Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Pelajaran berharga.


__ADS_3

setelah semua menyelesaikan makan malam, master Chun, Jordi, Jedi, dan feri meninggalkan ruang makan dan menuju teras belakang, disitu terdapat meja kayu kotak persegi panjang dan kursi kayu, mereka pun duduk santai dengan di suguhi secangkir teh dan buah-buahan.


"feri.. sekarang tolong kau jelaskan apa saja kekurangan ku setelah pertarungan tadi? agar aku bisa memperbaiki nya!" tanya Jedi dengan wajah penasaran.


mendengar Jedi meminta penjelasan tentang kekurangan nya, murid-murid tadi mendekat untuk mendengarkan, dan antusias ingin lebih banyak lagi belajar.


"baiklah kak, saya akan mencoba menerangkan kekurangan kak Jedi, dan mohon kakak tidak tersinggung!, ini adalah kekurangan yang dinamakan secara non teknis, karena secara teknis kakak sudah menguasai nya, syarat utama dalam bertarung adalah jangan pernah menganggap enteng lawan atau meremehkan nya, karena itu akan mengurangi fokus diri kita saat bertarung, karena merasa lebih baik dari lawan, dan itu yang kak Jedi lakukan ketika bertemu saya pertama tadi!" ucapan feri di sahut jedi dengan wajah tersipu malu menyadari perbuatannya tadi.


para murid-murid mengangguk-anggukkan kepala mereka memahami apa yang di sampaikan feri.


"dan seperti yang saya katakan waktu kak Jedi terus menyerang saya tadi, kak Jedi menyerang dengan emosi yang tidak terkontrol, itu adalah salah satu faktor membuat pikiran kita hanya fokus menyerang jadi melupakan pertahanan, akan lebih baik apabila kita bisa mengontrol emosi dan membiasakan diri untuk berpikir, contoh nya ketika kita mengarahkan tinju ke wajah lawan otomatis bagian dada, perut, dan pinggang sedikit terbuka, jadi kita harus memikirkan juga sebab akibat serangan yang kita lakukan apabila tidak mengenai lawan, dan harus bersiap apabila lawan menyerang balik, dan itu yang membuat saya dengan mudah dan berhasil membalas serangan kak Jedi tadi" feri menjelaskan dengan rinci.


semua yang mendengar nya dapat memahami apa yang di jelaskan feri.


terlebih Jordi yang menatap feri dengan penuh kekaguman, "pemuda seusia dia telah memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa!" gumam nya dalam hati.


"bagaimana cara kita untuk mengontrol emosi?" seorang murid perguruan bertanya, dan di iyakan yang lainnya.


"pertanyaan tadi juga pernah saya tanyakan pada guru saya!" jawab feri sambil tersenyum mengingat nya, dan membuat semua yang ada juga sedikit tertawa.

__ADS_1


"pertama dengan sering meditasi, yoga, berkhaluwat, bertafakur dan banyak bahasa lain yang tujuan nya sama yaitu memfokuskan diri untuk menghadapi sesuatu yang tidak bisa kita hindari, seperti emosi atau kemarahan yang berlebihan hingga tidak terkontrol, dan yang kedua mencoba mengontrol emosi tadi saat kita berlatih tanding, itu akan membuat kita terbiasa nantinya!" feri menjelaskan dengan semangat.


"mungkin hanya itu penjelasan yang bisa saya sampaikan, dan untuk lebih jelasnya nanti silakan meminta bimbingan pada ayah Chun dan kak Jordi!" ucap feri dengan sopan dan hormat.


"aku hanya sedikit menambah kan manfaat meditasi, selain untuk menjernihkan pikiran, dan ketika kalian meditasi semua pengalaman yang tidak baik, bisa kalian lupakan dan mengambil pelajaran berharga untuk memperbaiki nya di lain kesempatan, dan bisa juga membuka pikiran kita, apa yang harus dilakukan kedepannya nanti!" tambah master Chun dengan penjelasan serius.


"kalau saya pribadi melakukan meditasi itu ketika akan tidur, agar ketika kita ingin beristirahat pikiran kita sudah tenang, dan mendapat kualitas dalam istirahat!" feri menambah kan lagi.


"mungkin untuk malam ini hanya itu yang dapat saya sampaikan, selamat mencoba, semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semuanya!" ucap feri mengakhiri penjelasan nya.


semua mengangguk dan tersenyum, beberapa orang mulai meninggalkan tempat tersebut, sedangkan master Chun, Jordi, Jedi, dan feri masih duduk menikmati teh dan buah-buahan.


master Chun dan feri pun tersenyum, Jedi yang melihat tingkah mereka jadi ikut di buat penasaran.


"apa kau ingat dengan master Azuro Nakamura Jordi?" master Chun balik bertanya padanya.


"tentu saja aku masih ingat ayah!, ia adalah master yang tak tertandingi dahulu, baik dari segi beladiri, maupun kedermawanan nya, ia adalah figur para pendekar saat itu sampai ia menghilang, walaupun saat itu aku masih berusia belasan tahun saja, tapi aku masih ingat betul dengan nya!" jawab Jordi bersemangat mengingat nya.


"feri adalah anak angkat dari Azuro Nakamura, dan sebagai sahabat Nakamura maka feri juga adalah anak angkat bagi kami!" sahut master Chun dengan tegas.

__ADS_1


"pantas.. seorang yang masih muda belia tapi sudah memiliki kemampuan yang luar biasa!" kata Jordi dan menatap feri penuh kekaguman.


"aahh.. kak Jordi terlalu memuji, aku juga masih dalam tahap belajar!" sahut feri merendah.


setelah beberapa lama mengobrol, feri pun berniat untuk pulang.


"ayah, kak Jordi, kak Jedi, malam sudah makin larut, saya pamit dulu!" ucap feri dengan sopan.


"baiklah nak.. terima kasih atas bantuan mu, hati-hati!" sahut master Chun.


"besok kamu kesini lagi kan?, mungkin saja ada tambahan lagi untuk memperbaiki kekurangan ku!" tanya Jedi dengan tatapan mengharapkan.


"apalagi ya??" feri menjawab dengan sedikit berpikir.


"iya kak.. aku usahakan besok kesini!" sahut feri dengan semangat.


"ok siap..!" jawab Jedi dengan tangan kanan di samping alis posisi hormat.


dan di sambut tawa oleh mereka.

__ADS_1


__ADS_2