Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Bayangan merah.


__ADS_3

Rian memanfaatkan momentum karena saat itu master Law sedang minum serta masih mengangkat gelas yang berada di mulut nya.


feri yang berjarak 5 meter dari posisi master law dengan posisi sudah bersiap, langsung bergerak cepat dengan melompat dan seperti terbang melangkah di udara untuk menangkap 2 bilah pisau kecil tersebut.


feri berhasil menangkap 2 bilah pisau kecil tadi, yang berjarak 10 cm lagi di depan bagian dada dan kepala master Law.


semua orang terkejut menyaksikan serangan dari Rian yang mengarahkan senjata rahasia ke master Law dan penyelamatan yang di lakukan oleh feri yang sangat cepat.


setelah berhasil menangkap 2 bilah pisau kecil tadi, feri yang seperti melangkah di udara sedikit menendang sisi meja master Chun yang berada di samping master Law untuk membelokkan arah menuju Rian di tengah arena.


Rian yang masih melototkan matanya karena tak percaya bahwa serangannya dengan senjata rahasia nya bisa di gagal kan, melihat feri mengarah pada nya, Rian langsung menghadang dengan mencoba menyerang menggunakan jurus cakar.


feri yang melihat cakar Rian mengarah ke wajahnya segera berputar di udara dan dengan gerakan yang sangat cepat.


"tep..tep.. " feri menotok bagian pundak Rian yang membuat Rian tidak dapat bergerak lagi.


tiba-tiba master Roy dan master Soyuki Maeda melompat dari tribun penonton untuk membebaskan Rian, feri yang melihat nya dengan cepat membopong tubuh Rian ke sisi panggung.


para pimpinan master langsung melompat melewati meja mereka masing-masing dan mendekati feri yang membopong Rian.


para master dari perguruan yang lain belum bereaksi, hanya master dari ketiga geng lainnya nampak berada di barisan master Roy.


"ternyata dugaan ku benar.. bahwa kau bukan orang biasa feri!" ucap master Roy dengan tatapan tajam.


"master Roy dan master Maeda kalian yang telah merencanakan ini semua, sebaiknya kalian menyerah sebelum menyesal!" pinta feri dengan penuh penekanan.


"cuih.. Bocah ingusan kau kira bisa menggertak kami!" timpal master Maeda dengan mata melotot.

__ADS_1


para master perguruan lain pun dan para suporternya yang tersisa semua mengarah ke pimpinan master.


"master Roy.. rupanya kau terlalu bernafsu untuk menjadi salah seorang pimpinan master!" hardik master Herman dengan lantang.


"kalian hanya 5 komplotan iblis, takkan bisa mengalahkan kami yang lebih banyak!" master Yannor juga ikut mengecam perbuatan master Roy cs."ha.. ha.. ha.. plak.. plak.." master Roy tertawa sambil bertepuk tangan.


"kalian kira.. jumlah kalian lebih banyak.. ha.. ha.. ha.." kata master Roy melanjut kan.


dari dua pintu masuk aula yang telah terbuka nampak 6 orang penjaga dan 6 orang karyawan resepsionis sedang di giring masuk oleh orang-orang yang serba hitam dan membawa senjata tajam.


para pimpinan master, feri, serta para master perguruan dan semua orang nampak terkejut melihat banyak sekali orang-orang masuk mengepung mereka.


"rupanya kau licik master Roy!" hardik Jordi dengan tatapan tajam.


"ha.. ha.. apapun akan aku lakukan untuk memenuhi ambisi ku, sekarang gedung ini sudah aku kuasai!" master Roy berkata dengan penuh percaya diri.


feri nampak memperhatikan seisi tribun yang kini semakin di penuhi orang-orang yang membantu master Roy dan master Maeda.


"aku akan memaafkan kalian, jika kalian mau menyerahkan Rian pada kami dan menyerah kalah tanpa ada korban jiwa!" ucap master Roy dengan tegas.


"kak Herman.. saya akan bertindak terlebih dahulu untuk membuka jalan, kakak pimpin yang lain untuk menyelamatkan para master dan bawa mereka ke tempat yang aman!" pinta feri berbisik dengan master Herman.


"jangan gegabah feri, kalau ku hitung jumlah mereka kira-kira 600 orang dan juga memakai senjata, bagaimana kalau kita hadapi saja langsung bersama?" sahut master Herman berbisik.


"untuk situasi ini, harus ada yang bisa membuat konsentrasi mereka terpecah, kakak pasti mengerti kan?" bisik feri dengan tegas.


"baiklah feri.. aku akan memberitahukan master yang lain tentang rencana ini!" sahut master Herman sambil sedikit mundur untuk mengabarkan rencana tersebut.

__ADS_1


"bagaimana kami bisa percaya bahwa kalian tidak akan melukai setelah kami menyerahkan Rian?" tanya master Law dengan serius.


"ha..ha.. ha.. master Law rupanya anda juga sudah takut mati ya?, ha.. ha.." ucapan master Roy dengan sombong.


"kalian semuanya.. tangkap mereka, kalau ada yang melawan bunuh saja!" perintah master Roy dengan tatapan kejam.


melihat anak-anak buah master Roy maju mendekat, feri tiba-tiba melompat dan seperti menghilang.


"set.. set.. set..aaarghh.. aaarghh.." suara tebasan pedang dan teriakan terdengar silih berganti, dari arah yang berbeda-beda.


satu persatu para anak buah master Roy berjatuhan dengan mengerang kesakitan karena luka sabetan pedang oleh seseorang yang bergerak sangat cepat, hanya bayangan merah yang sekilas terlihat, serta darah segar yang mulai membasahi aula tersebut.


"bentuk formasi bertahan!" teriak master Roy mencoba melihat keberadaan sosok bayangan tersebut.


"sekarang..!!" teriak master Herman memberi aba-aba.


rombongan para pimpinan master bergerak maju untuk menghadapi sisa pasukan yang tersisa.


nampak Jordi membopong Rian yang masih tidak mampu bergerak karena totokan feri.


master Roy, master Maeda serta master ketua geng lainnya nampak bingung antara harus menghadapi bayangan merah tersebut atau menghadang para pimpinan master.


para pimpinan master yang di pimpin master Herman semakin mendekati pintu keluar, mereka mampu mengalahkan anak-anak buah master Roy dan juga merebut senjata mereka untuk menyerang balik.


sesekali bayangan merah tadi berkelebat cepat di dekat para pimpinan master untuk membantu mereka agar segera keluar dari aula laga tersebut.


banyak di antara anak buah master Roy yang berlari karena ketakutan melihat teman-teman nya jatuh bersimbah darah oleh sabetan pedang dari bayangan merah yang bergerak tidak beraturan.

__ADS_1


akhirnya para pimpinan master dan rombongan tadi telah berada di luar aula, karena sedikit nya para penjaga yang berada disana, master Herman dan para master serta pendekar perguruan tadi bisa mengatasinya dengan mudah, walaupun beberapa orang di antara mereka terluka karena menghadapi anak buah master Roy di dalam aula tadi.


__ADS_2