Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Mengambil kembali.


__ADS_3

setelah memberitahukan rencana tersebut, tiba-tiba terdengar suara panggilan dari hp feri.


"kak Herman, ada apa ya?" gumam feri dalam hati saat melihat nama yang melakukan panggilan di hp nya.


"halo.. kak Herman, ada apa kak?" tanya feri dengan santai.


"kamu sibuk nggak sekarang?" tanya master Herman singkat terdengar mendesak.


"nggak kak, lagi santai aja sama Surya, ada apa kak?" tanya feri dengan sopan.


"ada sesuatu yang sangat penting dan aku ingin membicarakan nya secara langsung denganmu, bisa kau menemui ku sekarang?" pinta master Herman dengan tegas.


"bertemu dimana kak?" tanya feri singkat dengan penasaran.


"cafe permata hijau, Surya pasti tahu alamat nya!" sahut master Herman dengan pasti.


"baik kak, kami segera kesana!" feri menjawab sambil berdiri.


panggilan terputus.


"ada apa bang?" tanya Surya singkat dengan serius.


"kamu cepat ganti pakaian, kita akan keluar!" ajak feri tegas sambil berjalan ke arah kamar nya.


mendengar perintah feri Surya pun langsung masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Surya sudah terlebih dahulu menunggu di luar rumah, dan feri setelah mengunci pintu segera menaiki motor yang telah siap di kemudikan Surya.


"kamu tau kan cafe pertama hijau?" tanya feri saat motor mulai di jalankan Surya.


"tau bang!" sahut Surya singkat.

__ADS_1


"kita kesana!" pinta feri dengan pasti.


kira-kira 20 menit di perjalanan mereka pun sampai di cafe tersebut.


setelah memarkirkan motor mereka pun masuk ke dalam cafe tersebut, suasana disitu sangat ramai oleh pengunjung yang terlihat duduk bersantai sambil mengobrol, yang di dominasi oleh para muda mudi dan di iringi alunan lagu yang di nyanyikan seorang wanita cantik mereka pun mengarahkan pandangan ke sekeliling ruangan tersebut.


"disana bang!" ucap Surya Sambil menunjuk ke arah master Herman yang melambaikan tangan bagian pojok ruangan tersebut.


"duduk fer, Sur, mau pesan apa?" pinta master Herman sambil memberi kode pada pelayan cafe.


setelah memesan minuman dan sedikit makanan ringan pada pelayan cafe tersebut.


"ada hal penting apa kak?" tanya feri sopan dengan suara pelan.


"apa benar kau yang telah membeli toko El Maya collection di mall Mentari?" tanya master Herman tegas.


mendengar pertanyaan tersebut feri dan Surya saling bertatapan, karena bingung bagaimana master Herman bisa tahu secepat ini.


master Herman nampak menarik napas panjang.


"tuan Edwin Bernard yang telah memberitahukan ku!" sahut master Herman dengan sedikit berat.


"apa hubungannya dengan ku?" tanya feri serius.


"kau telah mengambil salah satu toko bisnis terbesar nya dan itu membuat dia murka!" kata master Herman dengan pasti menjelaskan nya.


feri mengangguk memahami maksud perkataan master Herman tadi.


pembicaraan mereka tertunda sejenak, saat pelayan cafe mengantarkan pesanan mereka tadi, dan setelah pelayan tadi pergi master Herman nampak akan berbicara lagi.


"awalnya dia bercerita bahwa toko miliknya yang telah di berikan kepada anaknya tersebut di beli dengan paksa oleh seorang pemuda, ia menyebutkan namamu dengan lengkap, dan ia menawarkan padaku satu pekerjaan dengan upah yang sangat besar, yaitu untuk mengambil kembali toko tersebut dengan cara apapun, karena dulu beberapa kali aku pernah menerima pekerjaan menjadi orang bayaran nya, tapi sejak kejadian di toko bangunan beberapa bulan yang lalu, aku tobat dan tidak akan lagi menerima pekerjaan kekerasan seperti dahulu lagi, dan karena aku menolak, sudah bisa ku pastikan ia akan menyewa orang lain untuk melakukan nya!" ucap master Herman dengan yakin.

__ADS_1


feri diam sejenak untuk berpikir.


"menurut pengalaman kakak, cara apa yang biasa nya di lakukan terlebih dahulu?" tanya feri dengan serius.


"kalau melihat dari masalahmu ini, langkah awal biasanya akan mencari target tersebut ke tempat awal terjadinya masalah, yaitu mendatangi toko pakaian tersebut, dan sedikit melakukan intimidasi disana!" sahut master Herman dengan yakin.


"kalau saya menjaga mereka di toko tersebut, bisa di pastikan akan terjadi kekacauan, dan menurut saya itu tidak baik karena bisa menimbulkan masalah baru baik dari pengunjung atau dari toko-toko terdekat yang lain!" ucap feri dengan tatapan sedikit bingung.


"apa ku perintah kan saja anak-anak buah ku untuk menghadang mereka di luar mall?" pinta master Herman bersemangat.


"jangan kak.. saya tidak ingin banyak jatuh korban karena masalah ini, apalagi bila nantinya tuan Edwin mengetahui kalau kakak membela saya, itu akan membuat permusuhan antara kakak dan dia!" sahut feri dengan serius.


master Herman mengangguk mengerti dengan pemikiran feri.


"menurut saya, agar kakak dan perguruan tidak terlibat dalam masalah ini, dan juga menghindari kerugian lainnya, biarlah saya saja yang langsung mendatangi rumah tuan Edwin ini!" ucap feri dengan tegas dan yakin.


"apa kau berniat untuk menyerang lebih dulu sebelum mereka yang melakukan nya?" tanya master Herman dengan ragu-ragu.


"saya tidak akan menyerang, tapi mencoba datang untuk berbicara dengan damai, dengan alasan mengantarkan kwitansi pembelian toko tersebut untuk nona El Maya!" sahut feri dengan percaya diri.


"kapan kau akan kesana?" tanya master Herman penasaran.


"saya rasa sekarang lebih baik, agar dapat mencegah mereka melakukan sesuatu terlebih dahulu!" jawab feri dengan tatapan mata pasti.


"ya.. kurasa lebih cepat lebih baik!" ucap master Herman dengan pasti.


setelah meminta alamat rumah kediaman keluarga tuan Edwin Bernard pada master Herman, feri dan Surya segera pergi untuk mendatangi rumah tersebut.


saat telah memasuki komplek perumahan elit bernama Cluster Wijaya Kusuma, karena komplek perumahan tersebut sangat luas dan di penuhi dengan rumah-rumah yang besar dan mewah dengan banyak nya blok perumahan, mereka pun bertanya kepada satpam penjaga komplek.


setelah menyusuri beberapa blok, mereka pun menemukan alamat rumah tersebut.

__ADS_1


rumah yang sangat besar dan mewah bertingkat 2 tersebut berpagar tinggi dengan kokoh, yang terdapat sebuah pos jaga tak jauh dari pagar rumah tersebut, dan ketika mereka berhenti di depan pagar nya nampak beberapa mobil mewah terparkir di depan halaman rumah yang cukup luas tersebut.


__ADS_2