
setelah di dalam salon yang cukup ramai.
"met siang master Chun! ada yang bisa kami bantu?" sambut seorang wanita cantik karyawan salon.
raut wajah yang ramah pada master, nampak berubah ketika melihat feri yang berada di sebelah master Chun.
"Feni.. aku ingin kau menata penampilan anak ku ini sebaik mungkin!" jawab master Chun.
karyawan yang di sapa Feni itu mendekati feri, dan membelai rambut gondrong feri yang lembut terawat, "masa pakaian seperti gembel ini adalah anak master Chun?" tanya Feni dalam hati.
"kalau wajah lumayan tampan! mmm.. master percaya kan saja padaku, akan ku buat ia setampan artis!" sahut Feni semangat penuh keyakinan.
"silahkan tuan muda!" pinta Feni sedikit sopan.
beberapa pelanggan yang melihat pakaian feri mulai sedikit ramai karena bertanya-tanya dengan orang sekitar mereka.
"siapa sih pengemis itu jadi bisa kesini?"
"emangnya dia bisa bayar nyalon disini?"
karena feri yang hanya mengikuti Feni untuk di perbaiki penampilan nya, sedangkan master Chun ke toko sebelah membeli pakaian yang pantas untuk feri.
"rambut mu akan ku pangkas dan seperti nya cocok untuk gaya rambut seperti jet Li, model spy speed!" gumam Feni sambil membalut kan kain pada tubuh feri agar tetap melindungi tubuh feri dari rambut yang akan di pangkas.
feri hanya diam mengikuti apa yang di lakukan Feni pada rambutnya yang sudah mulai berjatuhan karena terpotong oleh gunting yang berada di tangan nya, dengan cekatan dan terampil sekali tangan yang lembut dan gemulai itu bagaikan menari-nari di atas kepala feri yang hanya bisa menyaksikan dari cermin besar yang berada di depan nya.
dari gunting, berganti ke mesin pencukur rambut mengarah dengan teratur sesuai dengan keinginan Feni.
feri menatap cermin besar di hadapan nya, dan sedikit linglung melihat dirinya yang sekarang.
"bagaimana mas?, keren kan?" tanya Feni dengan senyuman puas.
"iya mbak.. mantap!" sahut feri sambil menoleh kan wajah nya ke cermin ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"waaah.. luar biasa feri, kamu nggak kalah tampan nya dengan artis-artis!" master Chun berkata ketika melihat feri sudah selesai di pangkas rambut nya.
"aah.. ayah bisa saja!" sahut feri dengan malu-malu.
"sekarang kau ganti pakaian mu dengan yang ini!" kata master Chun seraya menyerahkan 1 steel pakaian dan sepatu pantofel.
"tapi baju yang dulu ayah belikan masih ada dan belum ku pakai!" sahut feri.
"yang dulu bisa kau pakai lain kali, dan sekarang kau ganti yang ini!" pinta master Chun.
Feni pun mengarahkan feri untuk ke kamar mandi, agar bisa mengganti pakaian nya, tak lama feri pun keluar dengan mengenakan baju Hem lengan panjang berwarna putih, dan celana panjang kain berwarna biru dongker.
Feni yang mendapati feri keluar dari kamar mandi terkagum-kagum, "pria yang tampan!" gumam Feni dalam hati dengan tatapan mata terpesona.
beberapa pelanggan dan karyawan salon yang melihat feri pun di buat kagum dengan penampilan baru feri, karena sebelumnya mereka hanya melihat seorang lelaki dengan pakaian lusuh dan mirip pengemis.
model rambut spy speed seperti jet Li, di tambah lagi body yang atletis dan sembulan otot yang kuat, serta langkah yang gagah membuat penampilan feri bagai artis ibukota saja.
"benar-benar sangat luar biasa!" master Chun memuji feri dengan senyuman penuh kebahagiaan.
"master Chun.. memangnya dia anak master juga ya?" tanya Feni penasaran.
"mmm.." master Chun hanya menjawab singkat dengan senyuman.
kemudian keduanya pun keluar dari salon, feri nampak masih menyesuaikan langkahnya karena belum pernah memakai sepatu pantofel.
"feri.. wah..wah.. kamu keren banget sekarang!" Jedi memuji ketika melihat feri yang akan masuk ke mobil.
"aah.. kakak terlalu memuji!" sahut feri tersenyum malu.
Jedi pun mulai menjalankan mobil tersebut, dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2.30 dengan kemacetan kota Jakarta, sore hari akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuan.
sebelum memasuki wilayah tersebut mereka harus melewati pemeriksaan dari para penjaga yang cukup ketat, walaupun master Chun adalah salah satu master dari 5 master yang terkemuka, tapi tetap saja harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu.
__ADS_1
setelah selesai menjalani pemeriksaan, mobil mereka pun mulai memasuki nya, hamparan taman yang luas dan beberapa pohon yang ditanam rapi membuat suasana sejuk, setelah beberapa saat mengikuti jalanan yang di pinggir nya terdapat taman-taman yang indah, mereka menghentikan mobilnya di parkiran yang sudah banyak sekali mobil-mobil berkelas dan bermerk di depan sebuah bangunan yang megah.
di lihat sekilas dari depan seperti bangunan hotel, karena terdapat meja resepsionis besar yang di jaga beberapa orang dengan pakaian yang sama, banyak sekali orang-orang yang lagi melakukan check in di depan bangunan tersebut.
"ayo kita masuk!" ajak Jedi yang lebih dahulu turun dari mobil.
master Chun pun langsung melangkah menuju bangunan tersebut, sedangkan feri dan Jedi mengambil tas mereka di bagasi belakang, lalu mereka pun menyusul masuk.
beberapa orang di dalam nampak menyapa master Chun dengan hormat, feri dapat merasakan beberapa dari mereka bukanlah orang sembarangan, karena kekuatan aura yang terpancar dari orang-orang tersebut.
disini master Chun mendapatkan prioritas, karena karyawan penjaga resepsionis yang melihat nya tadi langsung menghampiri dan memberikan kunci kamar untuk nya, karena status master Chun sebagai salah seorang master terkenal di Jakarta.
Jedi dan feri pun tanpa harus mengantri dapat mendapatkan kamar tidur mereka.
ketika mengikuti Jedi mata feri menatap pada seorang wanita cantik yang pernah di temui nya beberapa hari yang lalu.
"Rita..!" sapa feri dengan senyuman.
"iya benar.. kamu siapa ya?" tanya Rita sambil mengingat nya.
"aku feri yang beberapa hari yang lalu membeli motor di dealer tempat kamu bekerja!" jawab feri mengingat kan nya.
"oo.. iya aku ingat, kamu yang waktu itu tidak di hiraukan oleh sales dealer yang lain kan!" sahut Rita dengan wajah berseri-seri karena telah mengingat nya.
"tapi.. penampilan mu kok beda?, seingat ku rambut mu gondrong kan?" tanya Rita penasaran.
"iya.. baru aja di potong!" sahut feri singkat.
"nggak nyangka bisa bertemu lagi disini, dengan penampilan mu yang terlihat keren!" kata Rita dengan wajah memerah malu.
"feri.. ayo..!" Jedi memanggil dari kejauhan.
"nanti kita sambung lagi ya!" ucap feri dan bergegas menuju ke arah Jedi.
__ADS_1
mereka berdua pun menyusuri lorong yang terdapat kamar saling berhadapan.
master Chun terlihat masuk ke sebuah kamar yang luas kelas VIP.