Beauty memandang kepergian Papi Tulus dengan hampa. Kini ia sendirian, menatap sang suami duduk bersama sang penghulu menanti pengantin wanita yang sedang berjalan di atas red karpetnya.


Betty nampak cantik dengan balutan gaun berwarna putih dengan perpaduan brukat dan silk yang menampilkan bahu mulus wanita itu.


Jujur hatinya teriris sembilu. Beauty mer*mas kuat-kuat kain berwarna putih yang menghiasi setiap sudut taman itu.


“Non Beauty, duduk dulu non bibi bawakan kue buat non. Non Beauty yang sabar ya,” ucap bi Tum yang mengambilkan kursi untuknya.


“Tapi non harus makan, sedari bangun pagi tadi bibi perhatikan non Beauty belum makan sama sekali kasihan dede bayinya non,” bujuk bi Tum yang ikut merasa sedih akan apa yang di alami nyonya mudanya.


Beauty yang pagi ini menggunakan gaun berbentuk baby doll one piece dengan lengan pendek berbahan brukat berwarna putih sesuai tema pesta pernikahan.


Gaun itu nampak menempelkan pas di tubuhnya, memberikan kesan imut karena adanya aksen pita di tengahnya dan slayer yang mengelilingi gaun itu. Rambut panjangnya ia jepit sebagian, dan lucunya Beauty memakai sepatu kets berwarna senada dengan gaunnya.


Betapa menggemaskannya penampilan Beauty. Tak jarang para tamu undangan pria melirik kearah Beauty yang nampak berpenampilan berbeda dengan para undangan lain.


Ya bayangkan saja, atasan sudah matching sesuai tema pernikahan namun sepatu ketsnya yang justru membuat gagal fokus kebanyakan orang.


Namun Beauty tak peduli, karena ia hanya ingin memakai apa yang saat ini ia ingin pakai. Tak peduli tatapan-tatapan heran serta mendamba dari beberapa pasang mata.


“Bibi ini benar Beauty, apa kamu tega membiarkan bayimu kelaparan? Jangan siksa anakmu seperti ini,” sela seorang pria yang tiba-tiba sudah berdiri disampingnya.

__ADS_1


Mendengar suara yang nampak tak asing bagi Beauty, sontak ia pun menoleh kearah sumber suara.


“Mas Cleo! Mas kok bisa ada disini?” tanya Beauty yang merasa terkejut akan kedatangan mantan suaminya Cleo. Padahal setahunya, Juna tak mengundang pria itu.


Cleo pun mengulas senyum dengan tulus. Senyum yang hanya ia tunjukkan kepada orang yang sangat ia cintai.


Cleo pun mengambil tempat di samping Beauty, menyuruh beberapa karyawan prianya menaruh sebuah meja tepat dihadapan wanita hamil itu.


Beauty hanya memperhatikan apa yang Cleo lakukan dari tempatnya.


“Kebetulan mas adalah vendor catering keluarga ini, dan ayah Juna ternyata orang yang sangat baik. Pak Tulus memberi kesempatan sama mas untuk memberikan pelayan yang terbaik di acara keluarganya. Ya jadi seperti yang kamu lihat sekarang, mas sedang mengontrol kinerja karyawan mas disini,” tutur Cleo menjelaskan.


Dunia ini memang sempit, Cleo juga tak menyangka ternyata clien pertamanya adalah keluarga Narendra.


Saat ini Cleo mencoba peruntungan dengan menjajal dunia jasa percateringan. Karena memang jiwa bisnis sudah mendarah daging dalam tubuh pemuda berjambang tipis itu.


Cleo masih tetap sama saja, sekarang sudah lebih rapi dari sebelumnya. Dan juga tatapan pemuda itu masih tetap saja memuja kearahnya.


“Nah, sekarang kamu harus makan Bee. Kasihan bayimu pasti kelaparan. Aku akan menemani kalian makan disini,” ucap Cleo membuyarkan lamunan Beauty.


Beauty pun menatap tak percaya, dalam sekejap meja di hadapannya sudah di penuhi berbagai hidangan yang menggiurkan lidahnya.


“Mas, kamu pengen buat aku gendut?” tanya Beauty sambil menatap makanan itu satu persatu dengan berbinar.


Mood Beauty sedikit membaik setelah ada Cleo yang menemaninya. Saat ini Beauty memang butuh support sistem dari seseorang dan kebetulan orang itu Cleo.


“Mengapa? Kamu takut gendut? Bukankah itu yang kamu harapkan sedari dulu? Jika Juna tak mampu membahagiakan kalian, mas bersedia untuk menggantikannya,” ucap Cleo dengan tatapan intens kearah Beauty.


Deg!


Entah mengapa hati Beauty sedikit berdesir mendengar penuturan dari mantan suaminya. Beauty cukup mengerti apa yang di maksud pria yang masih menatapnya dengan tatapan penuh memuja kearahnya. Pria yang pernah memberikan bahagia serta luka di masa lalunya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Juna mengempalkan tinjunya di bawah meja akad. Ingin rasanya pemuda itu melemparkan kursi yang ia duduki, kearah pria yang mencari kesempatan untuk mendekati istrinya itu kembali.


__ADS_2