
perkataan feri membuat mereka semua terdiam kecuali master Roy.
"anak muda.. seperti nya kau tidak puas dengan ucapan gadis ini, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya master Roy dengan bijaksana.
"maaf master.. saya rasa hanya mereka dan Tuhan yang tahu kenyataan nya!" feri menjawab dengan sedikit sopan.
feri pun melangkah meninggalkan mereka, yang ia rasakan hanya kecewa atas fitnahan yang di alami nya, ia pun duduk di bangku taman untuk sekedar mengurangi beban pikiran nya, sambil menyaksikan matahari yang mulai tenggelam.
tak lama ketika senja semakin pekat, lampu-lampu taman dan lampu hias yang ada di sekitar gedung tersebut menyala, membuat pemandangan yang berbeda, feri pun kagum dengan dekorasi di luar gedung tersebut.
tiba-tiba hpnya berdering tanda panggilan, setelah melihat nama pemanggil di layar, ia pun mengangkat nya.
"iya kak.. ada apa?" tanya feri.
"kamu dimana? ayah mencari mu!" Jedi bertanya balik.
"saya di taman depan gedung kak, sebentar lagi saya akan temui ayah!" sahut feri tegas.
"cepat ya.. seperti nya ada yang mau beliau bicara kan dengan mu!" pinta Jedi segera.
"oke kak.. saya kesana sekarang!" sahut feri sambil mematikan panggilan tersebut, dan ia pun bergegas masuk untuk menuju kamar master Chun.
ketika memasuki gedung tersebut di dekat meja resepsionis.
"feri..!" seseorang memanggil.
"ehh.. kak Herman, kata ayah Chun kakak dan ayah Law duluan kan, dimana ayah Law?" sapa feri dengan sopan.
"itu dia fer.. kau diminta master Law dan master Chun untuk menemui mereka di cafe garden di sebelah sana!" ucap master Herman tegas.
"kakak nggak ikut kesana?" tanya balik feri.
"kau duluan saja, aku masih ada urusan dan sebentar lagi menyusul?" jawab master Herman.
"baiklah.. saya duluan ya kak!" pamit feri, dan segera melangkah menuju arah yang di tunjukkan master Herman.
setelah beberapa saat menyusuri lorong, feri melihat 2 pintu kaca yang bertuliskan "cafe & resto garden", feri pun mendorong pintu tersebut, dan terdengar suara musik yang merdu menemani suasana di dalam nya.
__ADS_1
2 orang penjaga berpakaian jas rapi berwarna hitam dengan tubuh besar dan kekar serta terlihat sangar menghadang langkah feri.
"maaf tuan muda, berasal dari perguruan mana kah anda? atau anda memiliki kartu khusus?" tanya salah seorang dari mereka dengan sopan.
"saya tidak dari perguruan mana pun, tapi saya memiliki ini!" sahut feri seraya memperlihatkan undangan khusus yang di berikan master Chun beberapa hari yang lalu.
"ooh.. maafkan kami tuan muda, silakan masuk!" sahut salah seorang penjaga, dan sedikit menunduk hormat.
"rupanya benda ini luar biasa" gumam feri dalam hati
"paman.. saya bukan tuan muda, jadi tidak perlu hormat seperti ini!" ucap feri tersenyum dan memegang pundak mereka agar berdiri seperti biasa saja.
"tapi tanda yang anda miliki, adalah tanda undangan khusus yang hanya di miliki beberapa orang saja!" jawab seorang penjaga lagi dan menjelaskan nya.
"tapi lain kali kalau saya yang masuk, paman berdua menyambut nya biasa saja ya!" pinta feri dengan sopan.
keduanya pun hanya saling bertatapan dan mengangguk tanda mengerti.
di dalam cafe & resto tersebut di tengah pojok ada sebuah panggung yang lebar dan terdapat 2 layar gambar di bagian kanan dan kiri yang menayangkan keadaan di panggung dengan lebih besar, di tengah ruangan yang luas nampak puluhan meja bundar yang terdapat 6 kursi yang mengelilingi nya, beberapa meja sudah banyak berisi para tamu undangan.
tidak jauh dari meja Rita terlihat 5 orang yang sedang duduk, yang 4 orang di antaranya telah bertemu feri sore tadi.
setelah beberapa lama mencari keberadaan 2 ayah angkatnya, feri belum juga menemukan mereka, dan tiba-tiba.
"hei bro.. kamu tersesat ya?" seseorang bertanya dari belakang.
feri pun berbalik dan mendapati roman dan wagid telah berada di belakang nya.
"atau jangan-jangan kau tak dapat kursi ya? ha.. ha.. ha.." timpal wagid dengan tatapan yang sinis.
feri tidak menanggapi ejekan kedua orang tersebut, dan masih sibuk untuk mencari keberadaan 2 ayah angkatnya.
"dasar pemuda kampung.." roman berkata dengan kasar dan mencoba menyentuh pundak feri, tapi dari belakang.
"apa yang kau lakukan?" cegah seorang lelaki sambil menarik tangan roman.
"ooh.. bang Julio, nggak bang, nggak apa-apa!" sahut roman dengan wajah sedikit memucat takut.
__ADS_1
"tuan muda, siapakah yang anda cari?" tanya salah seorang penjaga di depan yang di panggil Julio.
roman dan wagid terkejut ketika mendengar Julio memanggil feri dengan sebutan tuan muda.
"saya mencari master Chun dan master Law paman! dimana mereka?" sahut feri dan balik bertanya dengan sopan.
"ee.. para master duduk di sebelah kiri panggung itu tuan muda, dari sini agak terhalang oleh tanaman hias itu jadi tidak kelihatan!" jawab Julio menunjukkan.
"terima kasih paman!" saya kesana!" feri pun pamit dan berjalan menuju meja para master.
roman dan wagid yang mendengar bahwa feri mencari master Law dan master Chun pun terkejut.
"siapa dia sebenarnya?, sehingga mempunyai akses untuk bersama para master!" wagid bergumam tidak percaya.
"ayo kita laporkan pada tuan muda Rian!" sahut roman sambil menarik pundak wagid.
Rita dan temannya terkejut ketika melihat feri menuju meja makan para master.
"sebenarnya siapa dia Rita?" tanya temannya dengan sedikit ketakutan.
"aku juga nggak tau rat, dia cuma seorang pemuda yang ku kenal ketika membeli motor di dealer tempat ku bekerja!" jawab Rita pasrah pada temannya yang bernama Ratna.
beberapa orang yang berada di sekitar meja yang mengarah ke meja para master tampak menatap feri dengan penasaran, karena melihat feri dengan langkah yang gagah nya menuju meja tempat para master berada.
lantai tempat meja makan para master agak sedikit tinggi dari meja makan yang biasa, dan mempunyai jalan khusus untuk menaiki panggung.
di tempat khusus tersebut terdapat 4 meja yang di kelilingi 6 kursi tamu pada setiap meja, dan terdapat 6 orang penjaga khusus di beberapa sisi.
ketika feri menaiki anak tangga seorang penjaga berpakaian changsan menghampiri nya.
"maaf anda tidak boleh kesini!" ucap seorang penjaga melarang.
feri hanya diam dan melihat kepada kedua ayah nya.
"biarkan dia masuk!" pinta master Law dengan santai yang mendapati keberadaan feri.
penjaga yang mendengar perintah master Law pun bergeser memberi jalan pada feri.
__ADS_1