Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Mencari pekerjaan


__ADS_3

Suasana pagi di depan rumah Surya terdengar cukup ramai, ada suara anak-anak yang bercanda berlarian, bunyi motor yang lalu lalang silih berganti.


setelah mandi Feri pun membuka pintu dan jendela, untuk menikmati pagi pertamanya di ibukota Jakarta.


diapun beraktifitas dengan menyapu lantai di seluruh penjuru rumah, kecuali kamar depan karena terdengar dengkuran dari Surya yang masih berada di alam mimpi nya, serta melanjutkan mencuci piring dan gelas yang kotor bekas makan malam tadi.


feri pun memasak nasi dan mendadar dua butir telur untuk mereka sarapan nanti, karena hanya itu yang tersedia di dapur.


setelah siap ia pun berniat membangun kan Surya.


belum sempat Feri mengetuk pintu kamar Surya, ia mendapati Surya sudah membuka pintu kamar.


"Abang memasak apa?" tanya Surya sambil mengucek matanya tanda baru saja bangun tidur.


"telur dadar!" jawab Feri dengan tersenyum kecil melihat sahabatnya yang baru terjaga dari mimpinya.


"dah sana cepat mandi, biar sarapan!" celetuk feri pada sahabatnya yang baru bangun.


"hmm.." jawab Surya singkat seraya melangkah ke kamar mandi.


di sela sarapan, Surya pun membuka obrolan.


"terus apa rencana Abang hari ini?" setelah bertanya membuka mulut dan lanjut menyuap makanan nya.


"mungkin aku akan mencari pekerjaan, sekalian mencari apa yang ku harapkan!" jawab Feri pelan setelah menelan makanan yang ada dalam mulutnya.

__ADS_1


"oh iya bang, mungkin kita harus lebih hati-hati di luar sana, karena ketiga orang yang Abang pukul malam tadi adalah anggota dari geng tengkorak hitam!" pesan Surya dengan tatapan yang serius.


"mmm.. iya..iya..! terus kamu sendiri gimana?"


Feri memahami situasi, dan juga mengkhawatirkan keadaan sahabat nya ini.


"yah... ma.." belum sempat Surya menjawab.


feri mengutarakan strategi nya.


"gimana kalau kita jalan bersama saja? kamu tetap ngamen dan aku akan mencari pekerjaan di setiap daerah yang kita lewati, dengan begitu aku juga masih bisa mengawasi dan melindungi kamu bila terjadi hal-hal seperti malam tadi!" feri mengungkapkan idenya dengan wajah antusias.


"ide bagus bang, saya setuju!" Surya tersenyum senang mendengar nya.


"juga untuk jaga-jaga biar aku nggak kesasar, ha ha ha.." feri dan Surya sama-sama tertawa.


"ayoo bang berangkat" ajak Surya penuh semangat pada Feri.


mereka pun berjalan penuh semangat dengan sesekali tertawa bersama, dalam obrolan selama perjalanan keluar gang di kawasan tersebut.


penampilan keduanya tidaklah istimewa, feri hanya memakai koas oblong hitam biasa yang kentat sehingga membuat body badan nya terlihat makin gagah dan kekar, dan celana kain berwarna hitam, serta ikat kepala hitam, membuat kontras dengan warna kulit nya yang putih, hidung mancung, seperti lelaki keturunan indo, rambut agak gondrong sebahu, dengan tinggi badan 178 cm, gaya jalan yang tegap membuat tampangnya tetap rupawan, walaupun hanya mengenakan sandal jepit, dan baju yang murahan.


sedangkan Surya memakai kaos oblong biru dengan celana jean biru yang nampak sdh kusam, dan sobek di kedua bagian lutut nya, topi hitam, perawakan nya gempal dengan tinggi badan 168 cm dengan warna kulit kecoklatan, tapi mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.


setelah tiba di kawasan pertokoan di samping jalan besar, Surya menghampiri toko-toko yang sudah mulai buka dan mulai memainkan gitar dan bernyanyi.

__ADS_1


sedang feri berjalan-jalan menuju toko-toko bahan material bangunan atau toko sembako.


ketika feri tiba di sebuah toko material bangunan yang cukup besar.


"permisi pak! mmm.. apa ada lowongan pekerjaan disini pak? tanya Feri dengan sopan pada seorang lelaki setengah baya yang terlihat sedang mengawasi anak buahnya yang sedang menurunkan semen dari sebuah truk.


lelaki itu pun menoleh kan mukanya ke arah Feri, dan menatap dari kaki hingga ke kepala.


"hmm.." ia bergumam pelan, alis berkerut, mengangguk-anggukkan kepala serta tangan kanan nya ke dagu, seperti berpikir sejenak.


"emang ape yang bisa lho kerjain?" dengan logat Betawinya tanya lelaki itu dengan gaya yang tidak berubah.


"ah.. mungkin saya bisa jadi buruh angkut barang atau yang lainnya!" jawab Feri dengan semangat.


"ok.. kebetulan di bagian gudang perlu tenaga, karena ada yang pulang kampung dengan alasan yang nggak jelas, jadi lho bisa gantikan dia, tapi untuk upah lho, selama seminggu percobaan, gue kasih 60 ribu/hari, jika lho punya kerja dengan baik dan memuaskan, lho Bisa terus kerja disini, dengan upah yang sama seperti yang lain!" lelaki itu menjelaskan dengan rinci pada Feri.


"oh.. terima kasih pak.. terima kasih!" sahut Feri dengan gembira, dan meraih tangan serta menciumnya sebagai tanda terima kasih.


"panggil aje gue Cang Ahlun" dengan senyuman tipis di wajahnya.


"saya Feri Cang!" sahut Feri memperkenalkan diri.


"Eee..kapan saya bisa mulai kerja Cang?" tanya Feri lagi, minta kejelasan.


"besok jam 7.30 lho mesti dah ada disini, entar besok ade si Juki yang mengarah kan kerjaan buat lho, paham?" dengan tegas Cang Ahlun balik bertanya.

__ADS_1


"iya paham Cang," kalau begitu saya pamit dulu, terimakasih Cang!" feri pun mundur dua langkah sebelum berbalik meninggalkan Cang Ahlun.


melihat sopan santun dari Feri, Cang Ahlun tersenyum, "zaman sekarang ni jarang ade pemuda yang sopan Kaye ni orang" gumam Cang Ahlun kagum dalam hatinya.


__ADS_2