
roman sedikit gelisah saat feri telah berada di hadapan nya.
"bagaimana kabar mu roman?, dan dimana kau saat kejadian di grand garden sentral?" tanya feri penuh penekanan dengan tatapan menyelidik.
"a aku baik-baik saja, saat kejadian itu aku sedang mengerjakan tugas lain yang di perintahkan master Roy!" jawab roman gugup dan gelisah.
"benarkah?, atau sempat melarikan diri sebelum aparat kepolisian datang?" tanya feri bertubi-tubi dengan serius.
"saat telah menyelesaikan tugas dari master Roy, aku berniat kembali ke grand garden sentral tersebut, tapi saat di sana terlihat terjadi perkelahian, ku lihat master Herman memimpin para master dan pendekar yang menjaga di resepsionis setelah mengalahkan kelompok orang-orang berbaju hitam, kemudian aku pergi dari tempat tersebut!" ucap roman menceritakan dengan singkat.
feri mengangguk mendengar cerita roman.
"roman.. apa kau mengenal nya?" tanya tuan Raymond tegas.
"ia paman, dan kurasa kali ini aku tidak bisa membantu kalian!" sahut roman dengan wajah sendu.
"ia hanya sendiri, dan kalian puluhan orang kenapa takut?" tanya kakak Rolando dengan tatapan bingung.
"dengar Rosalio, walaupun ku bawa 100 sampai 200 orang sekalipun aku juga tidak akan berani mengganggu nya, dan aku yakin pasti kalian lah yang telah berbuat salah dan berani menyinggung dia, karena aku tahu siapa feri sebenarnya, dia tidak akan mengganggu bila kalian tidak menggangu nya terlebih dahulu!" sahut roman lantang.
Rosalio menatap sinis pada feri.
"kalo boleh aku tau siapa kau sebenarnya?, sampai-sampai roman keponakan ku tak berani menyinggung mu" tanya tuan Raymond serius.
"saya hanya pemuda biasa, roman terlalu berlebihan!" sahut feri santai.
"aku tidak berlebihan paman, kemampuan dia sangat lah luar biasa, guru ku master Roy saja mampu di kalahkan nya, dan menurut cerita yang ku dengar kau sendirian yang telah melumpuhkan 300 sampai 400 orang yang mengepung kalian!" ucap roman dengan pasti.
"iya benar apa yang di ceritakan nya, saya adalah saksi saat kejadian tersebut!" ucap Rita bersemangat menambah kan ucapan roman.
"Rita?? kau disini juga?" tanya roman terkejut karena ia hanya memperhatikan feri sedari tadi.
"tuan Raymond sekeluarga terdiam, bahkan Rolando wajahnya kembali memucat.
"maaf feri, kalau boleh tau bagaimana ceritanya kejadian tadi?" tanya roman dengan sedikit berat.
"kau tanya lah sendiri dengan Rolando!" sahut feri singkat dan tegas.
"ayo Rita, kita jalan!" ajak feri dengan tegas.
Rita yang mendengar ajakan tersebut, segera berdiri menghampiri feri.
"dasar pemuda tak tahu diri, urusan kita belum selesai!" ucap tuan Raymond lantang.
__ADS_1
feri berhenti sejenak.
"roman bisa aku minta nomor hp mu?" pinta feri dengan sopan.
roman segera memberikan nya pada feri, dan setelah menyimpan ke kontak.
"setelah kau mendengarkan cerita Rolando nanti, aku akan mengirimkan rekaman suara percakapan sore tadi, jadi kau bisa menyimpulkan apakah aku menjebak, atau dia sendiri yang bersedia menghadiahkan nya!" sahut feri dengan tegas.
"tuan Raymond, saya tunggu keputusan anda sampai besok sore, sekarang saya ingin mengajak Rita makan malam, karena sudah tertunda oleh kejadian ini!" ucap feri dengan pasti.
"roman, aku percaya kan urusan ini padamu, tolong kau selesaikan secara kekeluargaan kalian!" pinta feri dengan tersenyum yakin.
roman hanya mengangguk setuju.
"ayo Rita!" ajak feri sambil melangkah pergi.
tanpa aba-aba 20 orang yang berada di belakang roman memberikan jalan untuk feri dan Rita berjalan keluar.
dan setelah berada di halaman.
"tolong kau pesankan taksi online untuk kita!" pinta feri dengan tersenyum manis.
melihat senyuman feri, Rita mengangguk setuju dan segera mengambil hpnya.
setelah beberapa saat menunggu, sebuah mobil Avanza Veloz datang, dan mereka pun segera meninggalkan rumah kediaman keluarga tuan Raymond.
"baru 1 tahun lebih, kenapa mas?" sahut Rita pasti kemudian balik bertanya.
"apa kamu nggak mau kerja di tempat lain?" tanya feri dengan serius.
"yah.. kalau ada pekerjaan yang lebih pasti dan bagus aku mau sih!" jawab Rita yakin dengan tersenyum.
"nanti kalau ada ku kabari kamu!" sahut feri tegas.
Rita tersenyum kecil mendengar nya.
"kalau kamu jalan bersama ku ada yang marah nggak?" tanya feri serius dengan tatapan sendu.
"sore tadi aja, Rolando dan firman marah saat mas jemput aku!" sahut Rita dengan wajah malu.
"maksud ku orang yang lebih spesial?" tanya feri dengan sedikit tersenyum.
"maksud mas spesial gimana sih? tanya Rita pura-pura serius dengan tatapan mata yang indah.
__ADS_1
"ya.. seperti pacar atau apalah namanya!" ucap feri tersenyum malu-malu.
"kalau yang mendekati sih banyak, tapi belum ada yang ku anggap cocok!" sahut Rita dengan pipi merah merona.
feri tersenyum lega mendengar jawaban Rita, karena ia akan mengutarakan perasaannya malam ini.
setelah diam beberapa saat.
"ee Rita.. aku suka sama kamu!" ucap feri sedikit tergagap dengan wajah malu.
Rita tersenyum melihat wajah feri yang terlihat tegang setelah mengucapkannya.
"aku suka dari saat kita pertama kali bertemu, saat aku akan membeli motor beberapa waktu yang lalu!" ucap feri lagi tegas dengan wajah yang tulus.
sang sopir taksi online yang mendengar feri mengutarakan perasaannya melihat dari kaca spion tengah dengan tersenyum.
tiba-tiba tangan Rita meraih tangan feri, dan mengangguk.
feri mengerutkan alisnya menatap Rita yang tertunduk malu-malu tapi mau.
"berarti.. iya ya?" tanya feri tersenyum dan sedikit menunduk agar melihat wajah Rita yang tertunduk.
lagi-lagi Rita hanya mengangguk dengan malu-malu.
feri tersenyum semeringah.
"selamat ya mas, jadi ikut senang bisa jadian di mobil saya, ha.. ha.. ha..!" ucap sang supir taksi online dengan tertawa ikut gembira.
"terima kasih bang!" ucap feri dengan tersenyum kecil.
tak berapa lama setelah jadian itu, mereka sampai dan turun di depan mall yang cukup ramai sesuai tujuan dari pesanan aplikasi.
"ini bang!" ucap feri sambil menyerahkan beberapa lembar uang 100 ribuan.
"mas.. kok banyak sekali?" tanya supir terkejut sambil memegang uang tersebut.
"sisanya bonus bang, terima kasih sudah jadi tempat jadian kami, hi.. hi.. hi..!" ucap feri ramah dengan tersenyum senang.
"oke mas.. terima kasih juga ya, semoga sampai ke pelaminan!" sahut sang supir dengan menengadahkan kedua tangannya.
"aamiin!" sahut feri dengan pasti dan tersenyum kecil.
setelah itu mereka pun masuk ke mall bergandengan tangan dan saling tersenyum.
__ADS_1
beberapa pemuda yang melihat kecantikan Rita yang berpegangan tangan dengan feri nampak menatap dengan tatapan iri.
dan mereka pun menuju sebuah restoran yang ada di mall tersebut untuk makan malam bersama.