
keesokan paginya feri terbangun dan melihat di hpnya beberapa panggilan yang terjawab dari Rita, dan segera membuka beberapa pesan wa yang masuk dari Rita.
dalam pesan wa tersebut Rita mengabarkan bahwa ia dan keluarganya berangkat bersama ke Inggris, dan juga ucapan terima kasih serta kasih sayang nya pada feri.
feri hanya tersenyum sendiri dengan perasaan senang melihat pesan dari Rita tersebut, dan ia pun membalas dengan stiker love pada Rita.
setelah itu feri segera mandi dan bersiap-siap untuk menuju rumah master Law.
Surya nampak baru bangun ketika feri keluar dari kamar nya.
"kamu mau ku antar ke rumah Leha Sur?" tanya feri santai sambil memperbaiki pakaian nya.
"nggak usah lah bang, biar saya jalan aja sendiri!" jawab Surya dengan suara parau karena baru bangun tidur.
"berarti kamu sarapan sendiri aja ya, karena tadi aku belum nyiapi sarapan kita, karena ku kira kau ikut bareng aku!" ucap feri dengan tersenyum kecil.
"iya bang, nggak apa-apa!" sahut Surya singkat sambil melangkah menuju kamar mandi.
"Surya.. aku berangkat duluan ya!" pamit feri dengan tegas sambil mengenakan sepatu nya.
"iya bang.. hati-hati!" sahut Surya lantang dari dalam kamar mandi.
feri pun segera berangkat, dan sebelum menuju rumah master Law, ia sempat kan dulu untuk sarapan di sebuah warung makan yang sederhana.
setelah tiba di rumah master Law feri melihat ayah angkatnya tersebut sedang duduk sambil membaca buku dengan santai.
"salam hormat ayah!" sapa feri sopan dengan tersenyum.
"oh feri.. sini duduk!" sahut master Law tersenyum.
"apa yang akan saya pelajari hari ini yah?" tanya feri semangat.
"hari ini kau akan memperdalam wawasan komputer dan teknologi, karena zaman sekarang ini sudah menjadi keperluan dalam membangun masa depan!" jawab master Law tegas.
setelah ucapan tersebut, nampak sebuah mobil Honda HRV berwarna merah masuk ke halaman rumah master Law.
__ADS_1
dari mobil tersebut turun seorang lelaki kurus kira-kira berumur 35 tahunan mengenakan pakaian jas dan sepatu pantofel dengan kacamata yang cukup tebal, membawa sebuah tas ransel laptop.
setelah berada di teras rumah.
"selamat pagi master Law!" ucap lelaki itu hormat dengan sedikit membungkuk.
"kenalkan nama saya Bayu, dan saya yang di utus tuan firdaus untuk memberikan pelajaran!" ucapnya lagi dengan serius.
"iya.. iya.. aku Law, dan ini yang akan kau ajari nanti, namanya feri Handoyo.
setelah master Law yang berjabatan tangan, lalu feri dan Bayu pun juga berjabat tangan, sambil saling mengenal.
"untuk lebih tenang, kalian bisa memulai pelajaran tersebut di ruang kerja ku, mari ku tunjukkan!" pinta master Law pasti sambil berdiri dan melangkah masuk ke dalam rumah.
feri dan Bayu pun mengikuti langkah master Law.
setelah masuk melewati ruang tamu, di bagian kiri rumah terdapat sebuah ruangan yang cukup luas, dengan dekorasi ala china yang sangat kental, ada lukisan naga dan hakim Bao, serta beberapa senjata khas china yang tertata rapi di bagian dinding dan meja panjang, beberapa lampu lampion yang unik turut menerangi ruangan tersebut.
"nah bayu, inilah tempat kalian dan semoga nyaman, nanti akan ku suruh pelayan untuk mengantarkan makanan ringan dan minuman untuk kalian, selamat belajar feri!" ucap master Law dengan santai.
"terima kasih master!" sahut bayu serius sambil membetulkan posisi kacamata nya.
setelah bertanya seberapa jauh kepandaian feri pada dunia internet, Bayu mulai menghidupkan laptop nya dan menjelaskan beberapa hal terkait sistem pengamanan yang biasa di lakukan untuk menyimpan data, dan bagaimana cara mengambil data dari dalam file yang ada pada laptop atau komputer.
feri nampak serius belajar tentang dunia internet dan cara mencari sesuatu yang di anggap penting dengan internet, sampai cara membuka blokir pada akun yang terblokir.
Bayu mengajarkan satu persatu kemungkinan yang akan feri hadapi dalam seleksi anggota pengawalan khusus nanti, sambil di temani makanan dan minuman keduanya nampak asyik melakukan aktivitas tersebut.
dan tak terasa sore mulai datang.
"ku rasa ini sudah cukup untuk modal kamu mengikuti seleksi nanti, dan ku saran kan kamu beli laptop biar bisa mencoba sendiri di rumah, dan apabila ada yang kurang paham atau tidak dimengerti, hubungi saja aku jangan sungkan!" ucap Bayu serius.
"iya bang.. nanti saya akan beli laptop secepatnya!" ucap feri pasti.
keduanya pun melangkah keluar dari ruangan tersebut, dan saat sampai di teras nampak master Law sedang ngobrol dengan master Herman.
__ADS_1
"master Law.. tugas saya hari ini sudah selesai, dan feri pemuda yang cerdas, dia cepat sekali paham apa yang saya ajarkan!" ucap Bayu serius dengan semangat.
"bagus lah kalau begitu, terima kasih atas bantuan nya, sampai salam terima kasih ku pada tuan firdaus!" sahut master Law tegas dengan sopan.
"iya master, nanti saya sampaikan, saya pamit dulu!" ucap Bayu pasti sambil berjabat tangan pada mereka semua.
dan Bayu pun melangkah menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah tersebut, dan dengan cepat meninggalkan rumah itu.
setelah Bayu pergi feri duduk bersama master Law dan master Herman, kemudian ia teringat bahwa mobil Toyota Yaris dari firman masih di dealer Honda tempat Rita bekerja, dan juga belum ada kabar dari roman masalah mobil Rolando.
"ayah, kakak, saya permisi sebentar mau menelpon teman!" pamit feri dengan hormat sambil berdiri dan melangkah sedikit menjauh.
setelah beberapa kali nada panggilan, roman akhirnya menerima panggilan feri.
"halo roman.. bagaimana urusan mobil Rolando?, apa sudah beres?" tanya feri serius setelah roman menerima panggilan nya.
"sudah fer, kau mau aku antar kan mobil nya kemana?" tanya roman pasti.
"nanti ku kirim alamat rumah kemana kau mengantarnya, tapi kau antar saja saat aku sudah tiba di rumah tersebut.
feri berpikir ingin menyimpan mobil CRV dari Rolando dan Toyota Yaris dari firman itu di rumah miliknya yang di dapat dari tuan Bernard.
"baiklah fer, aku tunggu kabar darimu!" sahut roman tegas.
setelah menyudahi panggilan itu, feri berjalan mendekati master Law dan master Herman yang lagi santai.
"kak, bisa saya minta tolong?" tanya feri dengan sopan.
"bisa, mau minta tolong apa?" sahut master Herman serius.
"antar kan saya keluar sebentar, ada sesuatu yang harus saya ambil, itu juga kalau kakak nggak sibuk?" ucap feri dengan pasti.
"oke, aku nggak sibuk kok!" jawab master Herman yakin.
mereka pun pamit pada master Law, dan segera pergi menggunakan mobil master Herman meninggalkan rumah master Law tersebut.
__ADS_1