Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Terfitnah.


__ADS_3

setelah beberapa saat menyusuri lorong feri dan Jedi pun menemukan kamar mereka, Jedi segera membuka menggunakan kartu kamar tersebut.


"waaah.. kamar ini bagus ya kak!, baru ini saya masuk ke kamar sebagus ini!" gumam feri dalam kekaguman nya.


Jedi yang mendengar hanya tersenyum kecil.


"dimana kamu kenal wanita cantik tadi fer?" tanya Jedi sambil meletakkan tasnya.


"oo.. maksud kakak Rita tadi ya?, dia itu salah seorang sales dealer Honda tempat saya beli motor beberapa hari yang lalu kak!" sahut feri menjelaskan.


"kamu suka ya sama dia?" goda Jedi dengan senyuman mengejek.


"yaahh.. walaupun saya suka, belum tentu juga dia suka sama saya!" jawab feri dengan wajah memerah malu.


"kak aku mandi duluan ya?, mau nyobain mandi pake shower, he he" pinta feri dengan senyum halus.


"iya.. mandi aja sepuas kamu sana!" sahut Jedi tersenyum kecil.


feri segera masuk ke kamar mandi, dan ia mandi sampai 15 menit lebih, ia pun keluar kamar mandi dengan senyum berseri-seri, nampak puas dengan apa yang di lakukan nya tadi.


setelah berpakaian feri seperti nya akan keluar.


"kak aku mau jalan-jalan di luar dulu ya!" ucap feri dengan semangat.


"iya.. hati-hati kalau nyasar!" sahut Jedi mengingat kan.


"iya kak" sahut feri seraya membuka pintu kamar dan melangkah keluar.


setelah melewati meja resepsionis yang masih terdapat beberapa orang yang check in, beberapa orang yang berada disitu pun nampak sedang memperhatikan nya, feri memakai kaos oblong dan celana jeans, yang terlihat makin membuat ia semakin gagah dan kekar, tanpa memperdulikan ia pun keluar dari gedung tersebut untuk menikmati indahnya sore di taman-taman tersebut.


parkiran mobil kini semakin penuh dengan para pengunjung, dan terlihat juga beberapa orang yang sedang berjalan-jalan di sekitar taman.


feri pun mengitari sisi gedung bertingkat 3 tersebut, dengan suara-suara burung yang menyejukkan suasana.


dan ketika sedang asyik berjalan sendirian, feri mendengar suara seorang wanita yang samar-samar seperti ia kenal, feri mempercepat langkahnya untuk mencari sumber suara tersebut.


dari kejauhan feri melihat 2 orang wanita cantik yang salah satu nya adalah Rita, sedang di goda oleh 3 orang pria dengan tampilan yang elegan memakai baju piyama cina berwarna hitam, salah seorang dari mereka nampak merayu Rita.


"Rita.. memang nya kenapa kau menolak ku?" tanya pria yang cukup tampan di samping Rita.

__ADS_1


"kan sudah ku katakan aku nggak suka sama kamu!" sahut Rita dengan ketus.


"kalau kau mau menjadi pacar ku, aku pasti akan bahagia kan kamu!" pria tersebut terus saja mendesak, bahkan tangan nya mencoba merangkul pundak Rita.


"apa-apaan sih!, kamu kira dengan kekayaan semua bisa kau dapat kan!" sanggah Rita yg mencoba melepaskan rangkulan tangan pria tersebut.


feri yang telah melihat dan mendengar percakapan mereka memahami situasi nya, bahwa Rita menolak cinta pria tersebut, ia pun melangkah mendekati mereka.


"maaf bang.. seperti nya Rita sudah jelas menolak, jadi abang janganlah memaksa!" ucap feri yang telah berdiri di samping mereka.


2 orang temannya yang sedang menggoda teman Rita, menoleh dan berdiri sombong di hadapan feri.


"hei bro.. siapa kau berani-berani nya mengganggu tuan muda Rian?" ucap salah seorang dari mereka.


Rita dan temannya menoleh ke samping.


"feri..!" ucap Rita terkejut dengan kehadiran nya.


mendengar Rita mengenal pemuda yang menegurnya, pria yang di panggil tuan muda Rian pun menatap tajam pada feri.


"ku rasa kalian lah yang mengganggu 2 wanita ini!" sahut feri tegas.


"aku memang tidak tahu, dan juga tidak ingin tahu dengan kalian, karena yang ku tahu kalian telah mengganggu 2 wanita ini!" sahut feri dengan tersenyum sinis.


2 pria yang mendengar ucapan feri yang tegas menjadi marah dan bersiap maju.


"roman.. wagid.." ucap tuan muda Rian menghentikan langkah mereka berdua.


tuan muda Rian pun maju mendekat.


"kurasa kau tidak pernah di ajari sopan santun orang tua mu ya?" ucap tuan muda Rian dengan tatapan tajam.


"rupanya abang-abang juga tidak mengerti ya! bagaimana kalau sudah di tolak?" sahut feri sedikit memprovokasi.


Rita dan temannya terkejut dengan keberanian feri yang mengetahui latar belakang tuan muda Rian dan 2 temannya.


"hai bro.. ku katakan sekali lagi, jangan mencampuri urusan kami, atau kau akan menyesal?" pria yang bernama wagid sudah sangat geram melihat tingkah feri.


"tuan muda.. izin kan aku memberi nya sedikit pelajaran!" pinta roman dengan mata melotot pada feri.

__ADS_1


ketika tuan muda nya nampak mengangguk setuju, roman maju dan bersiap untuk menyerang.


"hentikan..! roman apa yang kamu lakukan?" cegah seorang lelaki kira-kira berumur di atas 40 tahun.


"master Roy..! ucap mereka bertiga serempak yang mengenali lelaki tersebut.


"roman apa yang terjadi?" tanya master Roy penasaran.


"pemuda ini mencoba memprovokasi dan mengganggu kami master!" jawab roman dengan tatapan tajam pada feri.


"hei anak muda.. apa benar yang dikatakan nya?" tanya master Roy.


feri menatap master Roy dan merasakan sedikit kekuatan aura padanya.


"untuk lebih jelasnya, bisa master tanyakan pada 2 wanita itu!" sahut feri dengan menatap Rita dan temannya yang berada di belakang mereka.


master Roy memalingkan pandangannya ke belakang dan mendapati 2 wanita cantik yang sedikit menunduk bingung.


"di dia yang mengganggu kami!" ucap teman Rita menunjuk feri.


Rita hanya tertunduk pasrah tak berani menatap feri yang tercengang bingung mendengar ucapan temannya Rita yang membalikkan keadaan.


feri menarik napas dalam-dalam untuk sedikit menenangkan dirinya.


"baiklah kalau memang saya yang di anggap salah, karena sudah mengganggu, saya minta maaf!" sahut feri dengan tatapan kecewa.


ia pun berbalik akan meninggalkan tempat tersebut.


"tunggu..!" ucap tuan muda Rian.


"iya.. tuan muda?" tanya feri diam tanpa memalingkan wajahnya.


"dari perguruan atau geng manakah kau?" tanya Rian.


"saya hanya seorang yang beruntung bisa mendapatkan undangan khusus disini, dan saya bukan dari perguruan mana pun!" jawab feri dengan sopan.


"tidak sopan kau, bicara dengan tuan muda tanpa melihat nya!" sergah roman marah.


"yang tidak sopan itu kalian, karena bisa-bisanya memfitnah dan membalikkan kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2