Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Mengakui kekurangan.


__ADS_3

setelah terus menyerang tanpa ada hasil, Jedi pun menghentikan serangannya, dan terlihat napas nya sedikit terengah-engah.


"mengapa kau hanya menghindar? apakah kau tidak bisa menyerang? haaah.." tanya Jedi kesal dan mata melotot, karena merasa di remehkan.


feri tersenyum mendengarnya, dan menghela napas sambil menggelengkan kepalanya.


"serangan bang Jedi bagus, tapi abang menyerang dengan emosi yang tidak terkontrol dan terlalu bernafsu, semua itu membuat abang tidak bisa berpikir jernih kemana ar..


"cukup..!" Jedi menghentikan perkataan feri dengan bentakan serta mata melotot.


di sisi arena master Chun yang menyaksikan tingkah laku Jedi yang arogan, mulai gelisah dan ingin memperingatkan nya, tapi dari arah belakang nya ia menyadari kedatangan seseorang dan menengok untuk mencari tau siapa yang mendekat.


"salam hormat ayah!" Jordi menyapa dengan hormat.


"Jordi.. bagaimana kabar mu?" tanya master Chun seraya merangkul putra pertamanya.


"baik yah!" ayah sehat-sehat saja kan? tanya Jordi dengan perhatian.


"mmm.." master mengangguk kan kepala.


"ada kabar apa sehingga kau kemari tanpa memberi kabar?" master Chun bertanya dengan penasaran.


"tadi ada urusan penting sedikit, jadi sekalian ingin mengetahui perkembangan Jedi!" sahut Jordi menjelaskan nya.


"siapa pemuda itu ayah?" tanya Jordi dengan tatapan menyelidik.


"dia feri.. nanti ayah perkenalkan kau dengan nya!" ucap master Chun dengan masih memperhatikan Jedi dan feri.

__ADS_1


"coba kau buktikan bualan mu tadi, dan balas serangan ku!" hardik Jedi menantang feri.


"baiklah.. abang akan langsung ku berikan bukti nya!" sahut feri dengan lantang.


"hiiiiyaaatt.." Jedi menyerang dengan tendangan.


feri mengelak ke samping, Jedi melancarkan tinju kirinya dan di tangkis feri, dan "lehermu kena" kata feri karena tangan kiri nya berada tepat di leher Jedi tapi tidak sampai mencederainya.


tangan feri yang berada di leher jedi di kibas nya, dan mencoba menyerang lagi dengan siku ke wajah feri, namun bisa di tangkis bahkan feri membalas "dagumu kena" lagi-lagi pukulan tinju balasan feri berada di bawah dagu Jedi.


semua yang menyaksikan terpana tak percaya dengan kecepatan feri yang mampu menghindar dan melakukan serangan balik yang efektif.


Jedi terdiam sesaat dan menghentikan serangannya, dan kini hanya menatap feri dengan tatapan lemah, "seandainya 2 pukulan masuk tadi tidak di tahan, pasti aku akan cedera!" gumam Jedi dalam hati.


karena melihat Jedi yang sudah pasrah, feri menarik tinjunya yang berada di bawah dagu Jedi, dan membantu Jedi agar berdiri biasa.


melihat anak keduanya dengan sportif mengakui kekurangan nya, membuat master Chun tersenyum bangga menyaksikan nya.


sedangkan Jordi menatap tak percaya, bahwa feri yang jauh lebih muda bisa melumpuhkan Jedi hanya dalam 5 serangan, "bagaimana ia bisa melakukan nya?, aku saja belum pernah bisa mengalahkan Jedi dalam 20 pukulan" gumam Jordi.


mendengar ketulusan perkataan Jedi, feri mendekat dan menepuk pundak nya.


"bang.. saya disini bukan untuk mengajari, tapi untuk mengembangkan kemampuan abang dalam pertarungan nanti!" jawab feri dengan senyuman penuh semangat.


"selama ini aku memang merasa sudah hebat, setelah bertahun-tahun berlatih, dan sekarang aku mengakui masih banyak kekurangan yang harus aku perbaiki, dan aku mohon kau bersedia untuk memperbaiki kekurangan ku tersebut!" Jedi berkata dengan penuh hormat dan harapan.


master Chun mendekati mereka dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"Jedi.. ayah bangga dengan mu yang bisa menerima kenyataan, dan mau berusaha untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya!" master Chun berkata sambil merangkul putra kedua nya tersebut dengan kebahagiaan.


seluruh orang yang melihat pun merasakan kehangatan yang mendalam.


"hari sudah malam, sebaiknya kita makan malam bersama dulu sambil mengobrol, ayo masuk!" ajak master Chun pada semua orang yang ada.


master Chun, Jedi, feri dan Jordi berjalan di depan dan diikuti oleh murid-murid yang lain.


sambil berjalan ke dalam, "feri.. nanti ku perkenalkan kau dengan semua keluarga ku yang ada disini!" ucap master Chun semangat.


feri hanya mengangguk setuju.


setelah memasuki ruang makan yang besar yang terdapat meja bundar berbentuk oval, yang di kelilingi kursi kayu berukir yang mewah, serta beberapa lampu hias di dinding ruangan yang menambah kemegahan dari ruang makan tersebut. master Chun meminta Jedi untuk memanggil seluruh keluarga untuk makan bersama, dan meminta para pelayan rumah untuk menghidangkan makanan.


setelah semua keluarga besar master Chun berkumpul, feri mengambil tempat duduk berhadapan dengan master Chun.


"baiklah.. sebelum makan aku ingin kalian mengenal pemuda yang ada di hadapan ku ini, namanya feri, berusia 22 tahun, aku dan master Law telah mengangkat nya sebagai anak angkat kami, berarti mulai hari ini ia termasuk keluarga kita!" master Chun menjelaskan nya.


"Nah feri.. ku perkenalkan wanita di sebelah kiri ku ini Yana istri ku, kau bisa memanggil nya ibu Yana!" feri tersenyum hormat tapi ibu Yana tersenyum sinis menanggapi nya.


"di sebelah nya lagi Jordi putra pertama ku dan istrinya Meiti, Jordi dan istrinya tersenyum kecil membalas senyuman feri.


"di sebelah istri Jordi itu jeni, putri ketiga ku!" Jeni memanyunkan mulutnya menanggapi senyum feri.


"dan disini kau adalah yang termuda feri, karena Jordi 41 tahun, Jedi 32 tahun, dan jeni 26 tahun, jadi kau bisa memanggil mereka kakak!" ucap master Chun memperkenalkan semua keluarga nya.


setelah perkenalan mereka pun mulai menikmati hidangan makan malam bersama tersebut, feri merasa sedikit canggung karena beberapa orang keluarga master Chun tidak menyambut baik kehadirannya.

__ADS_1


__ADS_2