
beberapa pendekar memberikan kabar bahwa master Roy dan seluruh pengikutnya telah dikalahkan dan menyerah kepada rombongan para pimpinan master yang bersembunyi di cafe & resto grand garden.
teriakan bahagia pun terdengar membahana di ruangan tersebut, kecuali Rian yang hanya bisa meratapi kesalahannya, para pimpinan master, Rita dan di ikuti beberapa orang lainnya langsung melangkah menuju aula laga, sedangkan para penjaga dan karyawan gedung masih berada di cafe tersebut untuk memberikan pertolongan pada para master dan pendekar yang terluka.
para pimpinan master menuju lantai 3 menggunakan lift, sedangkan yang menggunakan tangga.
ketika mereka semua baru saja masuk, bau anyir darah dan mayat yang tergeletak dimana-mana, membuat beberapa orang dari mereka bergidik kengerian.
"inilah salah satu akibat karena menuruti nafsu serakah!" ucap master Law dengan tatapan sedih.
"kalian yang masih tersisa, dan murid-murid perguruan lain, tolong kalian bawa mayat-mayat ini ke belakang gedung, yang kalian kenali harap di tulis namanya, kita akan menguburkan mereka secara layak!" pinta master Chun dengan tegas.
anak-anak buah master Roy yang masih tersisa dan di bantu dari perguruan lain pun mulai mengerjakan perintah master Chun tadi.
"mas feri.. kamu nggak apa-apa kan?" tanya Rita dengan penuh perhatian, karena melihat tubuh feri yang tanpa baju merah dan banyak bercak darah.
"iya.. aku baik-baik saja!" sahut feri dengan senyuman tipis.
"sebelum ini terjadi, seperti nya kau telah mengetahui akan adanya kejadian ini feri, benarkan?" tanya master Law dengan pasti.
"ini semua berkat Rita ayah, dia lah yang telah memberitahukan tentang rencana rahasia master Roy, tapi saya tidak menduga bahwa akan banyak sekali orang-orang yang terlibat!" sahut feri dengan penuh hormat.
"Rita coba kau perlihatkan rekaman video nya!" pinta feri sambil menatap Rita yang berdiri di sampingnya.
mendengar nya Rita mengambil hp dari dalam tasnya, kemudian memutar rekaman video tersebut.
__ADS_1
5 pimpinan master, master Herman, Jordi, dan master ketua perguruan yang lainnya, nampak menyaksikan, dan mendengar kan dengan penuh perhatian video tersebut.
setelah beberapa saat selesai.
"video ini bisa menjadi bukti bahwa kejadian ini sudah di rencanakan, biar nanti aku yang akan mengurus semuanya dengan pihak kepolisian!" ucap master Law dengan yakin.
"mengapa kau tidak memberitahu kan kami feri?" tanya Jordi dengan nada sedikit kecewa.
"maaf kak Jordi.. saya hanya tidak ingin membuat keresahan di dalam acara ini, karena tidak yakin 100 % kapan rencana tersebut akan di lakukan!" sahut feri dengan penuh hormat.
tak lama kemudian terdengar suara sirine dari beberapa mobil polisi.
"bawa master Roy, Rian, dan 4 orang para ketua geng ke depan gedung, Rita coba kau kirim rekaman video tadi padaku, aku akan bicara dengan atasan mereka!" pinta master Law tegas.
"bagaimana dengan anak-anak buah master Roy yang masih hidup?" tanya Jordi penasaran.
master Law, master Chun, master Herman dan di bantu beberapa master lainnya nampak berjalan keluar untuk menemui pihak polisi dan menyerahkan master Roy cs untuk di proses sesuai hukum.
"feri bolehkah aku tahu! dari mana kau mendapatkan kalung itu?" tanya master Hardi dengan ekspresi penasaran melihat kalung di leher feri.
"kalung ini berada dalam kotak, bersama saya saat ayah Azuro menemukan saya di tepi jurang 20 tahun yang lalu,apakah master mengenali pemilik kalung ini?" tanya balik feri dengan tatapan penuh harap.
"apakah nama lengkap mu feri Handoyo?" tanya master Hardi dengan ekspresi belum yakin.
"iya master.. saya feri Handoyo!, bagaimana master bisa tahu?, tolong master cerita kan apa yang master ketahui tentang kalung ini?" tanya feri dengan bertubi-tubi serta penuh semangat.
__ADS_1
master Rudi, master Yannor, dan Rita menyaksikan percakapan tersebut dengan tatapan bingung.
"tuan muda feri Handoyo.." master Hardi berkata dengan mata berkaca-kaca sambil menunduk kan kepala penuh hormat.
feri nampak bingung mendengar dan melihat sikap master Hardi padanya, yang lain pun hanya terdiam.
"master Hardi.. mohon jangan seperti ini!" pinta feri sambil mengangkat pundak master Hardi.
"tapi.. anda adalah tuan muda saya, anak dari majikan saya!" ucap master Hardi sambil tetap ingin menunduk.
"apakah master mengenali kedua orang tua ku?" tanya feri dengan sedikit gugup karena penasaran.
"tentu saja tuan muda!, saya bekerja dengan beliau kurang lebih 16 tahun, bahkan sejak kakek tuan muda dahulu masih di Jakarta!" jawab master Hardi pasti.
feri tersenyum mendengar berita tersebut, dan ketika ia akan bertanya lagi.
"permisi.. master Rudi, master Yannor, dan master Hardi di tunggu master Law di depan gedung!" ucap seorang pendekar mengalihkan pembicaraan mereka.
"nanti akan saya ceritakan tuan muda!" kata master Hardi sambil melangkah menuju keluar aula tersebut.
feri nampak masih tertegun sejenak, karena masih belum mengerti sepenuhnya tentang asal usul keluarga nya.
"jadi.. mas tidak mengetahui siapa orang tua mas sebenarnya ya?" tanya Rita dengan ragu-ragu.
"itulah tujuan utama ku ke Jakarta ini!" sahut feri dengan nada sendu.
__ADS_1
"mas yang sabar ya.. seperti nya master Hardi mengetahui apa yang mas cari!" ucap Rita memberi semangat.
"iya.. ku harap demikian" sahut feri seadanya.