
Sesaat Beauty tersadar dari lamunannya. Namun saat akan beranjak dari tempat persembunyiannya, tiba-tiba sebuah lengan kekar mencekal pergelangan tangan.
Beauty pun tersentak oleh sentuhan dari tangan orang lain itu. Begitu menengok kearah orang itu, ia pun jadi terkejut.
"Anjar! apa yang kamu lakukan disini?!" sentak Beauty dengan berusaha melepaskan lengannya dari cekalan pemuda itu.
Pemuda dengan potongan rambut mohawk itu pun menarik pergelangan tangannya dan membawanya ke sudut koridor.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu bisa ada disini Beauty?" tanya Anjar dengan tatapan intens.
"Oh..itu anu, hem..aku dengar mama Dewi sakit jadi tadi aku berniat untuk menjenguknya," kilah Beauty meski tak sepenuhnya benar.
"Jadi kamu sudah tahu?"
"Emm..sebenarnya, aku baru tahu tadi sih. Kebetulan aku melihat mas Cleo yang sedang terburu-buru jadi aku mengikutinya saja," cicit Beauty pelan.
Mendengar pengakuan wanita berlesung pipi yang ada di sampingnya membuat Anjar menjadi gemas kepada wanita itu. Jujur ia masih menginginkannya, apalagi sekarang Beauty sudah berpisah dari sepupunya Cleo.
Karena itu memang awal tujuan Anjar selalu mengganggu dan menggoda Beauty sewaktu Beauty masih berumah tangga bersama Cleo sepupunya.
Entah setan mana yang merasukinya, tiba-tiba saja Anjar merengkuh tubuh langsing Beauty dan memeluknya erat. Bahkan dengan secepat kilat ia berhasil mencicipi bibir ranum milik wanita itu. Dan setelah itu terdengar sebuah tamparan yang menggema di sudut ruangan itu.
Plaaakk!!
"Apa yang kamu lakukan Anjar!" pekik Beauty yang merasa terkejut oleh perlakuan sepupu mantan suaminya itu.
"Ccckk! ternyata rasanya lebih manis daripada madu. Kamu tahu sedari dulu aku ingin sekali mencicipinya Be," ungkap Anjar dengan seringaian seraya mengelus rahangnya yang terasa panas karena tamparan.
"Kamu sudah gila Anjar!"
"Aku memang sudah tergila-gila semenjak lama padamu Beauty, hanya saja kamu tak menyadarinya. Kamu lebih memilih Cleo s*alan itu daripada aku! Tahu ending kisah kalian seperti ini lebih baik dulu kamu sama aku saja iya kan?" celoteh Anjar seraya mendekat kearah kembali kearah Beauty.
"Tapi aku tidak pernah mencintaimu Anjar! Bahkan secuil perasaan untukmu pun aku tak punya!" balas Beauty dengan bibir bergetar.
"Aku tak peduli! Kamu harus jadi milikku Beauty!"
__ADS_1
"Aku fikir kamu akan berubah Anjar, ternyata kamu masih sama saja seperti dulu!"
"Itu karena kamu selalu mengabaikan niat baikku. Kamu tak sadar, semakin kamu menolakku semakin aku menginginkanmu!"
Wajah tampan Anjar kali ini begitu menakutkan, sepertinya pemuda itu benar-benar kerasukan. Ia kembali merengkuh tubuh Beauty yang sudah bergetar ketakutan.
Apalagi lorong rumah sakit itu tampak sepi, karena lantai itu baru saja di renovasi. Dan jarang terlihat perawat maupun dokter yang melintas. Membuat Anjar semakin leluasa untuk melakukan tindakan asusila kepada wanita berlesung pipi itu.
"Lepaskan Anjar! Kamu benar-benar sudah gila!" ronta Beauty berusaha melepaskan pelukan Anjar.
"Semakin kamu meronta, semakin aku ingin melakukannya. Teruslah meronta sayang, aku semakin berhasrat ingin memilikimu!"
Anjar semakin erat memeluk tubuh lansing wanita itu. Bahkan ia menempelkannya ke dinding. Mengambil kedua lengan wanita itu dan menahannya berada diatas kepala. Beauty tak mampu berkutik karena Anjar mencengkrem kedua tangannya dengan kuat.
Bahkan tubuh pemuda itu menghimpit tubuhnya. Membuatnya tubuhnya bergetar dan menangis. Satu tangan Anjar membengkam mulut Beauty membuatnya tak mampu berteriak untuk meminta tolong. Hanya suara tangisan dan air mata yang mampu ia suarakan.
***
Sampainya di lobi Cleo baru mengingat, jika kunci mobilnya tertinggal di ruangan dimana mama Dewi dirawat. Rencananya ia akan mengajak makan siang sang istri, agar sang istri tak berlarut-larut dalam rasa bersalah akibat kecelakaan yang ibunya alami.
"Baiklah mas, tapi jangan lama-lama ya karena aku bosan menunggu."
"Tidak akan, cuma sebentar kok," balas Cleo menenangkan sang istri.
Tere pun menurut ucapan Cleo, lalu wanita itu mulai menapaki tulang ekornya diatas kursi yang empuk itu. Seraya menatap kearah kepergian sang suami.
Aku akan membuatmu terus mempercayaiku mas. Sampai kamu tak sadar, aku sudah merenggut semua kebahagiaanmu!
***
Cleo mulai keluar lift dengan perasaan tak menentu. Dalam hati, sebenarnya ia berat untuk meninggalkan sang ibu yang kini tengah terkulai lemah tak berdaya di brankar rumah sakit.
Oleh sebab itu, ia berencana meminta tolong seorang perawat untuk menjaga sebentar ibunya. Karena adiknya Sisie dan keluarganya yang lain belum kunjung datang. Sementara ia ingin menghibur sang istri yang terlihat tampak shock akan kejadian yang menimpa sang mama.
Namun sayup-sayup ia mendengar suara tangis seorang wanita disertai suara bisikan seorang pria.
__ADS_1
Cckk! kenapa harus bertengkar di rumah sakit. Seperti tidak ada tempat lain saja! gerutu Cleo kesal.
Cleo fikir suara itu berasal dari sebuah sepasang kekasih yang tengah bertengkar. Dengan langkah malas ia ingin sekali menegur pasangan itu.
Sampainya ia di berada dekat suara tangis itu, Cleo terkejut bukan main. Ternyata suara tangisan itu berasal dari wanita yang sangat ia kenal.
"Brengs*k loe Anjar!" teriak Cleo seraya menghujani Anjar dengan beberapa pukulan.
Anjar yang tak menyangka akan kehadiran Cleo pun tak mampu mengelak, wajah tampannya terpaksa ia korbankan untuk samsak sepupunya.
Anjar pun jatuh tersungkur. Luka di pelipis kirinya mengalir darah segar akibat terkena cincin yang Cleo kenakan. Dengan tertatih ia mulai bangkit seraya menyeka sudut bibirnya yang terasa robek dan mengeluarkan darah.
"Cckk! lebih brengs*k siapa? Loe apa gue? loe terlalu picik jadi cowok, loe bilang cinta padanya tapi loe juga selingkuh dibelakangnya. Cih! Loe lebih hina daripada gue! Setidaknya kalau gue punya bini, gue nggak akan seperti loe!" celoteh Anjar dengan senyum seringai.
Cleo tak menghiraukan celotehan yang berasal dari mulut Anjar. Baginya itu tidaklah penting. Ia sadar selama ini ia telah berbuat banyak salah terhadap mantan istrinya itu. Namun apa dikata, nasi sudah menjadi bubur.
Anjar tak terima akan pukulan yang Cleo layangkan kepadanya. Dengan gerakan sekuat tenaga, ia berusaha membalas pukulan Cleo sama kuatnya dengan apa yang ia terima.
Cleo yang tengah membantu Beauty yang masih terlihat tampak shock itu pun tak menyadari sebuah bahaya tengah mengancamnya.
Dari jarak hampir dekat, Anjar sudah mengempalkan tinjunya kuat-kuat. Dengan sekali ia layangkan pukulan mautnya kearah Cleo yang tidak menyadari kehadiran.
"Tidak!!!"
Bugh!
Pukulan maut Anjar berhasil mengenai rahang seseorang, namun bukan yang ia inginkan. Pukulan itu malah berhasil membuat pingsan Beauty yang sempat menghalau agar Cleo tak terkena pukulan dari Anjar.
"Beauty! Benar-benar Brengs*k loe Njar gue bunuh loe sekarang!" teriak Cleo dengan geram.
Cleo kembali menghujani Anjar dengan tinju yang bertubi-tubi. Membuat wajah tampan pria itu semakin hancur tak berbentuk dengan beberapa luka memar dan sobek di setiap inci wajahnya.
Sebelum Cleo benar-benar membunuh Anjar, seorang perawat yang tadinya dimintai tolong oleh Cleo lebih dulu memergoki ulah mereka.
Dengan cepat beberapa petugas keamanan mengerubungi tempat kejadian. Begitu pula para perawat mulai membawa tubuh lemah Anjar dan juga Beauty untuk segera di berikan pertolongan pertama. Sebaliknya Cleo di amankan oleh pihak polisi karena dianggap mengganggu keamanan dan kenyaman lingkungan rumah sakit.
__ADS_1