Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Senjata rahasia.


__ADS_3

waktu acara pertarungan akan segera di mulai, beberapa perguruan dan geng sudah mulai memasuki aula pertandingan, sebagian masih menunggu di resepsionis dan halaman gedung.


acara pertemuan pun telah selesai, nampak para pimpinan master keluar terlebih dahulu dari aula pertemuan.


"feri..!" Jedi memanggil.


"iya kak?" sahut feri dengan tegas.


"nanti gabung aja dengan anggota perguruan kami, kan sebagian dari mereka juga sudah mengenal mu!" pinta Jedi penuh semangat.


"maaf kak, mungkin aku berdiri di tempat netral saja nanti, nggak enak sama ayah Law dan kak Herman!" sahut feri dengan tatapan sayu.


Jedi mengangguk tanda mengerti apa yang di maksud feri.


"baiklah.. aku mengerti maksud mu!" ucap Jedi tersenyum.


"ingat ya kak! fokus saja!" pinta feri memberi semangat.


"mmm..!" jawab Jedi dengan pasti.


tak lama kemudian Jedi dan murid-murid perguruan kera sakti lainnya menaiki tangga untuk menuju aula laga, sedang kan feri masih menunggu 5 pimpinan master untuk masuk bersama ke aula tersebut.


seluruh perwakilan dari perguruan dan geng nampak sudah masuk ke dalam aula laga, begitu pula dengan master-master ketua perguruan dan geng.


5 master pimpinan nampak keluar dari cafe & resto setelah melakukan breakfast sejenak.


feri menanti kedatangan mereka di depan pintu lift, ketika mereka sudah dekat.


"salam hormat para master!" sapa feri menunduk hormat.


mereka hanya tersenyum melihat feri yang menanti mereka.


"izinkan saya mengawal para master semua!" pinta feri sambil memencet tombol lift.


"ha.. ha.. ha..!" mereka tertawa bersama memperhatikan tingkah feri.

__ADS_1


"ayo nak kita masuk bersama!" sahut master Law dengan tatapan bangga.


setelah keluar dari lift mereka telah berada di depan pintu aula laga, salah seorang penjaga nampak memberi kode ke dalam aula.


"para pimpinan master memasuki aula laga.. hadirin di mohon berdiri!" terdengar suara Rita yang sedang memandu acara.


mendengar ucapan pemandu acara mereka pun masuk beriringan, feri berjalan paling belakang sambil mengawasi dengan penuh waspada.


setelah para master duduk, semua hadirin pun ikut duduk, dan feri berdiri dekat panggung tempat para master berada.


"sebelum acara pertarungan kita mulai, marilah kita simak pembacaan aturan pertarungan, dalam hal ini akan di bacakan oleh master Herman Pradana, kepada nya kami persilakan!" ucap Rita dengan penuh semangat.


master Herman berdiri di samping Rita, dan mulai membaca aturan pertarungan, semua hadirin nampak fokus mendengarkan aturan pertarungan.


setelah aturan pertarungan selesai di bacakan suasana mulai semakin riuh penuh teriakan semangat.


"baiklah hadirin yang terhormat, untuk memulai babak penyisihan ini, pertarungan pertama kami panggil pendekar Muhammad Rahmadi dari perguruan satria Nusantara, akan berhadapan pendekar Alex Candra dari geng motor, kedua pendekar di persilakan memasuki arena!" suara Rita yang lantang membuat semua hadirin berteriak semangat.


kedua pendekar pun memasuki arena, seraya menunduk hormat pada para pimpinan master, kemudian mereka saling memberi hormat, dan bersiap dengan kuda-kuda masing-masing.


Alex Candra nampak bersemangat dengan maju untuk mengambil inisiatif penyerangan, jual beli pukulan dari kedua pendekar membuat semua hadirin penasaran karena belum mendapatkan hasil, keduanya mengeluarkan kepandaian mereka masing-masing.


feri nampak tetap siaga menyaksikan pertarungan tersebut, dengan sesekali memperhatikan orang-orang yang berada di tribun.


jurus demi jurus telah berlalu, kedua pendekar nampak sama-sama telah merasakan pukulan dari lawan mereka, kekuatan stamina Muhammad Rahmadi nampak lebih baik daripada Alex Candra.


"hiyaat.. ciiyaat.." teriakan kedua pendekar masih terdengar jelas.


Alex Candra beberapa kali terkena pukulan Muhammad Rahmadi, dan membuat Alex Candra sedikit terhuyung-huyung, namun Muhammad Rahmadi nampak terlalu bernafsu untuk merobohkan Alex Candra, membuat pertahanan nya terbuka sebuah pukulan over cut dari Alex Candra mendarat dengan keras di bagian rahang Muhammad Rahmadi dan membuatnya jatuh terkapar meringis kesakitan tanpa bisa berdiri lagi.


bel pun berbunyi dan Alex Candra memenangkan pertarungan pertama ini, ia mengangkat kedua tangan nya dan berteriak semangat atas hasil yang di capai nya.


suporter geng motor nampak berjingkrak gembira menyaksikan sang wakil mereka memenangkan pertarungan.


"Alex.. Alex.. Alex.." namanya di sebut-sebut oleh para suporter nya, yang mengiringi nya ketika berjalan kembali ke kelompok geng nya.

__ADS_1


"seperti yang telah kita saksikan tadi, pemenang dari pertarungan pertama dalam babak penyisihan adalah... aaaaleeeeexx candra.. dari geng motor!" ucap Rita dengan lantang dan semangat, membuat semua hadirin bertepuk tangan.


"baiklah para hadirin.. langsung saja kita panggil perwakilan dari perguruan tapak suci yaitu pendekar Ismail Syarif.. yang akan berhadapan dengan pendekar Rian Saputra dari perguruan macan kumbang..!" Rita memanggil dengan tegas, riuh tepuk tangan dan teriakan kembali terdengar dari suporter masing-masing perguruan.


Ketika memasuki arena kedua pendekar menunduk hormat pada para pemimpin master, kemudian saling memberi hormat.


Rian nampak sedikit arogan seperti memandang enteng pada lawannya, dan ketika bel berbunyi.


"hiyaaaa.." Rian langsung menyerang dengan jurus cakar nya.


membuat para suporter berteriak semangat.


walau tak menduga dengan serangan cepat itu, tapi Ismail masih sempat mengelak sambil mundur beberapa langkah.


tanpa kuda-kuda yang jelas Rian tersenyum sinis dengan tatapan mata meremehkan Ismail, lalu kembali menyerang dengan jurus cakar nya, setelah beberapa kali menyerang nampak baju bagian bahu dan perut Ismail robek terkena cakar.


Ismail nampak sedikit tertekan oleh jurus cakar Rian, walaupun beberapa kali ia sempat melakukan serangan balik dengan jurus tapaknya.


karena posisi Rian agak sedikit menjauh setelah melakukan terjangan, Ismail langsung maju mendekat dan melakukan serangan balik, namun Rian bisa mengelak, dan pertukaran pukulan serangan jurus tapak dan cakar, nampak seimbang.


feri terus mengamati Rian dengan penuh waspada, karena ia sedikit yakin bahwa dalam acara pertarungan inilah rencana rahasia mereka akan di lakukan.


Ketika Rian menyerang atau menghindari serangan dengan melompat atau bersalto, feri melihat ada sesuatu di bagian pinggang kiri Rian.


dan ternyata di bagian pinggang kanan pun feri melihat juga sesuatu yang serupa.


"apakah itu senjata rahasia?, seperti berbentuk pisau!" gumam feri dalam hati.


Rian nampak mundur menjauh dari Ismail sejenak, keduanya pun sedikit mengatur napas mereka.


posisi Rian sedikit menyamping dari panggung tempat duduk para pimpinan master, yang hanya berjarak 5 meter dari master Law.


feri meningkatkan kewaspadaan nya.


Rian melakukan gerakan jurus seperti akan melakukan serangan pada Ismail, tapi tiba-tiba kedua tangan nya seperti mengambil sesuatu dari bagian pinggang kanan dan kiri nya, dan tanpa di duga melempar kan 2 bilah pisau kecil ke arah master Law.

__ADS_1


__ADS_2