Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Tawaran.


__ADS_3

setelah beberapa saat feri dan Wawan kembali ke gudang, nampak feri memegang hpnya dengan senyuman penuh kebahagiaan, karena dari dulu ia memang menginginkan punya hp seperti teman-teman nya di SMA dulu.


setelah menyimpan hpnya dengan baik.


"ayo wan kita susun bak-bak mandi yang baru datang tadi!" ajak feri pada Wawan.


Wawan hanya mengangguk dan mereka berjalan bersama ke tempat tersebut.


"feri.. di panggil Cang Juki di toko depan!" teriak Salim dari arah bawah, karena feri berada di loteng gudang


"iya.." jawab feri singkat seraya turun dengan cepat, dan melangkah keluar menuju toko utama.


sebelum mendekati meja Cang Juki, feri melihat seorang lelaki paruh baya, dengan setelan baju jas yang elegan, nampak duduk di hadapan Cang Juki penuh wibawa,dan di belakang nya tampak berdiri 2 orang berbadan besar, tegap, dengan setelan jas berwarna hitam, berkaca mata hitam.


sambil memperhatikan ketiga orang tersebut feri mendekati Cang Juki.


"Cang Juki mencari saya!" feri bertanya dengan sopan.

__ADS_1


nampak lelaki paruh baya tadi memperhatikan feri dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tajam, terlihat juga ia mengangguk-angguk melihat feri yang berdiri tidak kalah gagahnya dengan 2 orang di belakang nya, serta otot-otot kekar yang menyembul dari balik baju kentat yang di kenakan feri.


"oh iya fer, kenalin ini Tuan Rangga Kusuma, beliau salah seorang pebisnis yang sukses dan kaya raya di kota ini!" Cang Juki menjelaskan kenapa ia di panggil kesitu.


"saya feri Tuan!" feri memperkenalkan diri dengan sopan dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


"saya kesini untuk memberikan kamu tawaran".


jawab lelaki bernama Tuan Rangga tadi, tanpa membalas uluran tangan feri.


"tawaran apa maksud Tuan?" feri menjawab dengan tatapan agak kesal, karena uluran tangannya tidak di balas, ia menjatuhkan tangan nya ke tempat semula.


"pekerjaan apa yang harus saya lakukan?" feri bertanya dengan serius.


"aku ingin kau menjadi salah seorang pengawal dalam keluarga ku, aku sudah tahu kepribadian mu dari Juki sahabat ku ini, tugas mu hanya melindungi anggota keluarga ku, dari bahaya yang bisa datang kapan pun, serta membantu kelancaran dalam bisnis-bisnisku!" Tuan Rangga menjelaskan dengan rinci.


"terima kasih atas tawaran Tuan, mungkin saya minta waktu untuk memikirkan nya!" jawab feri tegas.

__ADS_1


"ambil kartu namaku ini, dan ku harapkan dalam 2 hari sudah ada jawaban nya, datang saja langsung ke alamat kantorku, pada jam kerja!" Tuan Rangga meletakkan sebuah kartu, kemudian berdiri dan berjalan keluar di ikuti 2 orang pengawal nya tadi.


"saya permisi melanjutkan kerja lagi ya Cang!" pamit feri pada Cang Juki, dan mengambil kartu tadi dari atas meja.


feri pun melangkah menuju ke gudang untuk melanjutkan kerja nya, ketika akan memasuki gudang.


"feri..!" seseorang memanggil dengan suara yang tidak asing bagi feri, Cang Ahlun berjalan menghampiri feri.


"iya Cang?" tanya feri setelah Cang Ahlun berada di hadapannya.


"apakah lho sudah mendapat tawaran dari Tuan Rangga?" Cang Ahlun bertanya dengan raut wajah agak bingung.


"iya Cang sudah, baru aja, eee.. kenapa Cang Ahlun seperti bingung?" feri bertanya karena melihat Cang Ahlun yang tidak seperti biasanya.


"selain Tuan Rangga beberapa teman mitra bisnis gue juga menelpon, untuk meminta lho bisa kerja ame mereka, semuanya berharap lho mau kerja ame mereka, kan gue jadi bingung yang mane yang gue tawar kan untuk lho?" Cang Ahlun menyampaikan nya dengan alis berkerut dan wajah yang kebingungan.


"menurut saya nih Cang, biar saya yang jawab tawaran mereka semua, saya cuma minta nomor hp mereka, nanti saya yang akan hubungi mereka satu persatu!" jawab feri dengan gaya bijaksana.

__ADS_1


"bener juge.. ya udah nanti gue kasih catatan nomor hp tu orang, keputusan gue serahkan ke lho sepenuhnya!" Cang Ahlun menyetujui ide feri dengan senyuman tipis.


__ADS_2