
Setibanya Juna dan Beauty di mansion keluarga Narendra. Juna masih terdiam dan menekuk wajahnya dalam-dalam.
Pemuda bertatanan rambut crop messy itu sungguh menggemaskan jika sedang dalam keadaan mode cemburunya.
“Juna sudahlah, jangan cemberut begitu terus. Mas Cleo itu hanya masalaluku. Sudah tidak ada perasaan di antara kita,” tegur Beauty yang mulai jengah dengan sikap suami kecilnya.
Mempunyai suami yang usianya sedikit lebih muda darinya, memang harus membuat Beauty untuk lebih banyak bersabar. Meski Juna orangnya cemburuan, namun pemuda itu termasuk tipe laki-laki setia dalam penilaian Beauty.
Dan kini ia hanya perlu sabar untuk mendampingi pemuda itu, sampai masalah Juna dengan Betty menemui jalan keluar.
“Kamu memang tidak punya perasaan lagi kepada pria berjenggot itu yank, tapi nyatanya dia masih menyimpan rasa kepadamu. Dan aku tak rela jika istriku dicintai orang lain. Perempuan kan masih banyak, kenapa harus kamu? Aku tak rela milikku di bagi-bagi,” gerutu Juna sambil mengeluarkan uneg-uneg yang sedari tadi mengganjal di hatinya.
Beauty tersenyum manis. Rasanya ia begitu bahagia bisa di cemburui oleh suami sendiri. Karena itu tandanya, Juna begitu mencintainya baik luar maupun dalam.
“Ya sudah, kalau begitu kita masuk saja ya. Aku sudah lapar,” rengek Beauty lagi.
Masih dengan wajah di tekuknya, Juna pun mengikuti langkah sang istri dari belakang. Saat memasuki mansion, ternyata papi Tulus dan mami Lola sudah menunggu kedatangannya bersama Beauty.
“Juna, papi ingin berbicara penting padamu sekarang?” tegur papi Tulus tegas dan dengan raut wajah serius.
“Ada apa pi? Apakah itu mengenai klien kita yang tiba-tiba memutuskan kerja sama itu?” tanya Juna.
“Bukan, lebih baik kita bicara berdua saja. Biarkan istrimu istirahat di kamarnya,” titah Papi Tulus penuh perintah.
“Bee, maaf ya ada hal yang harus aku bicarakan dengan papi dahulu. Kamu bisa menuang rujaknya sendiri di piring dan memakannya di kamar sambil istirahat, tidak apa-apa kan?” pinta Juna sedikit dengan nada memerintah kepada Beauty.
“Oh..tidak apa-apa kok, kalau begitu Beauty masuk ke kamar dulu tuan dan nyonya,” sahut Beauty seraya menunduk.
__ADS_1
Papi Tulus pun menyahutinya dengan mengangguk, sedangkan Mami Lola hanya memandang sebentar kearah mantunya itu tanpa ekspresi.
Sebenarnya Mami Lola sudah mulai membuka hati dan menyadari, jika Beauty adalah mantu yang baik, terbukti gadis itu mampu mengurus suaminya dengan telaten. Dan Beauty begitu mencintai putranya dengan tulus, meski tahu Juna seorang ceo tak merubah penampilan gadis itu untuk berubah.
Penampilan Beauty masih sama seperti awal gadis itu datang ke mansion itu. Penampilan sederhana namun berkelas nampak pada diri Beauty.
Jika wanita lain pasti akan berlomba menghambur-hamburkan uang suaminya yang menjabat sebagai seorang ceo. Dengan membeli barang-barang mewah, dan juga berbagai barang branded dengan harga selangit. Tapi itu tidak berlaku pada wanita berlesung pipi itu.
Hanya saja latar belakang gadis itu yang membuat Mami Lola sedikit agak berat untuk menerimanya. Karena untuk menjadi salah satu keluarga Narendra harus memilih latar belakang yang jelas serta setara baik bibit, bebet maupun bobotnya.
*
Papi Tulus pun membawa Juna ke taman belakang agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh seluruh penghuni mansion termasuk para asisten rumah tangga mereka. Karena masalah ini bersifat sensitif bagi keluarga Narendra.
“Katakan pi, apa yang ingin papi bicarakan dengan Juna?” desak Juna tidak sabaran.
“Kenapa pi? Sudah ku katakan, aku tak melakukan apapun kepada Betty. Juna hanya di jebak pi, di jebak!” tekan Juna.
Papi Tulus pun mengusap wajahnya kasar. Ia tahu jika putranya tidak mungkin melakukan hal memalukan seperti itu. Pasti ada kekeliruan dalam hal ini. Namun apa mau di kata, saat itu Juna sudah terlanjur menyanggupinya jika Betty terbukti hamil dan atas persetujuan istri pertama putranya yaitu Beauty.
“Betty Lovanka hamil.”
Juna pun terkejut dengan mulut terbungkam setelah mendengar ungkapan dari Papi Tulus. Jika Betty sampai benar-benar hamil, itu tandanya Juna harus segera menikahi gadis itu.
“Itu tidak mungkin pi! Juna tak percaya!” kilah Juna yang merasa kala itu tak melakukan apa pun terhadap Betty apalagi sampai memasukinya.
“Juna, tadi om Pram dan tante Sulis kesini dan memberikan hasil visum Lova kepada kami. Kita tidak ada pilihan lain Juna. Kamu harus segera menikahi Lova!” ucap papi Tulus tegas.
__ADS_1
Juna tak bisa menyangkal lagi. Pemuda itu pun mengepalkan telapak tangannya dan meninjunya ke udara sekuat tenaga.
“Arrgghh!” teriak Juna tertahan.
Di balik tembok belakang taman, Beauty mampu mendengar dengan jelas semua pembicaraan Papi Tulus bersama Juna.
Tubuhnya seketika merosot ke lantai, air matanya yang sudah mengering kini luruh kembali. Jika Betty benar-benar hamil darah daging Juna, itu berarti Beauty harus siap di madu untuk yang kedua kalinya.
*
*
Di dalam kamar Juna yang berukuran luas, Beauty termenung kembali memikirkan nasib dirinya dan juga janin dalam kandungannya. Apakah kini dirinya akan sanggup di madu kembali oleh suami keduanya?
Perempuan berlesung pipi itu mengusap lembut perut bagian bawahnya yang sedikit agak keras. Meski belum sepenuhnya terlihat menonjol, namun sudah di pastikan ada kehidupan baru di dalam sana.
“Sayang, bantuin momy ya nak. Beri kekuatan momy untuk memperjuangkan hakmu. Kali ini momy tidak ingin membagi daddymu dengan wanita lain. Momy harus bisa menolong daddy mu dari fitnah dajjal yang merajarela!” gumam Beauty pada janin dalam kandungannya yang belum bernyawa.
Lalu Beauty menekan sebuah nomer seseorang yang pernah menjadi orang kepercayaannya dulu.
“Halo..Beny, aku ada tugas untukmu. Tolong cari tahu seorang pemuda yang suka mengintai rumah keluarga Handoyo dan kalau perlu tangkap dia dan jangan sampai kamu melukainya!”
“Baik nyonya Beauty!” balas seseorang di seberang sana yang bernama Beny.
Beauty menatap langit biru yang nampak cerah dari balkon kamar Juna. Meski langit di luar sana nampak cerah tak berawan, namun tak secerah perasaannya saat ini. Hatinya turut risau sama seperti yang tengah di rasakan suaminya Juna.
Sesuai janji otor, Otor bakal bikin Beauty agak beda nih. Eits! Tapi jngan lupa giftnya iah...hihii 🤭🤭😘😘
__ADS_1