Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
pengalaman pertama


__ADS_3

Feri tersenyum sendiri, karena hampir tak percaya ia bisa dengan cepat mendapatkan pekerjaan.


ketika berada di trotoar tepi jalan, ia mengarahkan pandangan nya ke seluruh penjuru bangunan pertokoan mencari keberadaan Surya.


setelah beberapa saat mencari, pandangan nya tertuju ke sebuah toko baju bertingkat, karena sosok yang di cari ternyata ada disana.


ia pun berlari kecil karena ingin secepatnya memberitahukan kabar gembira itu.


"sur.. Surya!" teriak feri dengan keras padahal jarak mereka masih sangat jauh, sampai-sampai beberapa orang sekitar terkejut memperhatikan nya.


Surya yang sedang menadahkan topinya karena mendapat pemberian ngamennya tersentak, dan dengan cepat menoleh ke arah suara tersebut.


"ada apa bang?" tanya Surya dengan selidik, sambil berjalan ke arah Feri.


"aku besok sudah mulai kerja!" seloroh Feri dengan gembira.


"waahh.. hebatnya!" sahut Surya takjub.


"kerja dimana?" Surya balik bertanya.


"itu di toko bangunan sumber cahaya!" jawab Feri dengan menunjuk arah toko bangunan tersebut.


"syukur lah bang!" jawab Surya dengan senyuman yang lebar.


"kita makan siang yuk, cari warteg dah lapar!" ajak feri dengan tangan kanan menepuk-nepuk bagian perut nya.


"oke.." sahut Surya dan langsung menggandeng pundak feri untuk mengarahkan tujuan ke warteg terdekat.


"nanti Abang yang bayar!" feri mengatakan nya dengan tersenyum kecil.


Surya hanya mengangguk setuju.


setelah makan siang, feri mengajak Surya untuk belanja beberapa keperluan dapur, tentu saja mereka mencari bahan makanan yang simpel di kerjakan, seperti mie instan, sarden, telur, juga teh, kopi, gula.


kemudian mereka pun pulang dengan membawa 2 kantong plastik yang cukup besar.


sesampainya di rumah mereka istirahat, sorenya Surya bersiap untuk berangkat ngamen lagi, tapi feri meminta Surya untuk tetap di rumah saja.

__ADS_1


malam harinya mereka duduk di depan rumah, Surya memainkan gitar nya sambil bernyanyi dengan suara merdu nya, dan sesekali mereka meminum kopi yang ada di hadapan mereka.


walaupun baru bertemu tapi mereka bisa sangat akrab, seakan sudah lama saling mengenal.


keesokan harinya, seperti kemarin feri sudah membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan.


feri sangat bersemangat untuk mencoba pengalaman pertama nya bekerja di kota sebesar Jakarta, walaupun pekerjaan nya hanya sebagai buruh angkut barang.


setelah menyelesaikan sarapan bersama, mereka bersiap berangkat, jam dinding menunjukkan pukul 07.00.


di kawasan ini cukup ramai bila pagi hari, karena kondisi jalan gang yang sempit.


setelah berjalan 20 menit, mereka pun sampai di simpang tiga jalan besar, kondisi jalan raya yang macet jadi pemandangan setiap hari disini.


"oke bang, saya akan jalan ke arah sana!" Surya menunjuk arah yang berlawanan dengan arah toko bangunan tempat feri pertama kerja.


"iya.. baiklah, eh.. nanti jam istirahat siang kamu kesini ya, biar kita makan siang sama-sama!" pinta feri dengan raut wajah yang serius.


"iya deh bang, ku usahakan!" jawab Surya seraya berlalu dari hadapan feri.


"hati-hati ya Sur!" kata feri dengan penuh perhatian, seperti seorang kakak yang menasehati adiknya.


di depan toko terlihat beberapa orang yang mengobrol seperti karyawan di toko itu yang sedang menunggu toko bahan bangunan itu buka.


karena belum kenal dengan mereka feri pun memilih untuk menyendiri.


sebuah mobil Honda CRV berwarna putih datang.


nampak seorang lelaki paruh baya keluar dari pintu mobil sebelah kiri, dia adalah Cang Ahlun yang terlihat tersenyum setelah di sapa oleh beberapa karyawan tokonya.


dari pintu supir terlihat keluar seorang lelaki kurus tinggi kira-kira berumur 40 thn. dengan baju Hem kotak-kotak, bercelana jeans warna dongker, sepatu pantofel warna hitam nampak terlihat sederhana tapi rapi.


setelah kunci pintu geser di buka oleh Cang Ahlun, para karyawan yang tadi menunggu pun masuk.


feri pun melangkah mendekati Cang Ahlun yang masih membuka kunci pintu yang lain.


"pagi Cang!" sapa feri.

__ADS_1


"eh.. elho fer" sahut singkat Cang Ahlun.


setelah selesai membuka kunci pintu geser tokonya Cang Ahlun masuk ke dalam, di ikuti feri dari belakang, beberapa karyawan yang melihat feri mengikuti Cang Ahlun, menatap dengan tatapan penuh tanya sambil berbisik dengan karyawan lainnya, menyaksikan itu feri hanya tersenyum kecil kepada mereka.


sampai di dalam toko terlihat ada 3 meja besar, di tengah rak-rak besar yang berisi berbagai macam alat dan bahan bangunan, dan terlihat lelaki kurus tinggi tadi duduk di salah satu meja.


"Juki... ni karyawan baru yang gue ceritain kemarin, nama nya feri, lho bawa ni orang ke gudang, kasih tau kerjaan nye!" perintah Cang Ahlun pada lelaki yang bernama Juki tadi.


Juki pun berdiri dan mengangguk, serta memperhatikan feri dari ujung kepala turun ke kaki, ia tersenyum kecil melihat feri yang berdiri dengan tegap dan gagah.


feri pun membalas tatapan Juki dengan senyuman serta sedikit menunduk kan kepala.


"ayo ikuti aku!" Juki memberi kode pada Feri untuk mengikuti nya berjalan keluar dari toko dan mengarah ke samping bangunan toko, tempat dimana kemarin feri melamar kerja pada Cang Ahlun.


ketika sampai di dalam, nampak 2 orang yang sedang menyusun keramik menyesuaikan ukuran dan corak warna keramik-keramik tersebut.


"Salim.. Wawan..!" panggilan Juki membuat 2 orang tersebut mendekat.


"ini feri, yang mulai hari ini bekerja di gudang bersama kalian!" pernyataan dari Juki membuat 2 orang ini mengangguk tanda mengerti.


"jadi kalian berdua beri dia arahan apa saja yang harus di kerjakan disini!" pinta Juki pada Salim dan Wawan.


"iya Cang" jawab salah seorang dari mereka.


"kamu paham kan fer?" tanya Juki Sambil menepuk bahu feri yang nampak kuat dengan otot yang berisi.


"paham Cang!' jawab Feri dengan semangat.


Juki pun tersenyum dan melangkah menuju sebuah pintu yang langsung ke dalam toko utama.


setelah berkenalan dengan berjabat tangan dengan kedua orang tadi, feri memulai pekerjaan nya dengan membantu menyusun dus-dus keramik.


di sela mereka bertiga bekerja Salim menjelaskan apa saja yang harus di kerjakan di gudang ini dengan jelas.


"saya minta arahannya pada Abang berdua, karena pekerjaan ini adalah pengalaman pertama saya!" pinta feri dengan sopan pada Salim dan Wawan.


dari percakapan mereka yang terus bekerja, feri mengetahui bahwa Salim berumur 30 tahun, memiliki 1 istri dan 2 orang anak, ia sudah bekerja dengan Cang Ahlun selama 7 tahun.

__ADS_1


sedangkan Wawan berumur 28 tahun memiliki 1 istri dan 1 anak, dan sudah bekerja selama 5 tahun.


keakraban pun terlihat pada mereka bertiga karena feri walaupun baru, tapi bisa dengan cepat beradaptasi.


__ADS_2