
master Herman dan feri berjalan melewati beberapa ruangan VIP restoran, dan terdengar jelas bahwa di dalam ruangan banyak pelanggan, ketika melintasi ruang restoran yang biasa, beberapa pelanggan menatap feri dengan tatapan menghina dan terlihat jijik.
"bagaimana bisa seorang gembel bisa masuk kesini?"
"apa pemilik restoran ini tidak khawatir reputasi tempat ini ternodai oleh pemuda gembel ini?"
"seperti nya pengemis ini lagi beruntung, mendapat hadiah yang lumayan banyak".
master Herman dan feri bisa mendengar hinaan para pelanggan tersebut, namun mereka tidak menghiraukan nya, dan terus berjalan, ketika hampir sampai di pintu keluar.
"master Herman, mengapa master Chun bisa membawa pemuda gembel miskin ini kemari?" Risman bertanya untuk menghentikan langkah mereka, dan melirik pada feri dengan tatapan menghina, dan bermaksud ingin mempermalukan feri.
"plaak.." sebuah tamparan keras menjawab pertanyaan Risman, yang mengakibatkan wajah nya merah oleh bekas tamparan tersebut.
Risman menatap dengan heran, karena belum mengetahui apa salahnya, dan belum lagi dia bertanya.
"apakah anda sudah bosan kerja disini?" tanya master Herman dengan mata melotot.
"kalau saja master Chun mengetahui ini, mungkin anda akan lebih menderita!" bentak master Herman.
"maaf kan saya master, mohon jangan perpanjang masalah ini, anggap saja tidak pernah terjadi!" pinta Risman dengan terbata-bata dan penuh penyesalan.
walaupun tidak di jelaskan siapa feri sebenarnya, tapi Risman sudah tidak berani lagi untuk membuat masalah lebih besar lagi.
feri hanya tersenyum tipis melihat kejadian tersebut.
mereka pun melangkah keluar dari restoran tersebut dan memasuki mobil untuk segera mengantar menuju ke toko tempat feri bekerja.
sesampainya di toko master Herman dan feri turun dan berjalan menuju toko, setelah di dalam toko.
"Cang Ahlun.. master Law mengucapkan terima kasih atas izin encang, pada kami untuk mengajak feri makan siang bersama!" ucap master Herman dengan ramah.
"ooh.. iya master, sama-sama!" sahut Cang Ahlun dengan nada merendah.
"feri.. nanti aku akan hubungi hp mu!" master Herman berkata dan mulai melangkah untuk keluar.
"apa yang kamu bawa fer?" tanya Mita melihat tentengan beberapa barang
yang ada di tangan feri.
"entah lah.. aku juga belum buka" jawab feri tersenyum kecil.
"saya ke gudang dulu Cang, mau lanjut kerja, maaf sedikit terlambat!" kata feri dengan wajah malu.
Cang Ahlun hanya mengangguk dengan tersenyum, melihat tingkah feri.
waktu berjalan begitu cepat, tak terasa hari sudah sore, toko sumber cahaya pun tutup dan para karyawan mulai melangkah masing-masing untuk segera pulang.
feri mengarahkan pandangan ke sekeliling nya, tapi tidak ia temui sahabatnya Surya yang biasa menunggu untuk pulang bersama.
__ADS_1
ia pun mulai berjalan sendiri dengan membawa beberapa barang yang di berikan master Chun.
sesampainya di rumah ia langsung meletakkan barang-barang tadi di dalam kamar nya, dan berniat mandi untuk membersihkan diri.
ketika ia keluar dari kamar mandi, Surya nampak baru masuk ke rumah.
"kamu dah pulang sur?" tanya feri dengan perasaan segar sehabis mandi.
"iya bang!" jawab Surya singkat, dan masuk ke kamar nya.
setelah berpakaian feri keluar kamar membawa barang-barang hadiah tadi, dan mulai membuka nya satu persatu.
"wiiihh.. habis mborong ya bang?" tanya Surya ketika melihat feri membuka-buka barang tersebut.
"ini hadiah dari master Chun!" jawab feri sambil terus membuka plastik yang lain.
"master Chun maha guru kera sakti?" tanya Surya penasaran.
"mmm..!" jawab feri santai mengiyakan.
Surya mendekat dan duduk melihat pakaian yang sudah terbuka.
"waah.. ini pakaian merk terkenal bang!" kata Surya mengangkat celana kain warna hitam dan baju hem warna biru.
setelah semua terbuka, feri mendapat 3 steel pakaian, pertama yang sudah di katakan Surya, kedua celana jean biru dan kaos berwarna coklat, ketiga baju changsan berwarna merah, dan sepasang sepatu kain.
"kenapa aku di beri pakaian ini?" tanya feri dengan mengerutkan alisnya tanda bingung.
"bang seperti nya itu ada amplop!" sahut Surya yang melihat masih ada sesuatu terselip dalam tas kertas yang tadi berisi pakaian changsan.
feri mengambil dan merobek amplop nya karena penasaran dengan isinya, di dalam nya ada sebuah kartu nama dan tertulis nama master Chun beserta nomor hpnya, dan sebuah kartu ATM BCA berwarna gold, dan selembar kertas yang bertuliskan "nomor pin ATM ini ****** di dalam nya ada saldo 100 juta, silakan kau pergunakan, untuk lebih jelasnya hubungi aku".
feri dan Surya saling bertatapan karena terkejut membaca isi tulisan tersebut.
"aku tidak menduga akan mendapat hadiah sebanyak ini!" gumam feri tanpa sadar.
feri melihat kartu nama master Chun, lalu mengambil hpnya, setelah menyimpan kontak nomor tersebut, ia pun mencoba menelpon.
setelah beberapa saat berdering, terdengar suara seseorang yang di kenal feri.
"halo master Chun, maaf sebelumnya... kenapa anda memberi ku hadiah sebanyak ini?" tanya feri tanpa basa-basi.
"kalau kau ada waktu, datang lah ke tempat ku akan ku ceritakan semuanya!" jawab master Chun.
"dimana?" tanya feri dengan cepat.
"di tempat kita makan siang tadi!" master Chun menjawab.
"baiklah.. sampai ketemu nanti master!" sahut feri dan mematikan panggilan pada hp nya.
__ADS_1
feri mengambil celana jean dan kaos coklat di hadapan nya dan berdiri.
"Surya ganti pakaian mu, ayo ikut aku!" pinta feri dengan tergesa-gesa menuju kamarnya.
"iya bang..!" Surya pun masuk ke kamar nya.
feri mengambil sepatu kain hadiah tadi, serta memasukkan kartu nama dan ATM serta selembar kertas tadi dan berjalan keluar.
"Surya.. cepat!" panggil nya
"emang nya kita mau kemana bang?" Surya penasaran.
sebelum di antar pulang master Herman tadi, feri sempat membaca sebuah tulisan besar yang berada di atas bangunan restoran.
"The master resto" jawab feri singkat.
"yang benar bang?" Surya sedikit terkejut mendengar nya.
karena the master resto adalah salah satu restoran yang mewah di Jakarta.
feri mengangguk mengiyakan.
setelah sampai di tepi jalan raya.
"cari taksi biar kita cepat sampai!" pinta feri pada Surya.
Surya melihat-lihat kendaraan yang melintas, tak berapa lama, terlihat sebuah mobil limo dengan lampu di atasnya menyala menandakan tidak ada penumpang.
Surya segera melambaikan tangannya.
setelah taksi berhenti di depan, mereka pun segera menaikinya.
"the master resto!" sahut Surya pada supir taksi.
taksi segera meluncur ke alamat yang di katakan Surya.
setelah beberapa saat, taksi pun berhenti di depan restoran tersebut.
setelah membayar sesuai argo yang tertera, mereka pun keluar dari taksi dan melangkah menuju restoran tersebut.
suasana di malam hari terlihat lebih ramai, parkiran mobil nampak penuh, lampu hias yang gemerlapan menambah kesan mewah pada restoran ini.
ketika feri dan Surya melihat kagum dengan dekorasi mewah restoran ini, tiba-tiba..
"kamu feri kan? yang siang tadi kesini!" Risman menyapa dengan penuh hormat.
"iya pak Risman!" jawab feri dengan sopan dan tersenyum halus.
"mari.. ikuti saya, master Chun sudah menunggu!" sahut Risman berjalan di depan feri dan Surya.
__ADS_1