Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Tidak yakin 1.


__ADS_3

feri memasuki komplek tersebut dengan perlahan, sekalian menikmati keindahan komplek perumahan mewah itu, setiap ada simpang 4 terdapat bundaran mini dengan taman yang indah dan terawat, dan juga beberapa rumah mewah yang seperti istana terlihat ada penjaganya, menandakan para penghuni komplek ini bukanlah orang sembarangan.


setelah aplikasi google map menyatakan bahwa tujuan sudah sampai, feri berhenti di depan sebuah rumah mewah yang besar dan bertingkat, pagar rumah yang tinggi terlihat kokoh, serta pintu pagarnya terbuat indah dari bahan stainless no 1, di balik pagarnya ada pos penjaganya.


melihat feri berada di depan pagar dengan motor nya, 2 orang penjaga dengan body atletis, yang tidak beda jauh dengan tubuh feri yang juga gagah, membuka pagar dan mendekati nya.


"maaf dik, jangan berhenti di depan pagar, karena sebentar lagi ada tamu penting yang akan datang!" ucap seorang penjaga dengan sedikit kasar, dan sorot mata tajam.


"saya ingin bertemu dengan master Chun bang, apa dia ada?" sahut feri yang masih duduk di atas motor nya.


2 orang penjaga tadi melihat feri yang berpakaian biasa-biasa saja dengan tatapan merendahkan.


"master Chun tidak ada waktu untuk menemui orang seperti mu, ia sedang sibuk dan sedang menunggu seorang tamu penting, jadi pergi lah!" sahut seorang penjaga itu dengan penuh penekanan.


feri masih tenang menghadapi nya, walaupun sorot mata dan ucapan mereka mulai tidak enak di dengar.


"bagaimana kalau tamu yang di tunggu master Chun itu.. adalah saya bang?" ucap feri dengan sopan.


"ha.. ha.. ha.." keduanya tertawa.


"mana mungkin anak muda bau kencur seperti kamu adalah tamu penting master Chun!" hardik seorang penjaga tadi, dan diiyakan temannya dengan tawa mengejek.


"lebih baik kamu cepat pergi, sebelum kami terpaksa melempar kamu!" ucap seorang penjaga lain yang tertawa tadi.


"gimana kalau seseorang dari abang masuk dan melaporkan kedatangan saya pada master Chun" sahut feri dengan nada sedikit memaksa.


"dasar kau bocah keras kepala, berani-beraninya mengajari kami!" bentak seorang penjaga dengan mata melotot penuh kemarahan.


feri menarik napas panjang karena menghadapi situasi ini.


"baiklah kalau abang berdua nggak mau melapor, biar saya yang telpon beliau!" ucap feri dan mencoba akan menelpon.


"dari penampilan mu saja kami tidak yakin kalau kau mempunyai nomor hp master Chun, karena yang bisa menghubungi nya hanya lah orang-orang besar dan terpandang" sahut seorang penjaga dengan pasti.


"baiklah.. kita lihat saja!" jawab feri santai, dan mulai melakukan panggilan pada hpnya.

__ADS_1


terdengar jelas beberapa kali nada panggilan, karena feri sengaja mengaktifkan loud speaker pada hpnya.


kedua penjaga tadi masih dengan tatapan tajam memperhatikan feri.


"halo.. iya feri kamu dimana?" jawaban panggilan pun terdengar.


raut wajah kedua penjaga tadi tiba-tiba berubah pucat, karena mengenali suara yang menjawab itu.


"saya sudah 15 menit di depan rumah ayah, tapi kedua orang penjaga ayah tidak mengizinkan saya masuk, bahkan saya di usir dan akan di lempar mereka secara paksa". sahut feri mengadu atas ancaman kedua penjaga tadi, dengan senyuman yang dingin.


"kurang ****, berani-beraninya mereka, tunggu ayah di situ!" suara penuh kemarahan terdengar dari seorang yang menjawab telpon tersebut.


feri pun mematikan panggilan, dan terkejut ketika kedua penjaga tadi bersimpuh di kakinya.


"anak muda mohon maaf kan kami.., kami tidak tau kalau kamu anak master Chun!"


"iya.. tolong jangan hukum kami!"


keduanya memohon secara bergantian, dengan nada penuh penyesalan.


feri menunduk hormat melihat kemunculan ayah angkatnya.


"heii.. kalian berdua!" master Chun berteriak memanggil kedua penjaga yang masih bersimpuh pada feri.


mereka pun berdiri dan berbalik pada master Chun dengan wajah tertunduk pucat ketakutan.


"plak.. plak.." master Chun menampar wajah kedua penjaga tadi.


mereka pun terhuyung ke samping 2 langkah, menandakan betapa kerasnya pukulan master Chun.


"Danang..!" panggil master Chun.


lelaki yang datang bersama master Chun pun melangkah dan berdiri di samping kiri master Chun.


"apa yang telah kau perintah kan kepada 2 orang penjaga ***** ini, sehingga mereka berani mengusir anakku!" tanya master Chun dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"saya perintahkan mereka untuk menyambut seorang tamu penting!" sahut lelaki yang di panggil Danang tadi.


"apakah benar itu saja yang di perintahkan nya?" master Chun berbalik tanya kepada 2 penjaga tadi.


"benar.. hanya itu master!" jawab mereka serempak.


"Danang.. coba kau ingat-ingat lagi, dan ulangi bagaimana perintah ku siang tadi?" tanya master Chun kembali pada Danang.


feri yang menyaksikan kejadian ini bisa menebak, seperti ada kesalahan pahaman dalam perintah.


"nanti sore kau perintah kan para penjaga, untuk menyambut kedatangan seorang pemuda, dan bawa ia ke halaman belakang, ingat.. ia adalah seorang tamu penting!" ucap Danang dengan terbata-bata.


"apakah kau tau dimana letak kesalahan mu?" tanya master Chun geram.


Danang hanya diam tertunduk, masih mencari kesalahan nya, dan belum lagi ia sadari kesalahan nya.


"plak.." sebuah tamparan mendarat di wajahnya dengan keras.


"kamu ingat.. aku katakan seorang pemuda yang akan datang, seorang pemuda.. *****! master Chun menjelaskan kesalahan Danang.


Danang terlihat sedikit tersentak, menyadari kesalahannya.


"iya master.. semua ini murni kesalahan saya, saya siap menerima hukuman!" sahut Danang dengan penuh hormat.


feri melihat beberapa orang penjaga rumah dan para tetangga mulai menyaksikan kejadian itu, ia pun melangkah mendekati master Chun.


"maaf ayah, mungkin akan lebih baik kalau semua ini di selesai kan di dalam saja, karena tidak enak di lihat para tetangga!" bisik feri pelan, tapi masih bisa di dengar oleh para anak buah master Chun.


mendengar ucapan feri master Chun mengalihkan pandangannya ke beberapa arah rumah tetangga, ia pun menyadari apa yang di maksud feri.


sedangkan Danang dan 2 penjaga tadi, saling bertatapan karena tidak percaya seorang pemuda berani mendekat bahkan sedikit mengatur master Chun.


"kau benar feri.. Danang untuk urusan tadi akan ku lupakan sementara, dan untuk kalian berdua aku akan melihat rekaman cctv terlebih dahulu, kalau ku lihat kalian melakukan kesalahan juga, maka kalian juga akan ku hukum!" bentak master Chun pada para anak buahnya.


Danang dan 2 penjaga tadi hanya tertunduk pasrah mendengar ucapan master Chun.

__ADS_1


master Chun dan feri pun melangkah memasuki halaman rumah, dan mengarah ke jalan yang berada di samping rumah.


__ADS_2