
sepeninggal tuan Dika yang kembali ke tokonya, tuan Richard dan feri duduk dengan santai sambil menikmati jus buah yang mereka pesan tadi.
"apakah kau mempunyai orang yang nantinya bisa menjalankan bisnis kosmetik itu?" tanya tuan Richard dengan santai.
"ada tuan, tapi untuk sementara saya harap anda mau mengurusnya, karena orang yang akan saya jadikan manajer toko itu masih berada di luar negeri!" sahut feri tegas dengan tersenyum kecil.
tuan Richard hanya tersenyum dan mengangguk dengan hormat.
setelah menunggu kira-kira 20 menit, tuan Richard mendapat telpon dari tuan dika bahwa dokumen jual beli toko kosmetik tersebut telah siap untuk di tanda tangani.
keduanya pun segera meninggalkan restoran untuk menuju toko Diana kosmetik, kabar tiba-tiba tentang akan di jualnya toko kosmetik itu membuat heboh beberapa karyawan toko tersebut.
karena manajemen toko juga di urus oleh tuan Dika sekeluarga, maka apabila toko itu di jual otomatis seluruh manajemen pun akan berpindah tangan pula.
setelah feri dan tuan Richard membaca dokumen kepemilikan toko itu dengan cermat, barulah mereka akan menandatangani nya.
setelah kedua belah pihak menandatangani dokumen tersebut, beberapa karyawan toko pun ikut menyaksikan proses jual beli toko itu, serta ingin mengenal sang pemilik baru toko itu.
"saya minta nomor rekeningnya tuan Dika, agar saya bisa transfer sekarang!" ucap feri sopan.
"ini feri, silakan!" sahut tuan dika bersemangat sambil memperlihatkan nomor rekening nya yang ada pada hpnya.
tak berapa lama transfer pembayaran itu pun berhasil, tuan Dika nampak tersenyum puas atas transaksi tersebut dan menjabat tangan feri sebagai pemilik toko kosmetik yang baru.
"waah.. yang membeli toko ini masih muda banget ya, ganteng lagi!"
"masih seumuran kita tapi telah mempunyai kekayaan yang luar biasa!"
beberapa tanggapan para karyawan toko yang menatap feri dengan penuh kekaguman.
beberapa orang keluarga tuan Dika dan para karyawan turut mengucapkan selamat pada feri.
"tuan muda.. apakah toko ini akan tetap jadi toko kosmetik?" tanya seorang karyawan dengan malu-malu.
"untuk sementara kalian tetap akan bekerja seperti biasa, dan mulai besok yang akan mengawasi pekerjaan kalian adalah tuan Richard, sebelum manajer toko yang sesungguhnya tiba dari luar negeri!" sahut feri tegas sambil tersenyum ramah.
para karyawan toko pun tersenyum lepas, karena apa yang mereka kuatir kan tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.
dan mulai malam itu feri banyak dikenali oleh para karyawan toko kosmetik itu, dan saat mereka masih berkumpul, hp feri berdering tanda panggilan masuk, setelah feri melihat yang menelpon adalah Surya, ia pun segera menerima nya dengan sedikit menjauh dari orang-orang.
__ADS_1
"halo Sur!" sapa feri singkat dengan serius.
"bang.. bisa abang ke rumah sakit pelita abadi sekarang?" tanya Surya tegas dengan mendesak.
"memangnya ada apa Sur?, siapa yang sakit?" tanya feri serius dengan penasaran.
"aduuuh.. cerita nya panjang bang, lebih baik abang segera kesini!" pinta Surya dengan pasti.
beberapa orang yang melihat ekspresi feri, mengetahui bahwa ada sesuatu yang terjadi.
"baiklah.. kamu share loc saja aku segera kesana!" sahut feri tegas dengan pasti.
feri pun memutuskan panggilan tadi, dan berjalan cepat mendatangi tuan Richard.
"tuan, aku harus segera pergi ada sesuatu yang sangat mendesak, tolong anda urus segala sesuatu nya disini!" pinta feri tegas dengan wajah serius.
"baiklah.. kalau perlu bantuan, hubungi saja aku fer!" sahut tuan Richard dengan pasti.
feri mengangguk dan setelah berpamitan dengan tuan Dika juga, ia kemudian mulai melangkah dengan tergesa-gesa meninggalkan ruangan tersebut.
dengan kecepatan yang ia bisa, feri pun mengemudi kan mobil nya, dan setelah beberapa lama nya, ia pun sampai di rumah sakit tersebut.
"aku sudah di parkiran, kamu dimana?" tanya feri serius dengan wajah tegang.
"di IGD bang!" sahut Surya pasti dengan singkat.
setelah melihat arah papan penunjuk tujuan yang ada di beberapa tempat feri pun bergegas menuju IGD.
saat memasuki IGD feri melihat sosok Surya dan segera mendekati nya.
"Surya, Leha, ada apa sebenarnya?" tanya feri serius dengan penasaran.
"begini bang, tadi saya dan Leha berbelanja di sebuah minimarket, dan saat keluar tiba-tiba ada seorang wanita setengah baya yang nampak lusuh terjatuh dan pingsan di pinggir jalan, dan kami pun segera menolong nya dengan membawa ke rumah sakit terdekat!"
Surya nampak mengatur napas sejenak.
"dan saat mendaftarkan nya di lobi IGD, kami dan beberapa perawat mencoba mencari identitas wanita tadi, dan menemukan KTP nya, nah.. nama wanita itu Faridah bang, dan alamatnya sama persis seperti yang abang berikan pada saya beberapa hari yang lalu, jangan-jangan bang dia itu?" ucap Surya dengan menatap ragu pada feri.
"maksud kamu uwak Faridah!" sahut feri dengan spontan.
__ADS_1
"iya bang!" ucap Surya yakin dengan tatapan pasti.
"dimana beliau sekarang?" tanya feri serius dengan menatap ke seluruh ruangan.
"beliau di bawa ke ruang tindakan bang, karena kondisi nya yang sangat lemah!" sahut Surya pasti.
feri terlihat gelisah beberapa saat, dan akhirnya ia menatap Surya.
"begini Sur.. biar aku menunggu disini sementara, dan kamu antar kan saja dulu Leha, kemudian kamu pulang dan ambil beberapa foto yang ada di dalam tas ku, bawa kemari!" pinta feri tegas dengan pasti.
"iya bang.. baiklah!" jawab Surya pasti sambil memberi kode pada Leha.
"kami tinggal dulu ya bang!" ucap Surya pamit, kemudian ia berjalan bersama Leha.
dan setelah beberapa saat menunggu.
"keluarga ibu Faridah?" panggil seorang perawat dengan lantang.
mendengar itu feri segera mendekati nya.
"iya sus, saya keluarga nya.. bagaimana keadaan nya?" tanya feri serius.
"keadaan pasien sudah mulai membaik, tapi untuk kebaikan pasien, dia perlu di rawat inap untuk beberapa hari disini!" ucap seorang suster dengan pasti.
"sakit apa beliau sebenarnya?" tanya feri penasaran.
"pasien menderita maag kronis, dan juga malaria, dan seperti nya beliau kurang gizi!" sahut suster tadi yakin.
"sebentar lagi pasien akan kami pindah kan ke kamar perawatan, jadi anda bisa lapor ke lobi untuk mendapatkan kamar!" ucap suster dengan tegas.
feri pun segera ke lobi untuk mendapatkan kamar VIP agar penyembuhan Faridah bisa lebih maksimal.
setelah mendapatkan kamar VIP, ibu Faridah pun di bawa ke kamar tersebut, tak lama setelah tiba di kamar VIP itu, hp feri berdering tanda panggilan.
"halo Sur!" sapa feri singkat.
"saya berada di IGD bang, abang dimana?" tanya Surya tegas.
"uwak Faridah di rawat di kamar VIP no 7, aku disini!" jawab feri dengan pasti.
__ADS_1
Surya pun mematikan panggilan tersebut, dan akan ke kamar tersebut.