Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Kencan pertama.


__ADS_3

master Law dan master Herman tersenyum kagum dengan kehebatan feri.


"mengapa tidak kau jadikan saja senjata makan tuan?" ucap master Herman serius.


"maksud kakak?" tanya feri dengan bingung.


"tuan besar Edwin awalnya kan membayar 5 iblis untuk mengambil kembali toko di mall itu, nah sekarang kenapa kau tidak minta tolong saja pada 5 iblis Pasundan untuk mengambil rumah tersebut, toh.. itu sekarang kan menjadi milikmu, karena itu hadiah dari kesepakatan pertarungan kalian!" sahut master Herman dengan pasti dan bersemangat.


mendengar ide dari master Herman feri mengangguk-anggukkan kepalanya memahami maksud dari ide tersebut.


"benar juga ya kak!" ucap feri tersenyum tipis.


"sekalian saja orang seperti tuan besar Edwin yang selalu ingin menang sendiri itu di kasih pelajaran!" ucap master Herman dengan pasti.


"memang nya orang seperti apa tuan besar Edwin itu kak?" tanya feri serius.


master Herman diam sejenak seperti mengingat sesuatu.


"dulu aku pernah di bayar nya untuk merebut secara paksa lahan milik seseorang, karena orang itu tidak mau menjual lahan tersebut, yang akan di jadikan sebuah mini market oleh keluarga Bernard, akhirnya dengan bantuan ku saat itu tuan besar Edwin membeli secara paksa dengan harga yang sangat murah, disitu lah aku mengenal sifat keluarga besar Bernard!" ucap master Herman tegas.


mendengar cerita tersebut membuat feri bertambah semangat untuk segera memberi pelajaran pada keluarga besar Bernard.


"ayo kita makan dulu, hidangan sudah siap!" ajak master Law tegas sambil berdiri.


master Herman dan feri pun mengikuti langkah master Law.


setelah menyelesaikan makan siang tersebut, mereka kembali lagi ke teras rumah, dan feri sempat mengirim pesan pada Suroso sang pemimpin 5 iblis Pasundan, untuk melakukan seperti ide master Herman.


"besok pagi jam 8 kau harus sudah ada disini!" pinta master Law dengan serius.


"iya yah!" jawab singkat feri.


"kira-kira apa yang akan saya pelajari besok yah?" tanya feri bersemangat.


"aku masih belum tau, besok saja kita lihat, yang penting kau jangan telat lagi seperti tadi!" sahut master Law tegas.

__ADS_1


feri hanya tersenyum malu menanggapi hal tersebut.


karena masih siang feri pun berpamitan untuk segera pulang.


saat di perjalanan ia baru ingat bahwa pernah berjanji akan bertemu dengan Rita, karena hari-hari ke depan dia akan sibuk, maka feri pun ingin mengajak Rita untuk bertemu siang hari ini, feri pun berhenti di sebuah pohon di tepi jalan untuk mengirim pesan pada Rita, tak berapa lama tiba-tiba Rita menelpon, dan ia pun segera menjawab panggilan tersebut.


"halo Rita!" sapa feri dengan santai.


"emang kapan mas mau ketemuan nya?" tanya Rita tegas.


"untuk jam nya terserah kamu, yang penting hari ini!" sahut feri dengan ramah.


"dimana?" tanya rita bersemangat.


"aku ngikut kamu aja, maunya dimana?" tanya balik feri dengan santai.


"gini aja mas, nanti jam 3 sore mas ke dealer ya, kita berangkat nya dari sini aja!" ajak Rita dengan nada ceria.


"oke, sebelum jam 3 aku akan kesana!" sahut feri pasti, dan mematikan panggilan tersebut.


kemudian feri mengirim pesan wa pada Surya agar pulang ke rumah terlebih dahulu, karena dia akan pulang agak malam, setelah mengirim pesan tersebut feri kembali melanjutkan perjalanan nya.


melihat balasan wa tersebut feri tersenyum puas, kemudian ia menyeberang menuju dealer tersebut.


saat feri datang Rita dan seorang wanita serta 4 orang laki-laki temannya juga menuju keluar dari dealer, dan saat melihat feri telah berada di parkiran, Rita berlari kecil mendekati feri dengan tersenyum gembira.


"kamu sudah lama ya?" tanya Rita bersemangat.


"nggak.. baru juga sampai!" sahut feri santai.


nampak teman-teman Rita mendekati mereka.


"ooh.. jadi ini teman kamu yang kamu maksud tadi!" ucap salah seorang teman laki-laki rita dengan gaya meremehkan.


saat laki-laki tadi mendekat dengan yang lainnya dan berkata, feri spontan melihat nama Rolando di baju nya.

__ADS_1


feri hanya mengangguk sambil tersenyum ramah mendapati mereka yang mendekat.


"seperti nya aku pernah melihat kamu, tapi dimana ya?" ucap Rolando dengan mengerutkan keningnya mengingat.


"dia kan pemuda yang beberapa bulan yang lalu membeli motor Vario ini dengan cash, cuma saat itu dia masih gondrong dan pakaian nya juga lusuh!" sahut firman dengan pasti.


"iya bang.. betul sekali!" sahut feri sopan.


"iya.. iya benar, lumayan juga penampilan kamu sekarang!" ucap Rolando dengan sinis, dan di iyakan oleh teman-temannya dengan mengangguk.


"kamu mau ngajak rita jalan pake motor?, haaaduuh.. baru bisa beli motor dengan cash aja dah berani-beraninya ngajak gadis secantik Rita!" ejek firman dengan menggeleng kan kepala nya.


feri telah menyadari sedari tadi bahwa tujuan mereka mendekat hanya untuk menghina dan merendahkan nya.


"ta.. kalau kamu mau jalan biar sama aku aja yuk, kita jalannya pakai mobil ku, biar nggak kepanasan dan nggak terkena debu-debu jalanan!" ajak Rolando dengan yakin.


"makasih atas perhatiannya, tapi ku beritahu ya, yang namanya kencan pertama mau pakai motor kek, mobil kek, atau jalan kaki sekalipun nggak ada masalah, yang penting dapat jalan bersama dengan orang yang kita sukai!" sahut Rita dengan yakin dan bersemangat.


feri merasa kagum dan tersentuh dengan ucapan Rita barusan.


"mungkin ini salah satu yang di bilang orang bahwa cinta itu memang buta, dan akhirnya tidak bisa melihat kebahagiaan, ha.. ha.. ha..!" ucap Rolando mencibir dan di akhiri dengan tertawa menghina.


mendengar teman-temannya terus menerus menghina Rita mulai gelisah dan mengajak feri untuk secepatnya pergi, tapi feri hanya menolak dengan tersenyum dan menanggapi ucapan mereka dengan dengan santai.


"memangnya mobil bang Rolando dan bang firman merk apa?" tanya feri dengan serius.


mendengar pertanyaan feri, Rolando dan firman saling bertatapan dan tertawa kecil mengejek.


"sekali-kali ku kasih kalian pelajaran!" gumam feri dalam hati.


"itu milikku Honda CRV terbaru berwarna merah itu, baru ku pakai 3 bulan!" sahut Rolando dengan sombong.


"punya ku yang silver metalik di sebelah mobilnya Rolan, Toyota Yaris terbaru juga, baru 4 bulan pemakaian!" Jawab firman lantang.


"memang nya kamu tanya begitu mau beli juga ya?" tanya Rolando sinis.

__ADS_1


"emang dia punya uang ya Rolan?" sahut firman mengejek.


Rita dan seorang teman wanitanya semakin gelisah mendengar perkataan sombong dari Rolando dan firman.


__ADS_2