
Matahari samar-samar terlihat dari balik pepohonan, di halaman dekat pintu gerbang kayu nampak terlihat 4 orang yang sedang berbicara, salah seorang dari mereka membawa tas ransel.
Feri berpamitan dengan orang tua dan adik angkatnya.
setelah mencium tangan dan memeluk kedua orang tua angkatnya, ia pun memeluk adik angkatnya.
"Akenta! jaga ayah ibu dengan baik, suatu saat Kakak pasti pulang" feri berpesan sambil menepuk pundak Akenta adik angkatnya.
"Baik kak, kami akan selalu merindukan mu!" jawab Akenta dengan berurai air mata.
"Ayah, ibu, adik, aku pamit, do'akan aku agar mendapatkan hasil yang baik!"
Feri pun berjalan sambil melambaikan tangannya.
"Jaga dirimu baik-baik ya nak!" teriak Bu Marina
"pasti Bu!" jawab Feri dengan lantang.
__ADS_1
setelah berjalan 10 menit feri sampai di jalan utama yang menghubungkan antara desa-desa yang ada di kawasan itu.
Feri terus berjalan dengan pasti dan sesekali melihat ke belakang siapa tau ada angkutan pedesaan yang lewat.
setelah berjalan sekitar 20 menit feri mendengar klapson mobil.
tiit..tiit..
feri melihat angkutan pedesaan dan melambaikan tangan tanda ingin naik.
setelah 40 menit menaiki angkutan pedesaan, feri pun sampai terminal di kota kabupaten A, setelah itu ia pun langsung mencari Bis dengan tujuan ibukota provinsi yang juga ibukota negara Indonesia, Kota Jakarta.
feri pun terperangah di dalam bis melihat gedung-gedung yg tinggi seakan mencakar langit, dan mobil-mobil serta motor yang lalu lalang dengan berbagai merk, yang tiada putusnya.
sangat wajar bila Feri terpana karena ini adalah pertama kalinya dia ke ibukota provinsi.
setelah turun dari bis Feri menatap sekitar nya, "ooh.. rupanya ini yang di namakan kota Jakarta" feri bergumam dalam hati nya.
__ADS_1
"ojek mas?" seorang lelaki paruh baya bertanya dan menyadarkan dari kekagumannya pada kota ini.
"oh.. maaf tidak pak, terimakasih!" jawab Feri sambil tersenyum pada bapak tukang ojek itu.
bapak itupun berlalu mencari penumpang lain, yang mau memakai jasa ojeknya.
Feri mulai berjalan meninggalkan bis yang tadi membawanya, setelah melewati beberapa bis yang terparkir rapi dengan berbagai tujuan, pandangan Feri menatap ke beberapa warteg di pinggir terminal, setelah melihat-lihat warteg dari dekat serta para pelanggan yang sedang makan ataupun minum di dalam nya, feri pun masuk ke sebuah warteg yang lumayan rame dengan para pelanggan nya.
"Permisi Bu, nasi campur lauk ayam 1 ya, dan 1 teh hangat manis!" Feri pun memesan makanan nya pada ibu penjual warteg tersebut.
ibu pemilik warteg cuma mengangguk saja, tanda memahami pesanan feri.
Feri pun masuk mencari meja yang kosong.
setelah beberapa saat menunggu, pesanan feri pun datang di antar seorang lelaki paruh baya, dengan cara yang sopan "permisi mas" lelaki ini menghidangkan pesanan feri di hadapannya.
"Terimakasih pak!" seru feri pada bapak tersebut.
__ADS_1
si bapak hanya mengangguk dan berlalu dari meja makan feri.
Feri pun makan dengan lahap nya, karena hanya sarapan sejak berangkat dari rumah pagi tadi, setelah selesai dan membayar makanan nya, ia pun keluar dari warteg dan mulai melangkah tanpa tujuan yang pasti.