Biarkan Aku Jatuh Cinta

Biarkan Aku Jatuh Cinta
113. Zaky Pulang


__ADS_3

"Bos, gak lupa kan dengan jabatan aku. Aku ini GM kan, Bos. Nyuruh staf juga tidak akan mengurangi kesan kalau kiriman paket itu dari anda untuk wanita tersayang anda. Kenapa aku terus yang jadi kurir. Dasar yang lagi bucin!"


Adalah speak up Tommy sambil menunjuk ponsel yang sudah menghitam layarnya setelah mendapat tugas dari Akbar untuk mengantarkan menu makanan istimewa dari restoran Seruni ke rumah Ami. Tentu saja hanya berani ngedumel di belakang. Sementara di depan Bosnya itu mengatakan 'Siap' dengan nada penuh kepatuhan.


Sekalian jam pulang kerja, Tommy melajukan mobilnya menuju arah Ciamis. Goodie bag berukuran sedang tersimpan di jok penumpang berisi menu spesial restoran. Sudah lama juga tidak menjadi kurir cinta. Terakhir kali waktu mengantarkan buket ke Resto ayam geprek di mana Ami sedang merayakan ulang tahun bersama teman-temannya. Di satu sisi ada kerinduan juga ternyata mendapat peran kurir cinta sang Bos. Sudut bibirnya pun tertarik. Geli sendiri. "Maaf ya Bos, tadi udah ngomel."


Ami menemani Ibu sampai depan gerbang, yang melepas kepergian Papa Bagja yang akan pergi ke Jakarta bersama asistennya yang menjadi sopir. Rencana dua hari berada di Jakarta karena ada undangan dari teman sesama purnawirawan. Selain itu juga ada urusan pekerjaan. Sengaja berangkat sore hari. Karena perjalanan jauh lebih nyaman malam hari.


Ibu berlalu ke dalam lebih dulu. Saat hendak menutup gerbang, Ami melihat mobil yang perlahan berhenti di bekas parkir mobil papanya yang sudah melaju jauh. Merasa kenal dengan pengemudi yang turun dari mobil dan mengulas senyum ramah. "Eh, Pak Tommy, ya?" ujarnya menebak tanpa ragu.


"Iya, Neng Ami. Sudah lama ya baru bertemu lagi. Ini saya ke sini menyampaikan titipan dari Pak Akbar." Tommy membuka pintu sebelah kiri dan mengambil goodie bag yang tersimpan di jok.


Ami menerima dengan kening mengkerut. Akbar tidak memberitahu akan mengirim makanan yang wanginya tercium lezat. Ia akan mengecek ponsel setelah ini. Barangkali Akbar mengirim pesan.


"Pak Tommy, mari masuk dulu." Ucap Ami usai mengucapkan terima kasih. Namun Tommy menolak dengan ramah. Dengan alasan sudah ditunggu istrinya di rumah. Akhirnya perjumpaan di depan gerbang itu pun berakhir dengan Tommy memutar mobil berbalik arah menuju Tasik lagi.


[Kak, kaget lho ada Pak Tommy ngirim ini]


Ami mengirimkan pesan berikut foto goodie bag. Karena ternyata Akbar tidak mengirim pesan apapun. Pasti sengaja bikin surprise. Tak lama pesannya itu centang biru.


[Dimakan ya, Cutie. Biar makin semangat belajarnya]


[Jangan lupa jaga kesehatan gak boleh telat makan ya sayang]


[Aku masih meeting]


[Love U 😘]


Ami tersenyum lebar mendapat balasan yang membuat hatinya menghangat. Memang perhatian Ayang Panda membuatnya selalu semangat.

__ADS_1


[Asiap aku mau makan sekarang]


[Pantai Carita airnya bersih. Kak Akbar tercinta terima kasih 🥰]


Ami membawa ponselnya sambil keluar dari kamar. Bersiap membuka makanan dari resto Hotel Seruni itu yang tadi disimpannya dulu di meja makan. Namun ternyata terdengar lagi notif. Ia penasaran mengecek sambil menuruni tangga. Chat dari Akbar lagi.


[Sama², Cinta 😘]


Balasan singkat yang membuat Ami berjingkrak-jingkrak. Segera merubah ekspresi tenang saat menghampiri meja makan. Mengajak ibu makan bersama karena porsi yang Akbar kirim memang banyak tidak hanya untuk dirinya sendiri.


***


Ujian PAS sudah berakhir dengan senyum kelegaan. Waktunya menyambut masa tenang menunggu dibaginya raport sepekan mendatang. Di masa tenangnya, Ami berbagi cerita dengan Puput dan Aul dalam video call grup tentang konsep lamaran nanti tanggal 28 Desember.


Pada akhirnya Ami mengikuti saran dari kedua kakaknya itu. Ada perubahan tempat. Tidak di rumah tetapi beralih di cafe Dapoer Ibu dengan pertimbangan menghargai keluarga Akbar. Tak ada masalah dengan konsep lamaran dengan dekorasi minimalis. Aul dan Puput menyetujui.


Wardrobe untuk acara lamaran maupun untuk seragam keluarga, ada Panji dan Aul yang mengatur semuanya. Rancangannya sudah ditangani oleh desainer butik Sundari. Sejauh ini persiapan sudah berjalan dengan lancar. Tinggal bersantai menunggu hari H.


Pak Bagja yang juga ikut menemani Ibu Sekar ke sekolah, memberi selamat dan mengusap puncak kepala Ami. Turut berbangga.


Ami yang tidak ikut ke sekolah, penasaran membuka raportnya. Senyum semringah terkembang. Tidak lupa memotret lembar raport itu untuk dikirim ke grup keluarga dan ke Ayang.


Di grup chat kelas pun ucapan selamat bermunculan dari teman-teman yang selalu aktif berkomentar. Dan chat balasan dari Akbar menjadi bagian yang ditunggu-tunggunya usai mengirimkan foto raport.


Ponsel Ami pun berbunyi. Bukan lagi notif yang masuk tapi adalah video call dari kontak bernama Ayang Panda. Ami langsung berlari menaiki tangga agar leluasa menjawab panggilan video. Ia memilih duduk di balkon.


***


"Assalamu'alaikum." Ucap seraut wajah tampan meski tersirat lelah. Ia tersenyum lebar melihat sosok ibunya membukakan pintu menyambut kedatangannya di hampir tengah malam. Ia adalah Zaky yang pulang menggunakan mobil travel. Sesuai janjinya pulang kampung di tanggal 23 Desember.

__ADS_1


"Pulang sama siapa, Aa?" Ibu Sekar melongokkan kepala ke belakang Zaky yang tubuhnya menjulang tinggi.


"Sendirian, Bu. Teh Puput kan nanti tanggal 25 ke sininya. Jadi kita nggak bareng."


"Kirain ibu sambil bawa pacar bule ke sininya. Hehehe." Ibu Sekar sengaja mencandai anak bujangnya itu.


"Ish, Ibu. Kirain serius. Belum waktunya lah Bu. Fokus dulu jadi sarjana archi, baru otewe nyari pacar." Zaki menarik koper besarnya. Membawa masuk ke ruang tengah.


"Alhamdulillah nak udah datang. Dari tadi ibu gelisah nungguin Zaky. Gak ada hambatan kan di jalan?" Pak Bagja baru muncul dari pintu samping usai berkeliling ke bagian rumah makan. Memastikan lagi keamanan sekeliling.


Zaky mencium tangan bapak sambungnya itu yang kemudian dibalas pelukan hangat. "Tadi di bandara nunggu dulu 1 jam nunggu jadwal Travel yang jurusan Tasik. Dari Tasik aku ganti pakai taksi online ke sini."


Tak banyak percakapan menjelang tengah malam itu. Usai Zaky minum teh hangat, Ibu menyuruh anak bujangnya itu istirahat biar dilanjut besok ngobrolnya.


Zaky menghentikan langkah di depan pintu kamar Ami sebelum mencapai kamarnya. Menatap pintu kamar yang tertutup rapat. Kangen ingin bertemu adiknya itu. Namun Ibu bilang Ami sudah tidur dari jam sembilan karena capek usai seharian tadi menjadi asisten pelatih di padepokan.


Keharuman ruang kamar dengan sprei baru yang membungkus rapi kasur dan harum pewangi, menyambut kedatangan sang pemilik kamar. Zaky langsung merebahkan badan tidur telentang dengan senyum terkembang. Meski Singapura memiliki fasilitas serba modern dan canggih, namun suasana kampung halaman dengan segala kearifan lokal, tetap paling dirindukan.


Mengawali pagi dengan sarapan bersama. Amin begitu antusias mendengarkan cerita Zaky tentang kegiatan kuliahnya di Singapura. Serta cerita tentang lingkungan pertemannya. Ibu Sekar dan Pak Bagja pendengar yang baik tanya jawab kakak beradik itu.


Meski seharian berada di rumah, tidaklah membosankan. Karena Ami memiliki teman bicara, teman bercanda. Dan Zaky me jadi pencetus aksi berantem karena membuat masalah. Karena mengiming-iming dolar Singapura, tapi justru dimasukkan lagi ke dalam dompet. Jadilah aksi kejar-kejaran di dalam rumah.


Ibu Sekar yang sedang mendengarkan cerita suaminya tentang info terkini harga cabai yang sedang murah, hanya bisa geleng-geleng kepala karena konsentrasinya terganggu dengan teriakan Ami yang mencak-mencak dan tawa lepas Zaky yang puas.


Magrib tiba. Usai salat berjamaah di Masjid, Zaky mengetuk kamar Ami. "Mi, ke Tasik yuk. Pengen nasgor," ucapnya saat pintu kamar terbuka dan Ami masih berbalut mukena usai mengaji.


"Pengen nasgor mah nggak usah jauh-jauh ke Tasik. Di Ciamis juga banyak yang mangkal." Ami tersenyum meledek.


"Udah cocok dengan satu tempat, pengennya balik lagi ya ke tempat itu. Lidahku udah cocok sama rasa nasgor bapaknya Kia. Buruan ganti baju. Aa tunggu di bawah."

__ADS_1


Zaki masuk ke kamarnya. Dengan cepat mengganti pakaian dengan kaos putih dan celana jeans biru.


__ADS_2